1. De Javu
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

1. DE JAVU

1. INT. RUANG REDAKSI – DAY

Seluruh mata memandang Prita (25). Ada yang langsung bergumam dengan memicingkan mata, ada pula yang langsung buang muka.

KEPALA REDAKTUR

Prita...

Prita sudah menoleh sejak tadi sebelum atasannya itu memanggil namanya dengan suara berat.

KEPALA REDAKTUR (CONT’D)

Untuk menghindari keributan, mulai hari ini kamu saya tugaskan untuk meliput para artis.

PRITA

Tapi Pak,

KEPALA REDAKTUR

Atau kamu pilih mengundurkan diri saja?

Semua mata menatap Prita lengkap dengan senyuman.

PRITA

(Mengangguk)

Kalau begitu saya pamit, Pak.

KEPALA REDAKTUR

(Kaget)

Resign?

PRITA

(Berdiri)

Mau liputan (Beat) Para artis, kan?

Tanpa menunggu jawaban, Prita langsung bergegas meninggalkan ruangan redaksi yang sudah seperti ruang penghakiman baginya.

CUT TO:

2. EXT. HALTE BUSWAY - DAY

Prita menundukkan kepalanya sambil merutuki keputusan sepihak dari atasannya.

PRITA

Arghhh...

(Memukul totebag miliknya dengan kesal)

Lo pikir gue bakal mundur, hah?

Beberapa orang yang duduk di dekatnya hanya memberikan pandangan aneh sekaligus ngeri.

PRITA (CONT’D)

(Pukulannya semakin cepat)

Enggak semudah itu!!! (Beat)

Prita menghentikan tindakan anehnya. Bukan karena malu tapi karena handphone miliknya bergetar.

PRITA

(Muka penasaran)

Hallo?

PENELEPON

Gue punya bukti soal kejadian 5 tahun lalu. (O.S)

PRITA

(Muka kaget)

PENELEPON

Gue gak punya banyak waktu. Kalau lo pengen tahu yang sebenernya (Beat) Gue bakal share alamat dan lo harus ke sana. (O.S)

Si penelepon menutup panggilannya. Handphone Prita kembali bergetar. Prita membuka pesan masuk dengan tangan gemetar.

CUT TO:

3. EXT. AREA BANGUNAN KOSONG – DAY

Prita membuka handphone memastikan alamat yang diterimanya.

CUT TO

4. EXT. DI ATAS BANGUNAN – DAY

Si penelepon mengamati Prita (Beat) handphonenya bergetar.

INTERCUT TO:

5. EXT. AREA BANGUNAN KOSONG – DAY

PRITA

(Muka cemas)

Angkat dong!

CUT TO:

6. EXT. DI ATAS BANGUNAN – DAY

Si penelepon hanya memandang handphonenya.

CUT BACK TO:

7. EXT. AREA BANGUNAN KOSONG – DAY

Prita memerhatikan setiap sisi bangunan sambil menelepon. Tiba-tiba terdengar hantaman keras di depannya. Prita terduduk lemas melihat orang di depannya tergeletak berlumuran darah.

CUT TO BLACK

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)