FADE IN:
12. INT. KAMAR ZENA – PAGI
Cahaya matahari menembus tirai tipis.
ZENA, masih tertidur pulas di balik selimut.
Ponsel di sampingnya masih menyala—layar YouTube pause.
PINTU diketuk keras.
PUSPA CAHAYA DININGRAT (45) (O.S.)
Zena mengerang. Menarik selimut menutupi kepala.
ZENA
PUSPA (O.S.)
Zena langsung membuka mata.
CUT TO:
13. INT. DEPAN KAMAR – PAGI
Pintu terbuka. PUSPA, berdiri tegas sambil menyodorkan handuk.
PUSPA
Zena menerima handuk dengan wajah pasrah.
CUT TO:
14. INT. KAMAR ZENA – PAGI
Pintu tertutup. Zena kembali menjatuhkan diri ke kasur.
Beat.
PUSPA (O.S.)
Zena langsung bangkit.
ZENA
CUT TO:
15. INT. KAMAR MANDI – PAGI
Zena mandi dengan ekspresi setengah sadar.
ZENA (V.O.)
CUT TO:
16. INT. RUANG MAKAN – PAGI
Meja makan sederhana. HARTAWAN (50) duduk santai sambil minum teh. Puspa berdiri di dekat dapur, masih mengomel.
PUSPA
Hartawan menahan tawa.
HARTAWAN
Zena masuk, rambut masih setengah basah.
ZENA
ZENA (V.O.)
Puspa langsung menyodorkan piring ke meja.
PUSPA
Zena duduk.
ZENA (V.O.)
Zena mengambil sendok.
HARTAWAN
ZENA
Zena makan pelan. Tatapannya kosong sesaat.
Beat.
ZENA (V.O.)
Zena mengambil tasnya.
ZENA (V.O.)
CUT TO:
17. EXT. JALAN YOGYAKARTA – PAGI
Mobil melaju di jalanan kota.
ZENA (V.O.)
Zena menyandar di jendela, menikmati suasana pagi.
ZENA (V.O.)
Zena memandang keluar jendela mobil.
Deretan orang berlalu.
Lampu merah.
Pedagang kaki lima.
Langit pagi Yogyakarta.
Semua tampak biasa.
Seolah tidak ada sesuatu pun yang akan mengubah hidupnya.
Beat.
HARTAWAN
ZENA
Hartawan mengangguk, meski masih terlihat khawatir.
CUT TO:
18. EXT. KAMPUS – PAGI
Suasana kampus ramai. Tiga sahabat Zena—MAYA, VINA, ANYA—melambaikan tangan heboh.
MAYA
ZENA
Mereka tertawa.
ZENA (V.O.)
CUT TO:
19. INT. KELAS – PAGI
Mahasiswa duduk rapi. Suasana berubah hening saat PAK RENDRA (50), dosen killer, masuk.
PAK RENDRA
MAHASISWA
PAK RENDRA
Keluhan kecil terdengar.
PAK RENDRA (CONT’D)
Zena dan teman-temannya saling pandang.
CUT TO:
20. INT. KANTIN KAMPUS – SIANG
Kantin ramai. Maya, Vina, dan Anya sibuk memilih makanan. Zena duduk, fokus pada ponselnya.
MAYA
ZENA
Vina dan Anya langsung mengintip layar ponsel.
ZENA
VINA
Zena mendengus.
ZENA
ANYA
Zena tertawa kecil.
ZENA
MAYA
Zena ragu sebentar.
ZENA
Mereka langsung mendekat.
VINA
ANYA
MAYA
Zena mengangkat bahu.
ZENA
Ketiganya saling pandang—lalu serempak:
MAYA / VINA / ANYA
Zena langsung menepuk bahu Maya.
ZENA
Mereka tertawa.
Zena kembali melihat ponselnya.
Layar kosong.
Tidak ada notifikasi.
Beat.
ZENA (V.O.)
Beat.
ZENA (V.O.)
CLOSE UP – WAJAH ZENA
Ada harap kecil di matanya.
CUT TO:
FLASH CUT – SOSOK PRIA (TIDAK JELAS WAJAHNYA)
Senyum samar.
CUT BACK:
21. INT. KANTIN – SIANG (LANJUT)
Zena masih menatap layar. Hening di tengah keramaian.
FADE OUT.