3. EXT. PASAR KALANGAN - SIANG
Di sebuah pasar kalangan (pasar mingguan) di tengah tanah lapang suatu desa. Ramai lalu-lalang pengunjung dengan beberapa orang berhenti di depan lapak pedagang.
4. EXT. PASAR KALANGAN - LAPAK AMRON- SIANG
CAST: AMRON, EDI, PEMBELI (WANITA)
Amron sedang melayani pembeli.
AMRON (O.S)
Ini saja, Bu?
PEMBELI (O.S)
Iya, itu saja. ini uangnya ya.
Amron berdagang obat di atas meja yang tidak terlalu besar dan beratapkan terpal. Di hadapannya ada seorang pembeli yang sedang memilih obat di atas meja yang bermacam ragam jenis.
INSERT : Tangan merapikan kotak-kota obat.
Seseorang wanita pembeli membelakangi kamera dan menghadap Amron yang sedang merapikan barang dagangannya.
PEMBELI
Terima kasih, Mang.
AMRON
Sama-sama, Bu.
Pembeli pergi dan Amron tetap merapikan dagangannya.
Edi menghampiri meja dagang Amron.
EDI
Ramai kau, Ron?
AMRON
Masih sama seperti terakhir aku jualan.
EDI
Dua minggu lalu ya?
Amron mengangguk, dia tak melihat Edi karena masih sibuk merapikan barang dagangannya.
EDI
Anak kau di mana sekarang?
AMRON
Dibawa pergi oleh Mertua.
EDI
(Mengangguk sambil melihat sekitar dan berbicara pelan).
Ron, aku tahu ini mungkin terdengar mengada-ada, kalau kau mau pikiran kau tenang, ikut aku nanti.
AMRON
(Terdiam dan melihat Edi).
Ikut kau? Ke mana?
EDI
Ada sebuah perkumpulan yang bisa buat kau tenang.
AMRON
(Wajah heran).
Perkumpulan apa?
EDI
Namanya Bapanku, dipimpin oleh seseorang yang dipanggil ‘Ayah’. Tempat untuk orang yang butuh ketenangan.
AMRON
Bapanku? Ayah? Ah... tak perlu repot, Ed. Aku tak mengapa.
EDI
Jangan terlalu cepat memutuskan. Kau terlihat buruk, Ron. Mata kau kosong, kau tak menarik untuk pembeli.
AMRON
Kau saja baru pindah ke kota ini, baru beberapa bulan. Tahu dari mana kau ada perkumpulan seperti itu?
EDI
Bapanku ini ada di kota tetangga, Ron. Aku diajak oleh pelangganku, sewaktu dulu di kota yang lama.
AMRON
Apa di sini sudah ada yang pernah ikut?
EDI
Belum ada, dan mungkin kau yang pertama.
AMRON
Tapi, aku benar tidak apa-apa, Ed.
EDI
Kau tak mau coba terlebih dahulu?
AMRON
Rasanya belum.
CLOSE UP wajah Edi yang tersenyum dan menepuk bahu Amron lalu berbisik.
EDI
Nanti kalau berubah pikiran, cari aku saja.
Edi yang berjalan pergi dan Amron menatapnya.
CUT TO:
5. INT – KAMAR TIDUR - MALAM
Kita melihat jam dinding yang berdetak.
6. INT. RUMAH KONTRAKAN - KAMAR TIDUR - MALAM
CASE: AMRON
Amron duduk di meja makan yang berada di kamar tidur.
INSERT.
Tangan yang membuka sepucuk surat.
AMRON (VO)
Untuk Amron,
Nak, bagaimana kabarnya? Sehat? Semoga kau selalu diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Tuhan ya.
Abak, Amak, dan adik-adik kau di sini semua sehat, kami baik-baik saja.
CLOSE UP wajah Amron yang tersenyum.
AMRON (CONT'D)
Kami mau memberitahukan sesuatu yang mungkin kau sulit menerimanya, mertua kau dan Mona sudah pergi dari rumahnya, sudah seminggu ini. Rumahnya sudah dihuni oleh orang yang kami tak kenal. Kami sudah banyak bertanya dengan tetangga, pembeli rumah mertuamu, hingga ke wali nagari. Tak ada yang tahu mereka pergi ke mana.
(Diam sejenak, mengernyitkan dahi).
Hah, Ke mana mereka bawa Mona?
(Lanjut membaca).
Laporan kehilangan sudah dibuat di kantor polisi, semoga ada kabar baik, dan kita bisa berjumpa dengan Mona lagi.
Kau jangan pulang dulu, kau fokus sama cita-cita kau di sana ya. Kalaupun kau pulang. Kau mau cari ke mana? Mona biar kami yang cari tahu di sini.
Salam sayang Anakku. Abak.
CLOSE UP wajah Amron yang bingung, menatap sekitar dan bergumam.
INSERT.
Tangan Amron yang bergetar dan menggebrak meja dengan kuat.
AMRON (CONT'D)
Di mana kau, Nak? Arggggh.
CUT TO: