2. Maybe I'M the Problem
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

2. Maybe I’M the Problem

8. INT. KORIDOR KEPOLISIAN – DAY

Prita bertemu dengan Tama (28). Mereka duduk di kursi panjang.

TAMA

Bukannya lo ditugasin ngeliput artis-artis, ya?

PRITA

Bosen, Mas. Skandalnya paling selingkuh, cerai, gitu-gitu doang. Terus, lo ngapain di sini?

TAMA

Ya daripada lo dipecat. Biasalah ada klien yang perlu gue urus.

Prita diam dan menghela napas.

TAMA (CONT’D)

Apa gak sebaiknya udahan aja?

PRITA

(Menggeleng)

Kalau gue berhenti, gue bakal nyesel seumur hidup, Mas.

TAMA

(Mengusap punggung Prita)

Kejadian kemaren gak ada hubungannya sama kejadian 5 tahun lalu, Ta.

PRITA

(Menoleh ke arah Tama)

Lo yakin itu murni bunuh diri?

TAMA

(Mengangguk)

PETUGAS 1 menghampiri Prita dan Tama.

PETUGAS 1

Tam, kayanya kita gak bisa balik, deh. Di depan ada demo.

TAMA

(Mengerutkan dahi)

Demo apaan?

PETUGAS 1

Itu (Beat) kasus yang kemaren (melihat ke arah Prita)

PRITA

(Berdiri)

TAMA

(Berdiri dan memegang bahu Prita)

Lo balik liputan gih.

    CUT TO:

9. EXT. DI DEPAN KANTOR KEPOLISIAN – DAY

Jumlah pendemo tidak terlalu banyak dan semuanya adalah laki-laki. Di antara mereka membentangkan spanduk bertuliskan “USUT KEMATIAN TOMMY” dengan warna merah.

PENDEMO 1

Pak polisi tolong usut kematian sahabat kami, Pak!

Polisi sudah berdiri siaga.

PENDEMO 1 (CONT’D)

Ini murni pembunuhan, Pak!

Prita mengamati pria yang memegang kendali demo.

PETUGAS 2

Semua tenang (Beat) Saya kembali menyampaikan hasil yang sudah diputuskan oleh tim penyidik. Kasus ini murni bunuh diri karena minimnya bukti yang mengarah ke kasus pembunuhan.

Semua pendemo tampak keberatan dengan pernyataan yang disampaikan oleh petugas tersebut.

PETUGAS 2 (CONT’D)

Saya mengerti maksud baik kalian semua. Saya ingatkan kembali bahwa kasusnya sudah final. Jadi (Beat) silakan kalian pulang dan lanjutkan kembali pekerjaan kalian, ya.

Seluruh wajah pendemo terlihat kecewa, terutama PENDEMO 1.

PETUGAS 3

Sudah, bubar semua. Bubar (Mengusir)

Semua pendemo bubar dengan wajah kecewanya.

PRITA

(Mengikuti pendemo dan mencegat PENDEMO 1)

Sorry (Beat) Boleh ngomong sebentar gak?

PENDEMO 1

(Berdecak pinggang)

Apaan?

PRITA

(Mengeluarkan kartu nama)

PENDEMO 1

Mending lo tanya sama orang-orang di sana (menunjuk ke gedung kepolisian).
Narasumber kayak gue gini gak bisa bantu naikin berita yang lo tulis.

PRITA

Temen lo (Beat) gue yang nemuin temen lo.

PENDEMO 1

(Muka kaget)

PRITA (CONT’D)

Gue bakal jelasin tapi gak di sini.

(Melirik lingkungan sekitar).

CUT TO:

10. INT. BASECAMP – DAY

Pendemo 1 membawa Prita ke sebuah basecamp berukuran sekitar 3x3 meter. Pandangan Prita menyapu seluruh ruangan.

PENDEMO 1

Itu punya Tommy.

PRITA

Sorry

(kembali meletakkan buku di tempatnya)

PENDEMO 1

Gue Alex.

PRITA

(Menoleh)

Gue Prita. Sedeket apa hubungan lo sama Tommy?

ALEX

(Tersenyum simpul)

Harusnya gue yang nanya lo.

(Menghampiri Prita)

Lo punya hubungan apa sama Tommy? Kenapa lo ada di sana?

PRITA

(Menelan air ludah)

Sebelum kejadian, Tommy nelpon kalau dia punya informasi penting. Terus dia ngirim alamat dan nyuruh gue pergi ke sana.

ALEX

Informasi penting?

PRITA

(Mengangguk)

Kasus bunuh diri wartawan 5 tahun lalu (Beat) gue masih ngusut kasus itu sampai sekarang.

Alex masih memasang wajah bingung.

PRITA (CONT’D)

Saat gue nyari-nyari Tommy, tiba-tiba (Beat) dia jatuh dari lantai paling atas tepat di depan mata gue.

ALEX

Lo liat ada orang lain di sana gak?

PRITA

(Menggeleng)

Tapi gue yakin ini bukan bunuh diri. Tommy sengaja didorong dari lantai atas.

ALEX

(Menoleh)

Cuma gara-gara dia tahu kasus 5 tahun lalu?

Handphone Prita bergetar.

PRITA

(Mengangkat telepon)

Iya, Doy.

PENELEPON

LO DI MANA SIH NYET? (O.S)

PRITA

Gue lagi ngurus yang lain, Doy.

PENELEPON

Eh anjing! Urusan lo di sini aja kagak bener, belagak mau ngurusin yang lain. (O.S)

PRITA

Sorry, Doy.

PENELEPON

Eh Ta, lo kalau mau udahan jangan ngajak kita-kita dong. Lo jangan egois! Pikirin tim lo di sini yang udah lumutan nunggu. (O.S)

Prita memegang kepalanya.

PENELEPON (CONT’D)

Ini berita heboh, Ta. Kalau kita gak bawain, bakal udahan karir kita semua. (O.S)

Alex memandang Prita.

PRITA

Iya-iya gue otw ke sana.

Si penelepon mematikan panggilan. Prita buru-buru kembali ke lokasi liputan.

ALEX

Tunggu!

PRITA

Aduh! Gue udah disuruh balik liputan nih. Next time gue mampir lagi ke sini.

ALEX

(Mengulurkan tangan)

Sini kartu nama lo.

Prita memberikan kartu namanya kepada Alex.

ALEX (CONT’D)

Gue bakal hubungin lo secepatnya!

CUT TO:


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)