FADE IN:
22. INT. KAMAR ZENA – MALAM
Lampu kamar redup. ZENA duduk di tempat tidur, menatap ponselnya.
Layar chat terbuka:
Nama: DAVA
Pesan masuk:
Zena tersenyum kecil.
CUT TO:
MONTAGE – CHAT ZENA & DAVA
— Zena tersenyum membaca pesan
— Zena membalas sambil rebahan
— Notifikasi pagi: “Selamat pagi :)”
— Notifikasi malam: “Jangan begadang ya”
MONTAGE BERAKHIR.
KEMBALI KE: INT. KAMAR ZENA – MALAM
Zena menatap layar, ragu.
Pesan dari Dava:
“Besok ketemu yuk. Aku pengen kenal kamu lebih dekat.”
Zena menarik napas.
CUT TO BLACK.
23. EXT. KAFE – MALAM
Kafe kecil dengan lampu kuning hangat. Suasana tenang. Sedikit romantis.
24. INT. KAFE – MALAM
Zena masuk. Matanya mencari.
Di sudut ruangan—DAVA (23), rapi, tersenyum.
DAVA
Zena mengangguk kecil.
ZENA
Dava berdiri, menarikkan kursi.
DAVA
Zena duduk.
Di meja sudah ada dua cangkir cokelat panas.
ZENA
DAVA
Zena tersenyum tipis. Sedikit tersanjung.
Beat.
DAVA
Zena salah tingkah kecil.
ZENA
Percakapan mengalir.
Namun—
CLOSE UP – MATA DAVA
Tatapannya terlalu fokus.
Terlalu lama.
Seolah tidak ingin melewatkan satu detail pun dari wajah Zena.
Zena mulai sedikit tidak nyaman.
25. ANGLE LAIN – KAFE
Sekelompok anak muda tertawa.
Di antara mereka—
SEORANG PEMUDA BERBAJU HITAM memakai MASKER.
Diam.
Matanya mengarah ke Zena dan Dava.
Tajam.
Mengamati.
KEMBALI KE MEJA ZENA DAN DAVA
Dava perlahan menyentuh tangan Zena.
Terlalu lama.
Zena langsung menegang kecil.
DAVA
Beat.
DAVA (CONT’D)
Zena menarik tangannya pelan.
ZENA
Namun wajahnya mulai canggung.
26. EXT. KAFE – MALAM
Zena dan Dava keluar.
DAVA
ZENA
DAVA
Zena sedikit terdiam.
Kalimat itu terdengar aneh.
ZENA
Tatapan Dava berubah sesaat.
Sedikit dingin.
Lalu kembali tersenyum.
DAVA
Ponsel Zena bergetar.
INSERT – LAYAR HP:
Zena menelan ludah.
ZENA
Dava tersenyum kecil.
Terlalu puas.
27. INT. MOBIL DAVA – MALAM
Suasana mulai hening.
Lampu jalan bergantian melewati wajah mereka.
Zena melihat keluar jendela.
DAVA
ZENA
Beat.
DAVA
Zena menoleh kecil.
Ada sesuatu dalam nada suara Dava yang membuatnya tidak nyaman.
Mobil terus melaju.
ZENA
DAVA
Senyum tipis.
DAVA (CONT’D)
Zena mulai panik.
ZENA
Tidak ada jawaban.
28. EXT. JALAN SEPI – MALAM
Mobil berhenti.
Sepi. Gelap. Hanya lampu jalan redup.
Suara jangkrik.
29. INT. MOBIL – MALAM
Mesin menyala. Mobil berhenti.
Sunyi.
Zena mulai merasa ada yang tidak beres.
ZENA
Dava tidak langsung jawab.
Ia menoleh.
Senyumnya... berbeda.
Dingin.
DAVA
Beat.
Tangan Dava perlahan menyentuh pergelangan Zena.
Awalnya ringan.
Lalu—
mencengkeram.
ZENA
(tegang)
DAVA
Tubuhnya maju sedikit.
Zena mundur... terjebak kursi.
Tangannya mencoba lepas.
Gagal.
CLOSE UP – JARI DAVA
Makin kuat.
ZENA
DAVA
(pelan, mengancam)
Beat.
DAVA (CONT’D)
Napas Zena makin cepat.
Matanya mencari... pintu.
Terkunci.
Dava semakin mendekat.
ZENA
Detik itu—
PLAK!
Tamparan keras.
Sunyi.
CLOSE UP – WAJAH DAVA
Perlahan menoleh kembali.
Matanya berubah.
Lebih gelap.
DAVA
(sangat pelan)
Zena panik.
Langsung meraih handle pintu—
TERKUNCI.
Dava menarik lengannya lagi.
Zena berontak.
Dengan sisa tenaga—
Ia memaksa membuka pintu.
klik.
30. EXT. JALAN SEPI – MALAM
Pintu terbuka kasar. Zena keluar. Dava mengikuti.
Zena jatuh hampir tersungkur ke aspal.
Napasnya kacau.
Ia mundur cepat.
Gemetar.
Mobil masih menyala di belakangnya.
Lampu menyorot tubuhnya.
Zena berdiri.
ZENA
DAVA
Zena menggeleng. Langkahnya perlahan mundur. Kakinya sedikit goyah. Hampir jatuh.
FLASH CUT.
SUARA LANGKAH. Dari arah gelap. Tegas. Cepat.
Seseorang muncul dari bayangan.
PEMUDA BERMASKER.
Diam.
Namun auranya... berbeda.
Berbahaya.
Untuk Dava.
CLOSE UP – MATA PEMUDA BERMASKER
Dingin. Penuh amarah tertahan.
Dava berhenti.
Menatapnya.
DAVA
Pemuda itu tidak menjawab.
Satu langkah maju.
Ia mendekat.
Zena menatapnya—takut, tapi juga... sedikit merasa aman.
Hening.
Tegang.
Angin malam berembus pelan.
FADE OUT.