I AM AN AUTISTIC GIRL
5. SEBUAH TEROR

40. INT. RUMAH BUNDA DI YOGYAKARTA – SORE

LS. Bunda terbaring lemah di atas kasur. Siang tadi ia dilarikan Tante Bintang ke IGD karena panasnya sangat tinggi. Ayah sedang dinas ke Kalimantan. MS. Tampak Tante Bintang masuk sambil menggandeng anak perempuan kecil berusia 3 tahun ke dalam kamar.

TANTE BINTANG

Dya, bunda lagi sakit. Sementara Tante yang mengurus kamu ya!

MS. Fokus mata Dya ke sana ke mari. Meskipun sepertinya ia tidak memahami maksud Tante Bintang. Tapi Dya bisa merasakan situasi di sekitarnya. LS. Dya lari menuju bundanya. CS. Dya meletakkan tangannya ke kening bundanya. Bunda tersenyum. LS. Dya meletakkan tasnya di atas meja. Ia menarik tangan Tante Bintang dan memintanya menemani ke kamar mandi.

MS. Beberapa saat kemudian Dya masuk dengan pakaian rumah dan langsung naik ke atas kasur memeluk bundanya. LS. Sepanjang malam ia memluk bundanya. Tante bintang tidur di kasur yang lain.

FADE OUT : FLASHBACK

41. INT. MEJA MAKAN RUMAH TANTE BINTANG – MALAM

LS. Lingga mendengarkan Tante Bintang dengan baik. MS. Tante Bintang mengeluarkan sebuah buku dari laci meja kerjanya. CS. Menyerahkan buku itu kepada Lingga. 

TANTE BINTANG

Ini adalah buku yang dititip bunda Anandya sebelum dia pergi kemarin. Katanya semua yang orang lain perlu tahu tentang anaknya, ada di sana. Kalau tidak keberatan, kamu bacalah!

LINGGA

(Mengambil buku itu dan termenung) Hhh, Anandya beruntung mendapatkan bunda seperti Ibu Ananta yang luar biasa ini. Ya memang sepertinya Allah memilih orang yang tepat. Oh ya Tante, bagaimana besok kita ajak Dya jalan-jalan? Ya setidaknya bisa membuat dia tidak terlalu fokus pada intuisinya.

TANTE BINTANG

Ide yang bagus! Tante akan kontak Ayahnya sekarang! (mengambil ponsel). Tapi mau kemana?

LINGGA

Lembang? Waktu di studio Dya pernah cerita. Katanya dia ingin sekali ke Boscha. Dia dan keluarganya sering pergi ke sana waktu kecil. Kita bisa sewa villa milik temanku. Bagaimana? (mengambil ponsel untuk mengontak temannya)

MS. Tante Bintang mengangguk. Ia beranjak ke luar dan menghubungi Ayah Anandya. LS. Begitupula dengan Lingga yang langsung menelpon temannya.  

CUT TO :

 

42. INT. PAVILIUN ANANDYA – MALAM

MS. Dya membuka pintu. Di dalam kamarnya ada Amelia yang memang izin menginap menemai Anandya. Tante Bintang masuk sambil mengenggam ponselnya.

TANTE BINTANG

Dy, besok kita ke Lembang yuk! Ke Boscha? Mau?

ANANDYA

Bukannya besok Ayah, Bunda, dan Tari akan ke sini Tante?

TANTE BINTANG

Iya. Tadi Tante ditelpon Ayah, katanya langsung ketemu di sana. Soalnya kan takut macet. Kita berangkat habis subuh, gimana? Eh, Amel ikut aja! Sama Aorta kalau mau diajak juga boleh. Kita nginep, gimana?

MS. Anandya bertukar tatap dengan Amel. Segera Amelia mengangguk senang. LS. Tante Bintang mengusap kepala Anandya dan meninggalkan kamar.

AMELIA

Cus, aku telpon Aorta ya! Yes jalan-jalan ke Lembang, uhuuuy! (segera ke luar paviliun untuk mengontak Aorta)

MS. Anandya tersenyum dan langsung menelpon bundanya.

CS. Panggilan tidak dijawab. Wajah Anandya merengut.

DISSOLVE TO :

KEESOKAN HARINYA…

 

 

43. INT. RUMAH ANANDYA DI JAKARTA – HABIS SUBUH

MS. Ayah mengetok pintu. Tari membukakanya. Anak itu terlihat senang dan sudah menyiapkan barang-barangnya. 

ANANTARI

Ayo ayah! Aku sudah tak sabar bertemu dengan Kakak!

AYAH

Iya sabar, Ayah siap-siap dulu ya! (Ayah masuk ke dalam kamar)

ANANTARI

Bunda nyusul kan dari tempat dinasnya? (Ayah berhenti dan tersenyum tipis).

LS. Ayah keluar dengan tas yang membawa beberapa potong pakaian dan mengangkat juga tas milik Tari ke dalam mobil. Mereka mengunci pintu rumah dan masuk ke dalam mobil. Meluncur ke Lembang.

CUT TO :

44. INT. MOBIL OM DAKA – HABIS SUBUH

MS. Tampak Om Daka sedang menyetir membawa mobilnya meluncur meninggalkan Kota Bandung. Tante Bintang duduk di sampingnya. Sedangkan Nares, Aorta, dan Lingga duduk di belakang. Amel dan Anandya duduk di tengah. Langit masih gelap. CS. Anandya menyandarkan wajahnya ke kaca mobil yang berembun.

BUNDA (O.S)

Kak, bunda sekali lagi minta maaf ya harus balik lebih awal. Bunda yakin Kakak bisa menjadi lebih mandiri di sini. Maafkan bunda Kak yang telalu lama menahanmu dalam pelukan bunda. Ini mungkin sangat terlambat untuk membuatmu menjadi gadis autis yang mandiri. Tapi, bolehkan kalau bunda mencobanya sekarang? Ini bukan berarti bunda tidak sayang sama kamu, justru sebaliknya. Bunda harus membantumu mempersiapkan kehidupan yang lebih layak ke depannya. Karena, tak selamanya bunda akan selalu bersamamu.

CS. Anandya menitikkan airmata mengingat voice note yang dikirimkan bundanya beberapa hari lalu.

FADE IN : FLASHBACK

45. INT. KAMAR ANANDYA DI JAKARTA – MALAM

LS. Tampak bunda tengah menemani Anandya yang berusia 8 tahun belajar. Saat itu Anandya masih sering ngamuk dan memukul bunda, menjerit, dan merobek kertas. MS. Raut wajah bunda yang berusaha bertahan dan memahami perilaku anaknya.

BUNDA

Tenang Dy, tenang Nak! Ayo kita coba lagi! Besok kamu ujian, kalau kamu kayak gini terus, besok gimana ujian kamu! (mulai berteriak frustasi bercampur tangis)

ANANDYA

Tidak mau, tidak mau, tidak mau (memberontak memukul meja).

BUNDA

Dyaaaa!(berteriak membanting buku ke lantai)

LS. Bunda berteriak histeris dan memukul kepalanya sambil menangis di lantai. MS. Ayah berlari masuk ke dalam kamar. Ia langsung membawa Anandya ke kamar untuk bersama adiknya. Ayah memberikan ruang pada bunda untuk menenangkan diri.

 

CUT TO :

 

46. INT. RUMAH ANANDYA DI JAKARTA – PAGI

LS. Tampak bunda yang sibuk menyiapkan baha materi khusus untuk Anandya. Sejak subuh ia terlihat sibuk di depan laptopnya. MS. Dya berdiri di depan kamar memperhatikan bundanya yang begitu serius mengerjakan alat bantu ajar untuk anak autisnya itu.

ANANDYA (V.O)

Dia adalah perempuan terkuat di muka bumi yang pernah aku kenal. Meskipun banyak episode frustasinya yang aku simpan dalam benak ini, tapi entah mengapa tidak ada satupun alasan untuk tidak memaafkannya. Setiap kali bunda melewati episode itu, ia secara kilat meminta maaf padaku. Sepertinya ia benar berusaha kerasa untuk memperbaiki psikisnya.

MONTAGE : Kenangan ketika bunda frustasi dan kelelahan mengurus Anandya (sebagai latar suara Anandya)

LS. Bunda menangis di pojok kamar. Bunda menangis di dapur. Bunda menangis di sepanjang perjalanan pulang saat menjemput Dya dan tari sekolah. Bunda membanting barang ketika kesal. Bunda menempel tulisan afirmasi positif di sekitar rumah untuk mencegah tindakan impulsif yang tak dapat ia kendalikan.

ANANDYA (V.O)

Jika Allah mengizinkanku menyebutkan satu nama manusia yang paling aku cintai di muka bumi ini. Maka aku akan menyebut namanya. Karena ialah yang membawaku melihat dunia. Dengan tangan dan pengorbananya, ia membuatku menjadi gadis autis yang layak menikmati pendidikan di negeri ini. Sampai pada titik ini ketika aku duduk di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Aku tahu dia sangat mencintaiku dari setiap senyum dan pelukannya.

MS. Bunda memeluk Anandya dan selalu tersenyum pada anaknya. Bunda selalu memuji Anandya untuk sekecil apapun pencapaiannya.

ANANDYA (V.O)

Bun, 5 hari ini sungguh menyiksaku. Akankah kita akan segera bertemu?

FADE OUT : FLASHBACK

47. EXT. VILLA DI LEMBANG – PAGI

LS. Villa di Lembang dan mobil yang terparkir di halaman. MS. Tampak keluarga Tante Bintang, Anandya dan teman-temannya turun dari mobil. Mereka masuk ke dalam Villa. MS. Anandya melihat ke sekitar, mencari keberadaan mobil keluarganya yang katanya menyusul ke Lembang.

LINGGA

Nungguin bunda Dy? (mendekati Anandya)

ANANDYA

(Masih mencari keberadaan mobil keluarganya dan mengangguk kepada Lingga)Kok lama ya?

LINGGA

Masuk dulu yuk! Mungkin sebentar lagi. Kan jarak Jakarta ke sini lebih jauh. Mending kamu taruh barang dulu sama teman-temanmu ke kamar. Habis itu kita sarapan dulu, gimana? (tawar Lingga sambil membawakan barang-barang Dya)

ANANDYA

Baiklah (mengikuti Lingga masuk).

LS. Tampak Aorta dan Amel yang senang sekali di ajak liburan ke Lembang. Mereka berebut kamar. MS. Tante Bintang menunjukkan kamar untuk Aorta, Lingga, dan Nares. Dan beliau juga menunjukkan kamar untuk Amel dan Anandya.

TANTE BINTANG

Berbenah dulu ya habis itu kita sarapan di bawah!

AMEL DAN AORTA

Siap Tante! (berlari masuk ke kamar masing-masing)

CUT TO :

48. INT. VILLA DI LEMBANG – PAGI

LS. Ruang makan Villa. Tampak semua sedang sarapan nasi goreng yang disediakan villa tersebut. MS. Anandya bolak balik melihat ponselnya. Tante Bintang dan Lingga yang duduk di samping Anandya saling bertukar tatap melihat kegelisahan Anandya. CS. Om Daka mengambil telur. MS. Om Daka memulai percakapan.

OM DAKA

Gimana kuliahnya? Sudah mulai beradaptasi dengan suasana kampus? (bertanya pada Amel, Aorta, dan Dya)

AMEL

Masih seperti SMA ya Prof! Jadi pelajaran yang diberikan masih relate sama pelajaran SMA kita (menjawab sungkan).

AORTA

Tapi benar ya Prof, kalau setahun ini misal IPK kita tidak bagus bisa di drop out?

OM DAKA

Siapa yang bilang?

AORTA

Kakak saya Prof, karena dia sekarang sudah tahun dua dan dia cerita ada beberapa temannya yang di drop out.

OM DAKA

Ya itu mungkin untuk kasus mahasiswa yang jarang masuk dan nilainya jatuh meskipun sudah ada remidial dan sejenisnya. Saya rasa tidak banyak yang seperti itu.

LS. Terlihat Anandya masih resah dan tidak menghabiskan makannya. Ia tak lagi fokus menyimak pembicaran Om Daka dan kedua temannya. MS. Tante Bintang menepuk bahu Anandya.

TANTE BINTANG

Kenapa Dy?

ANANDYA

Kenapa belum datang? Kenapa lama sekali?

LINGGA

Mungkin sebentar lagi, sebaiknya kamu habiskan sarapanmu dulu. Setuju?

MS. Anandya menolak saran Lingga. LS. Tiba-tiba terdengar suara mobil. MS. Anandya segera berdiri dan berlari menuju teras villa. Tampak Tante Bintang dan Lingga menyusulnya.

CUT TO :

49. EXT. TERAS VILLA DI LEMBANG – PAGI

LS. Tampak mobil keluarga Anandya berhenti. MS. Tari turun dari mobil dan di susul oleh Ayah. Tidak terlihat ada bunda. LS. Tari segera memeluk kakaknya. CS. Wajah Ayya tersenyum. MS. Mata Anandya berusaha mencari keberadaan bunda.

ANANTARI

Aku kangen banget sama kakak! (memeluk kakaknya)

ANANDYA

Bunda mana dek?

ANANTARI

Bunda nyusul Kak! Kata Ayah nyusul dari tempat dinasnya (mengajak Kakaknya masuk)

AYAH

Iya Kak, bunda ada urusan kampus yang mendadak. Nanti nyusul kok! Kakak nggak kangen sama Ayah? (memeluk anaknya).

TANTE BINTANG

Yang penting sekarang Ayah dan Tari kan di sini. Yuk ajak sarapan bareng.

LINGGA

Sini kakak bantu bawa barangmu! (Lingga menawarkan bantuan kepada Tari, gadis kecil itu tersenyum).

ANANTARI

Nares ada kan kak? Aku mau nunjukin buku komik terbaru nih! (mengangkat bukunya)

MS. Lingga mengangguk dan menunjuk bahwa Nares ada di dalam. LS. Anantari bergegas masuk. Sedangkan Anandya masih resah. Ayah merangkulnya dan mengajaknya masuk.

DISSOLVE TO :

DI TEMPAT LAIN…

50. INT. KAMAR MELINDA – PAGI

CS. Melinda sedang mengakses laptopnya. Ia sedang melakukan profiling tentang Anandya. MS. Tampak belakang Melinda sedang sibuk mengumpulkan informasi apapun terkait Anandya. CS. Senyum sinis Melinda dengan ekspresi data.

CUT TO :

51. INT. KAMAR CAVA – PAGI

LS. Terlihat Cava dan Roy sedang main game di depan laptop. CS. Notifikasi masuk ke dalam hp secara beruntun.

 CAVA

Apaan sih ini? Ganggu banget! (menutup notifikasi)

ROY

Makanya kalau maen jangan aktifin chat di laptop bro! (masih asyik main di depan laptopnya)

CS. Ponsel Cava berbunyi. Awalnya ia mengabaikan karena berbunyi terus akhirnya ia mengangkat. MS. Cava menjawab telepon itu.

CAVA

Ganggu aja ah bro!

TEMAN CAVA (O.S)

Cek grup angkatan sekarang bos!

MS. Cava menutup telepon dan membuka grup chatnya. CS. Ekspresi terkejut. MS. Tampak Roy yang ikut penasaran mendekati CAVA dan juga mengambil ponselnya.

CUT TO :

52. EXT. TERAS BELAKANG VILLA DI LEMBANG – SIANG

CS. Tangan Aorta yang sedang membuka ponsel dan melihat broadcast aneh yang tersebar. MS. Aorta melihat pada Melinda yang sedang melihat layar ponselnya juga. LS. Mereka saling mendekat dan menunjukkan layar ponsel masing-masing. CS. Saling bertatapan dan melempar tatap mereka ke arah Dya yang sedang bermain dengan adiknya di taman belakang Villa. LS. Anandya dan Tari sedang duduk di sebuah kursi bercerita dan swafoto. Tampak Nares datang bergabung dan membantu kakak-beradik itu mengambil foto.  

AMEL DAN AORTA

Prof Daka!

LS. Mereka masuk ke dalam Villa dan mencari keberadaan Prof Daka untuk melaporkan apa yang ia lihat.

CUT TO :

 

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar