1. DE JAVU
1. INT. RUANG REDAKSI – DAY
Seluruh mata memandang Prita (25). Ada yang langsung bergumam dengan memicingkan mata, ada pula yang langsung buang muka.
KEPALA REDAKTUR
Prita sudah menoleh sejak tadi sebelum atasannya itu memanggil namanya dengan suara berat.
KEPALA REDAKTUR (CONT’D)
PRITA
KEPALA REDAKTUR
Semua mata menatap Prita lengkap dengan senyuman.
PRITA
(Mengangguk)
KEPALA REDAKTUR
(Kaget)
PRITA
(Berdiri)
Tanpa menunggu jawaban, Prita langsung bergegas meninggalkan ruangan redaksi yang sudah seperti ruang penghakiman baginya.
CUT TO:
2. EXT. HALTE BUSWAY - DAY
Prita menundukkan kepalanya sambil merutuki keputusan sepihak dari atasannya.
PRITA
(Memukul totebag miliknya dengan kesal)
Beberapa orang yang duduk di dekatnya hanya memberikan pandangan aneh sekaligus ngeri.
PRITA (CONT’D)
(Pukulannya semakin cepat)
Prita menghentikan tindakan anehnya. Bukan karena malu tapi karena handphone miliknya bergetar.
PRITA
(Muka penasaran)
PENELEPON
PRITA
(Muka kaget)
PENELEPON
Si penelepon menutup panggilannya. Handphone Prita kembali bergetar. Prita membuka pesan masuk dengan tangan gemetar.
CUT TO:
3. EXT. AREA BANGUNAN KOSONG – DAY
Prita membuka handphone memastikan alamat yang diterimanya.
CUT TO
4. EXT. DI ATAS BANGUNAN – DAY
Si penelepon mengamati Prita (Beat) handphonenya bergetar.
INTERCUT TO:
5. EXT. AREA BANGUNAN KOSONG – DAY
PRITA
(Muka cemas)
CUT TO:
6. EXT. DI ATAS BANGUNAN – DAY
Si penelepon hanya memandang handphonenya.
CUT BACK TO:
7. EXT. AREA BANGUNAN KOSONG – DAY
Prita memerhatikan setiap sisi bangunan sambil menelepon. Tiba-tiba terdengar hantaman keras di depannya. Prita terduduk lemas melihat orang di depannya tergeletak berlumuran darah.
CUT TO BLACK