Daftar isi
#1
Tempurung yang retak di bawah senja
#2
Kota itu bernama kenangan
#3
Yang tak di rencanakan
#4
Senyuman yang membuatku pulang
#5
Tanda-tanda yang tak kubaca
#6
Hujan tak pernah salah turun
#7
Luka yang belajar diam
#8
Belajar mengiklaskan
#9
Tempurung merah muda
#10
Untuk mu
#11
Yang tersisa di senyap
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#9
Tempurung merah muda
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Di atas meja kecil di kamarmasih ada dua kura-kura Brazil yang dulu pernah kubelisepasang kecil bersembunyi dalam tempurung mereka saat dunia terasa bisingMereka tidak pernah bertanya mengapa hujan turuntidak pernah meminta alasan ketika kesepian datangMereka hanya diam dan tetap hidupDan mungkin di sanalah aku belajarBahwa menjadi rapuh tak apaBahwa diam bukan berarti kalahBahwa menyembunyikan diri dalam tempurung bukan bentuk pelarianmelainkan cara paling jujur untuk bertahanAk
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp19.000
atau 19 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp99.000
atau 99 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 8
Belajar mengiklaskan
Chapter Selanjutnya
Chapter 10
Untuk mu
Sedang Dibicarakan
Flash
Bronze
Lebur
Rere Valencia
Novel
Bronze
Somebody to Love
Asya Azalea
Cerpen
Bronze
Kontrakan Sakinah
Tini Ubadipura
Flash
Bronze
Terbawa Suasana ke Dia
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Dokter Muda
Herman Siem
Cerpen
Bronze
Biji Delima
Ahmad Muhaimin
Flash
ASING
Rizal Syaiful Hidayat
Cerpen
Bronze
Robohnya Istana Pangeran Kuda Sembrani
Baiq Desi Rindrawati
Novel
Come to Stay
Winda Nazira
Novel
Bronze
Panggilan Hitam Pesantren Kelam
Arslan Cealach
Flash
Bronze
Mobil Lampu Merah
Putri Rafi
Flash
Bronze
Cinta yang Tak Mungkin Bersatu
Sulistiyo Suparno
Novel
Semestanya Arutala
Denting Piano
Flash
CAMPERNIK
zae_suk
Cerpen
Bronze
Seblak vs Mie Jebew
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Tangan Kasar Pendidik
Temu Sunyi
Cerpen
Bronze
Sunggar Kuntilanak
Dewie Sudarsh
Cerpen
Sakura dan Senja
Leni Aulia Ayu
Flash
Bronze
Orang Buta dan Ular
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Terbungkus dalam Sunyi: Mencintai Dalam Diam
Vincentius Atrayu Januar Dewanto