3. Grudging
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

3. Grudging

11. EXT. PEMAKAMAN – DAY

Alex duduk menghadap makam yang masih basah.

ALEX

Gue gak nyangka lo bakal pergi secepat ini, Tom. Sepenting apa informasi yang lo punya sampai nyawa jadi taruhannya?

Alex mendekati makam Tommy dan menatap papan nisan.

ALEX (CONT’D)

Nyawa harus dibayar nyawa, Tom.

(Mengepalkan tangan)

Gue bakal cari tahu siapa pelakunya. Gue janji bakal bayar semuanya secara adil.

Alex beranjak pergi. Langkahnya terhenti setelah melihat penjaga kuburan.

ALEX

(Mengeluarkan uang)

Pak, tolong rawat dan bersihin makam temen saya, ya (menunjuk makam Tommy).

PENJAGA KUBURAN

Yang itu, Mas? (Menunjuk makam yang sama)

Alex mengangguk.

PENJAGA KUBURAN

Kemaren sudah ada yang ngasih saya upah untuk ngerawat makam itu.

ALEX

(Mengerutkan dahi)

Kalau begitu anggap saja ini tambahan untuk upah Bapak.

PENJAGA KUBURAN

(Membungkukkan badan)

Terima kasih, Mas.

CUT TO:

12. INT. RUANG MAKAN RUMAH PRITA – NIGHT

Prita masih mengamati foto barang-barang di dalam basecamp yang dihuni Tommy semasa hidupnya.

TAMA

Lagi liatin apa sih?

(Ikutan melihat)

PRITA

(Menutup Hp)

Nggak apa-apa kok, Mas.

Tama menatap Prita curiga.

PRITA (CONT’D)

Beneraaan... Gue cuma liatin postingan anak-anak pada hangout bareng.

TAMA

(Duduk di kursi yang berhadapan dengan Prita)

Skill lo itu banyak, Ta. Gak cuma bisa bikin lo jadi wartawan.

PRITA

(Tersenyum simpul)

Gue bakal berhenti kalau (beat) berhasil ngungkap kasus itu, Mas.

Tama berhenti makan dan meletakkan sendoknya.

PRITA (CONT’D)

Gue tahu lo khawatir. Tapi cuma ini satu-satunya cara buat ngungkap kebenarannya.

TAMA

Gak cuma lo yang pengen ngungkap kebenarannya, Ta. Gue juga. Tapi gue sadar ini terlalu bahaya. Gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang tuk kesekian kalinya.

Cut To:

13. EXT. DEPAN KEJAKSAAN – DAY

Prita dan rekan-rekan media lainnya menunggu artis yang sedang menjalankan sidang perceraian. Kemudian Alex pun datang menghampiri prita.

ALEX

H-hai…

PRITA

(Menoleh)

Eh, Lex. Sorry ya lo harus nyusul gue ke sini.

ALEX

(Mengusap leher belakangnya)

Kerjaan lo tiap hari kayak gini, ya? (Sambil mengamati sekitar)

PRITA

(Mengangguk)

Kita ngobrol di sana aja, yuk.

Alex mengikuti Prita menjauh dari keramaian.

PRITA (CONT’D)

Informasi apa yang mau lo sampaiin ke gue?

ALEX

Setelah gue baca-baca berita, gue masih belum tahu apa hubungannya Tommy sama kejadian 5 tahun lalu. Semua berita isinya sama, murni bunuh diri.

PRITA

(Muka marah)

DIBUNUH!

Alex bingung dengan respon Prita dan perubahan ekspresi wajahnya.

PRITA (CONT’D)

Gue ada di lokasi kejadian 5 tahun lalu. Sama kayak kejadiannya Tommy, gue ngeliat peristiwa itu secara langsung.

(Mata berkaca-kaca)

Lo tahu wartawan itu siapa?

(Menoleh ke arah Alex)

Alex semakin bingung dengan Prita yang begitu emosional menceritakan kejadian 5 tahun lalu.

PRITA (CONT’D)

Bokap gue.

(Menundukkan kepala)

Alex mendekati Prita dan mengusap pundaknya.

ALEX

S-sorry… gue gak tahu.

(Ekspresi menyesal)

CUT TO:

14. INT. KANTOR TAMA – DAY

Berkas-berkas berserakkan di atas meja kerja. Tama masih mengecek satu per satu berkas tersebut.

TEMAN 1

Nih pesenan lo!

(Meletakkan tumpukkan berkas lainnya di atas meja kerjanya Tama)

TAMA

Thank you, ya.

(Pandangannya masih fokus dengan lembaran kertas yang ia periksa)

TEMAN 1

Lo lagi kurang kerjaan, ya, Tam?

TAMA

Lo gak lihat kerjaan gue lagi banyak?

(Tetap memeriksa berkasnya)

TEMAN 1

Ya, justru maksud gue itu. Kurang kerjaan banget bongkar berkas-berkas lama.

Tama hanya tersenyum simpul.

TEMAN 1 (CONT’D)

Kalau gitu gue cabut dulu, deh.

Tama menoleh dan menganggukkan kepalanya.

CUT TO:

15. INT. BASECAMP – DAY

Prita mengamati buku yang diberikan oleh Alex.

ALEX

Itu buku terakhir yang Tommy kerjain.

Prita memandang lekat kalimat pendek “ASRAR” yang merupakan judul dari buku itu.

ALEX (CONT’D)

Meski dikenal preman, gak banyak yang tahu kalau Tommy punya kemampuan nulis di atas rata-rata.

PRITA

Cuma ada satu?

(Mengangkat buku yang dipegang)

ALEX

(Mengangguk)

Tommy cuma nyetak satu untuk setiap buku-buku yang dia tulis.

Prita membuka buku tersebut. Di lembar kesekian Prita menemukan potongan kertas, lalu mengambilnya. Kemudian dia mengeluarkan handphone. Ekspresinya berubah kaget.

PRITA

Sama persis.

Alex yang penasaran pun menghampiri Prita dan melihat tulisan di kertas dengan pesan singkat di handphone-nya Prita.

ALEX

(Menoleh ke arah Prita)

Ini lokasi kalian ketemu?

PRITA

(Mengangguk)

Ada yang aneh.

ALEX

Maksud lo?

PRITA

Kalau lo ngajak ketemuan sama orang, apa yang bakal lo lakuin?

ALEX

Nelepon atau ngirim pesan kayak gitu.

PRITA

Tapi Tommy nyatet alamat ini di kertas.

(Mengangkat potongan kertas tadi)

ALEX

Jadi, maksud lo Tommy disuruh sama orang lain?

PRITA

Ada dua kemungkinan. Tommy disuruh atau Tommy sengaja gantiin orang itu.

Alex meremas rambutnya.

PRITA (CONT’D)

Lo yakin Tommy gak punya keluarga?

ALEX

Soal keluarga, Tommy sedikit tertutup. Dia cuma bilang hubungannya sama adeknya makin gak bener setelah orang tuanya meninggal. Itu alesan dia mutusin buat tinggal di sini.

PRITA

Tommy ada nunjukin foto adeknya gak?

ALEX

(Menggeleng)

Menurut lo ini ada hubungannya sama adeknya?

PRITA

(Menghela napas)

Gue gak yakin, sih. Apalagi hubungan mereka gak baik. Kecil kemungkinan kalau mereka masih komunikasi.

Tiba-tiba handphone Prita bergetar.

PRITA (CONT’D)

Gue udah dapet panggilan negara (Menunjukkan layar handphone-nya)
Kalau gitu gue cabut dulu.

Alex mengangguk dan Prita pun pergi meninggalkan basecamp. Setelah Prita pergi, Alex mengeluarkan Hp-nya dan menelepon seseorang.

ALEX

Gue butuh bantuan lo buat nyari seseorang.

CUT TO:

16. INT. KAMAR TIDUR PRITA – NIGHT

Prita membuka buku ASRAR milik Tommy. Kemudian ia mengambil potongan kertas tadi dan memandangnya lekat-lekat.

CUT TO FLASH BACK:

17. EXT. AREA GEDUNG KOSONG – DAY

Detik-detik Prita melihat kematian Tommy yang terjatuh dari lantai paling atas.

CUT BACK TO:

18. EXT. DI DEPAN RUMAH – NIGHT

Tama mengetuk pintu. Ia membawa pulang berkas tadi pagi yang tersisa. Tidak lama kemudian Prita membuka pintu.

PRITA

Banyak banget berkas lo, Mas!

TAMA

Iya, nih. Tolong bantuin gue masukin ini ke dalem, Ta.

CUT TO:

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)