Daftar isi
#1
Untuk Apa Saya Menulis?
#2
Memo Memo Memori
#3
Memo Memo Memori Bagian 2
#4
Memo Memo Memori Bagian 3
#5
Mencintai Dua Perempuan
#6
Metafora Ombak
#7
Kata-kata
#8
Ia Mengirimiku Foto Dirinya Bermain Gokart
#9
Ia Mengirimiku Foto Dirinya Menonton Sendra Tari
#10
Sepatu yang Hilang
#11
Membaca Novel Sapardi
#12
Kronik Sebuah Perjalanan [1]
#13
Kronik Sebuah Perjalanan [2]
#14
Kronik Sebuah Perjalanan [3]
#15
Kronik Sebuah Perjalanan [4]
#16
Kronik Sebuah Perjalanan [5]
#17
Kronik Sebuah Perjalanan [6]
#18
Surat-Surat untuk J (#1)
#19
Surat-Surat untuk J (#2)
#20
Surat-Surat untuk J (#3)
#21
Surat-Surat untuk J (#4)
#22
Surat-Surat untuk J (#5)
#23
Surat-Surat untuk J (#6)
#24
Surat-Surat untuk J (#7)
#25
Dialog-Dialog Yang Tidak Pernah Terjadi [1]
#26
Dialog-Dialog Yang Tidak Pernah Terjadi [2]
#27
Dialog-Dialog Yang Tidak Pernah Terjadi [3]
#28
Adegan-Adegan Yang Tercipta di Udara [1]
#29
Adegan-Adegan Yang Tercipta di Udara [2]
#30
Adegan-Adegan Yang Tercipta di Udara [3]
#31
Adegan-Adegan Yang Tercipta di Udara [4]
#32
Adegan-Adegan Yang Tercipta di Udara [5]
#33
Adegan-Adegan Yang Tercipta di Udara [6]
#34
Adegan-Adegan Yang Tercipta di Udara [7]
#35
Ingatan-Ingatan yang Hanya Samar [1]
#36
Ingatan-Ingatan yang Hanya Samar [2]
#37
Ingatan-Ingatan yang Hanya Samar [3]
#38
Tentang Penulis
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#33
Adegan-Adegan Yang Tercipta di Udara [6]
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Aku hanya tersenyum. Aku tahu, itu bukan kegelisahannya yang baru.
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp2.000
atau 2 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp35.000
atau 35 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 32
Adegan-Adegan Yang Tercipta di Udara [5]
Chapter Selanjutnya
Chapter 34
Adegan-Adegan Yang Tercipta di Udara [7]
Sedang Dibicarakan
Cerpen
Gelas Ketiga
Rizki Mubarok
Cerpen
Bronze
Diammu Bukan Emas
aksara_g.rain
Flash
Bronze
ARTI YANG TERSEMBUNYI
Rahmayanti
Cerpen
Bronze
Line 00
MiiraR
Novel
Bronze
Sacred Promised
Dudun Parwanto
Cerpen
Terlalu Bodoh Untuk Jadi Kenyataan
Kosong/Satu
Novel
Kamu Musuhku bukan Tunanganku
Kaitani Hikari
Cerpen
Bronze
Pudar
Fataya
Flash
Rahasia Kucing
Cheri Nanas
Flash
Cerita Kita
Nisa Amalia
Novel
Bronze
BUKAN HARI KEMARIN
Siti rokhmah
Cerpen
Bronze
Teror Rumah Nenek
Yona Elia Pratiwi
Flash
"Jangan di Dalam"
A. R. Tawira
Cerpen
Senandung Luka
INeeTha
Cerpen
Di Balik Meja Nomor 17
Fredhi Lavelle
Novel
KELANA
Indah Nur Lailia
Cerpen
Bronze
Audrey
Sulistiyo Suparno
Novel
Pengakuan Setiap Masa
Ajis Makruf
Novel
Bronze
Mozaik Duka
AmertaSandyakala
Flash
Bronze
Cilok Sepuluh Ribu
B12