4. Paranoid
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

4. Paranoid

19. INT. KANTOR PRITA – DAY

Prita sedang menulis berita. Kemudian Redoy menghampirinya dan memberikan es kopi.

REDOY

Biar gak ngantuk.

PRITA

(Menoleh)

Tumben banget!

REDOY

Anggep aja ini ucapan makasih gue sekaligus permintaan maaf udah ngomong kasar ke lo.

PRITA

Yaelah, Doy. Santai aja kali.

(Menyeruput es kopi)

REDOY

(Mengeluarkan flashdisk dan menyerahkan kepada Prita)

Gue cuma bisa bantu ini doang.

Prita memegang flashdisk tersebut dengan ekspresi bingung.

REDOY

Gue balik kerja dulu, ya.

(Menepuk bahu Prita)

CUT TO:

20. INT. KANTOR TAMA – DAY

Tama masih memeriksa berkas yang ia kumpulkan.

TEMAN 1

Istirahat dulu kali, Tam.

TAMA

(Menutup berkasnya)

Yang ada ntar gak kelar-kelar.

TEMAN 1

Lagian lo aneh. Gue bantuin malah nolak!

TAMA

Terlalu bahaya buat lo.

Teman 1 terdiam.

TAMA (CONT’D)

(Tertawa)

Bercanda, kali. Serius amat muka lo!

(Berdiri)

Gue pengen ngopi nih biar gak ngantuk!

TEMAN 1

Yuk, barengan.

CUT TO:

21. INT. KANTIN KANTOR TAMA – DAY

Tama menyeruput kopi hangatnya.

TEMAN 1

Adek lo masih betah jadi jurnalis, Tam?

TAMA

(Mengangguk)

Gue udah nyuruh dia berhenti. Tapi dia gak mau. Keras kepala kayak bokap.

TEMAN 1

(Menepuk bahu Tama)

Lo pasti khawatir banget sama dia. Tapi kalau gue di posisi dia, gue juga bakal lakuin hal yang sama (beat) meski nyawa taruhannya.

TAMA

Di dunia ini cuma ada dua cara buat bongkar kebenaran. Pertama, cara aman. Kedua, cara terang-terangan. Tapi dia milih cara yang kedua.

TEMAN 1

Berarti lo milih cara pertama?

TAMA

Gue juga pengen ngilangin label "bunuh diri" kematian bokap. Tapi kalau gue ikutin cara bokap selama ini buat ngusut kasus (beat) yang ada malah gue atau Prita jadi sasaran.

(Menoleh)

Dan sekarang Prita lagi terancam.

TEMAN 1

Kapanpun lo butuh bantuan, gue pasti bakal bantuin.

TAMA

Thanks, ya. Tapi gue gak mau nyeret orang lain. Gue gak pengen hidup lo berantakan gara-gara bantuin gue.

CUT TO:

22. INT. KANTOR PRITA — DAY

Jemari Prita terus menggerakkan kursor. Matanya menatap layar komputer tanpa berkedip. Prita menggerakkan mouse dan memblok nama seseorang.

PRITA

Handiko? (V.O)

Prita menulis nama tersebut di halaman pencarian. Kemudian muncul beberapa artikel. Prita membuka seluruh artikel tersebut dan membaca isinya.

PRITA

Penanggung jawab proyek Hunian Barat. (V.O)

CUT TO FLASH BACK:

23. INT. DI DALAM MOBIL — NIGHT

Prita mengamati foto yang tergantung di kaca mobil.

PRITA

Gak kerasa udah 2 tahun mama pergi.

PAPA PRITA

(Mengusap pundak Prita)

Besok kita bareng-bareng ke makam mama, ya.

PRITA

(Menoleh)

Emangnya besok papa gak ada liputan?

PAPA PRITA

Hmmm... ada sih. Tapi cuma sebentar. Selesai liputan, kita pergi ke makam mama.

PRITA

Kenapa papa tertarik banget sama kasus itu?

PAPA PRITA

Proyek Hunian Barat itu gak cuma proyek biasa. Kebanyakan media cuma nunjukin fungsi Hunian Barat di masa yang akan datang. Tapi, sedikit yang bahas tentang tanahnya milik siapa dan anggaran dananya dari mana.

PRITA

Bukannya mereka ngasih opsi ganti rugi dengan uang atau 1 unit Hunian, ya? Prita rasa mereka udah bertanggung jawab.

PAPA PRITA

Belum diganti.

PRITA

Semuanya?

Papa Prita mengangguk.

PRITA (CONT'D)

Kenapa gak nuntut? Padahal pembangunannya udah berjalan 75%.

PAPA PRITA

Ya karena mereka udah tanda tangan kontrak.

PRITA

Papa tahu isinya?

PAPA PRITA

(Mengangguk)

Salah satu poinnya, mereka dilarang menuntut dan menyebar berita tentang keterlambatan pembayaran ganti rugi.

PRITA

Kalau mereka nuntut, konsekuensinya apa?

PAPA PRITA

Biaya ganti rugi dianggap batal.

PRITA

Wah, gila. Papa punya salinan kontrak mereka?

Papa Prita hanya tersenyum.

CUT BACK TO:

24. INT. KANTOR PRITA — DAY

Prita menutup mulutnya karena kaget. Kemudian Prita menyalin seluruh informasi tadi ke dalam akun penyimpanan miliknya. Prita mencabut flashdisk dan memasukkannya ke dalam kotak eyeshadow.

PRITA

Redoy keparat. Kenapa baru sekarang lo ngasih informasi ini, nyet! (V.O)

CUT TO:

25. EXT. GANG RUMAH — DAY

Alex mematikan bara api rokoknya.

ALEX

Lo yakin dia adeknya Tommy?

ANAK BUAH 1

Yakin, Lex.

ANAK BUAH 2

Kita berdua dateng langsung ke alamat rumahnya Tommy yang lo kirim. Ternyata rumahnya udah dijual dan si pemilik rumah baru cuma ngasih tahu nama adeknya Tommy dan tempat dia jualan.

ALEX

Jualan? Maksud lo, adeknya Tommy buka warung, gitu?

ANAK BUAH 1

Jual lukisan, Lex. Ada yang gak kalah penting dari itu, Lex.

ALEX

Apaan?

Anak Buah 1 memberikan kode kepada Anak Buah 2. Kemudian Anak Buah 2 membisikkan sesuatu ke telinganya Alex.

CUT TO:

26. INT. KAMAR PRITA — NIGHT

Prita menyetak seluruh artikel yang membahas tentang Handiko. Kemudian menempelnya di tembok. Prita mengamati topik artikel yang berbeda tapi dengan tokoh utama yang sama.

CUT TO:

27. INT. BASECAMP — NIGHT

Alex menyalakan lampu. Pandangannya tertuju pada foto yang menempel di dinding.

ALEX

Kenapa lo gak pernah cerita, Tom? Gue pikir kita udah kayak saudara. Lo tahu kan? Gak ada satu pun yang gue sembunyiin dari lo maupun anak-anak.

CUT TO:

28. INT. KAMAR PRITA — NIGHT

Suara ketukan pintu membuyarkan pikiran Prita.

TAMA

Lo gak makan, Ta? (O.S)

Mendengar suara Tama, Prita langsung membuka pintu kamarnya.

PRITA

Lo lagi sibuk gak, Mas?

TAMA

(Menggeleng)

Kenapa?

PRITA

Bantuin gue!

(Menarik Tama)

Tama terkejut melihat dinding yang penuh artikel-artikel.

TAMA

Lo lagi nyari kasus apa lagi, Ta?

PRITA

Kasusnya Handiko. Penanggung jawab proyek Hunian Barat.

Tama menoleh ke arah Prita.

PRITA (CONT'D)

Yup! Kasus terakhir yang diliput Papa.

TAMA

Ta... (memegang kedua bahu Prita) Ini terlalu bahaya buat lo.

PRITA

(Melepas cengkeraman tangan Tama)

Gue tahu, Mas. Kalau lo nyuruh gue berhenti, jawaban gue masih sama dan gak akan berubah.

Tama mengusap kepalanya.

PRITA

Mas... Gue tahu lo peduli sama gue. Tapi, please izinin gue buat nuntasin ini semua.

TAMA

Y-Yaudah. Apa yang bisa gue bantu?

PRITA

Lo lihat ini (menunjuk artikel 1) keberhasilan HanGroup sebagai perusahaan properti.
Dan ini (menunjuk artikel ke-2) 1,5 tahun berikutnya owner HanGroup yaitu Handiko ditunjuk jadi penanggung jawab proyek Hunian Barat.
Terus ini (menunjuk artikel ke-3) seseorang gugat Handiko karena proyek Hunian Barat dianggap gak layak sebagai hunian.
Handiko menang gugatan (menunjuk artikel ke-4) dan lawyer-nya saat itu adalah Firma Hukum Lauren.

Tama menoleh ke arah Prita.

PRITA (CONT'D)

(Mengangguk)

Kantor lo. Dan lo tahu apa yang terjadi setahun kemudian? (beat) Handiko kecelakaan di tol dan meninggal dunia (menunjuk artikel ke-5).

TAMA

Dua minggu setelah kepergian Papa.

PRITA

Gue yakin dia ada hubungannya sama Papa. Sehari sebelum (beat) sehari sebelum Papa meninggal, Papa pernah bahas isi kontrak Hunian Barat. Gue yakin Papa pasti udah pernah ketemu sama dia.

Tama mengepalkan tangannya.

PRITA (CONT'D)

Gue butuh informasi data pribadi Handiko. Pasti kantor lo masih nyimpen data-datanya, Mas.

CUT TO:

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)