Sapaan Rindu
1. BAB 1 - Cahaya Yang Hilang
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

SAPAAN RINDU

Written by

Bias Divhanka

Draft 1


BAB 1: CAHAYA YANG HILANG


FADE IN:

1. EXT. GEDUNG PERNIKAHAN – PAGI (FLASHBACK)

Dekorasi pernikahan yang elegan. Bunga putih, kursi tersusun rapi. Suasana hangat dan penuh harap.

ZENA AZURA (21) berdiri dalam gaun pengantin. Wajahnya tegang, namun bahagia.

Di ujung lorong, BINTANG (23) berdiri. Tatapannya penuh keyakinan. Mereka saling menatap.

ZENA (V.O.)

Hari itu... seharusnya menjadi hari pernikahanku.

CUT TO:


2. EXT. JALAN RAYA – MALAM (FLASHBACK)

Sebuah mobil melaju. Tiba-tiba— seekor kucing meloncat ke jalan. Suara rem mendadak. Mobil oleng. Menabrak pohon besar. Gelap.

ZENA (V.O.)

Namun sejak kecelakaan itu... segalanya runtuh.

CUT TO:


3. INT. KAMAR – PAGI

Sunyi. Seberkas cahaya masuk dari jendela, menerangi ruangan sederhana. ZENA kini duduk di ranjang. Matanya kosong. Tidak fokus. Ia tidak melihat.

ZENA (V.O.)

Dalam hitungan detik, warna duniaku berubah gelap.

Zena perlahan menoleh ke arah suara kecil di luar kamar. Hening.

     ZENA (V.O.)

Tak ada yang benar-benar sama setelah itu.

ZENA menunduk. Tangannya menggenggam ujung selimut.

ZENA (V.O.)

Aku masih menunggu suaranya.

Sunyi tetap menjawab.

CUT TO:

CLOSE UP – WAJAH ZENA

Air mata perlahan jatuh.

ZENA (V.O.)

Tapi yang datang hanya sunyi...

Beat.

ZENA (V.O.)

Bintang.

CUT TO:


4. FLASH CUT – BINTANG TERSENYUM (MASA LALU)

ZENA (V.O.)

Nama itu... masih terasa asing, sekaligus terlalu dekat.

CUT TO:


5. INT. KAMAR – PAGI

Zena menarik napas pelan.

ZENA (V.O.)

Ada bagian dari diriku yang ingin membencinya. Tapi...


6. FLASH CUT – BINTANG MEMANGGIL LEMBUT

BINTANG (V.O.)

(pelan) Sayang...


7. KEMBALI KE: INT. KAMAR – PAGI

ZENA (V.O.)

...ada pula yang masih mengingat caranya memanggil namaku.

Sunyi.

ZENA (V.O.)

Ada sesuatu tentang kepergiannya... yang masih menghantuiku.

ZENA mengepalkan tangan.

CUT TO:


8. INT. RUMAH – PAGI

Langkah kaki terdengar di lantai. Seseorang (OFF SCREEN) mendekat.

ZENA (V.O.)

Pagi datang seperti biasa. Tapi bagiku... pagi tak lagi membawa warna.

Tangan seseorang membantu ZENA berdiri.

CUT TO:


9. INT. DEKAT JENDELA – PAGI

ZENA didudukkan di kursi. Tirai bergerak pelan tertiup angin. Cahaya matahari masuk hangat. Namun matanya tetap kosong.

ZENA (V.O.)

Aku kini hanya mengenal hari melalui suara...

SFX:

– langkah kaki

– denting sendok dari dapur

– angin menyentuh tirai

ZENA (V.O.)

...langkah, dan angin yang setiap pagi menggerakkan tirai.

Beat.

ZENA (V.O.)

Dulu... aku selalu menyambut pagi dengan secangkir kopi...


10. FLASH CUT – ZENA TERTAWA DI TELEPON

BINTANG (V.O.)

Pagi, sayang.

ZENA (V.O.)

...dan telepon darinya.

CUT BACK:


11. INT. DEKAT JENDELA – PAGI


Hening.

Tidak ada suara telepon.

ZENA (V.O.)

Kini... telepon itu tak pernah berdering lagi.

Ia menunduk.

ZENA (V.O.)

Yang tersisa... hanya kenangan tentang suaranya.

Air mata jatuh.

Beat.

ZENA (V.O.)

Aku pernah berpikir... cinta membuat segalanya mungkin.

Beat.

ZENA (V.O.)

Ternyata aku salah.

Hening panjang

ZENA (V.O.)

Mungkin suatu hari nanti... aku akan tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Beat.

ZENA (V.O.)

Atau mungkin... aku hanya perlu belajar hidup tanpanya.

Air mata jatuh lebih deras.

Hening.

Tanpa suara.


FADE OUT.


---


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)