NADA CINTA UNTUK GITA
15. 15
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

EXT. SMA 7 - ROOFTOP — DAY

Mahesh berjalan memasuki lantai rooftop. Kita lihat Grey muncul dan mengikuti Mahesh. Grey yang kesal lalu melempar kertas yang sudah berwujud bola itu ke arah Mahesh dan tepat mengenai punggungnya. Mahesh berhenti. Dengan wajah menahan kesalnya dia berbalik sehingga berhadap - hadapan dengan Grey. Grey dan Mahesh sama - sama menunjukan wajah membrengut mereka.

MAHESH

Apalagi salahku?

GREY

Apa kamu pikir dengan mengembalikan lirik lagu itu bisa merubah segalanya? Orang - orang sudah tau kalo lagu itu punya bandmu.

MAHESH

Lalu apa yang kamu inginkan? Memberi credit kalo lagu itu adalah lagu ciptaanmu?

GREY

Kamu mau aku dipecat dari bandku?

MAHESH

Lalu apa mau?

GREY

Kamu ambil saja lagu itu!

MAHESH

(ngejek dengan sinis)

Kamu pikir aku mau lagu cengengmu itu?

GREY

(membuang muka)

Terserah!

Grey pergi. Mahesh menatapnya kesal. Mahesh menatap lirik lagu yang berbentuk bola itu. Dia mengambilnya menatapnya dengan api cemburu.

MAHESH

(ngedumel marah - marah sendiri)

Ini lagu yang kamu tulis untuk pacarmu itu, kan?

Dengan konyol Mahesh kemudian merobek - robek kertas lirik itu.

CUT TO:

EXT. SMA 7 - TANGGA — DAY

Mahesh menuruni tangga rooftop. Dia berjalan menelusuri selasar kelas. Di belakangnya diam - diam Swas and the gank yang terlihat memiliki rencana jahat memperhatikannya kemudian mengikuti Mahesh.

CUT TO:

INT. SMA 7 - DEPAN TOILET — LATER

Kita lihat Mahesh yang masuk ke dalam toilet. Swas and the gank yang mengikutinya menunggunya di luar toilet. Ketika Mahesh memnbuka pintu toilet, Swas segera mendorong Mahesh masuk ke dalam....

CUT TO:

INT. SMA 7 - TOILET — LATER

Swastika and the gank mengeroyok Mahesh. Dengan muka babak belur Mahesh berusaha melawan.

SWAS

Kamu ngapain gangguin Grey terus, heh?

Mahesh tersenyum sinis.

MAHESH

Oh, jadi ini karena dia?

SWAS

(menghantam pipi Mahesh mengeluarkan kekesalannya)

Iya!

Mahesh sempoyongan. Bibir Mahesh mengeluarkan darah. Dia kemudian tersenyum sinis.

MAHESH

Kenapa? Nggak suka liat aku gangguin dia?

Swas kesal lalu memegangi kerah baju Mahesh.

SWAS

(memperingatkan)

Kamu denger ya baik - baik! Grey itu milik aku. Jadi menjauhlah darinya!

Mahesh kesal mendengar kata - kata Swas. Dia kemudian meninju perut Swas. Swas terngjungkal ke belakang membentur tembok. Salah seorang gank Swas berusaha menolong Swas dan 2 orang yang lainnya mencoba untuk menghantam Mahesh. Namun dengan cepat Mahesh menghindar dan memberikan bogem ke pada 2 orang gank Swas. Mahesh lalu mendorong Swas ke tembok kemudian memegangi leher Swas seperti mencekiknya sebagai ancaman.

MAHESH

(mengancam)

Awas kalo kalian mendekat! Bos kalian yang akan mendapat akibatnya.

Swas mengisyaratkan agar gank - nya berhenti.

MAHESH

(mengejek)

Masih siang tapi mainnya rame - rame. Dasar pengecut!

Swas menautkan rahangnya.

MAHESH

Kamu bilang apa? Grey itu milikmu?

Mahesh tertawa mengejek. Swas menahan kesal.

MAHESH

Baiklah. Kalo dia memang milikmu, (mendekatkan bibirnya ke telinga Swas) aku akan merebutnya darimu.

Mahesh lalu melepaskan Swas dengan muka menantang. Mahesh membuka pintu toilet. Swas memandanginya dengan menahan kesal.

GANK SWAS #1

Bahaya juga tuh, anak baru.

Swas mengerang.

CUT TO:

EXT. SMA 7 - SELASAR KELAS — LATER

Kita lihat wajah - wajah kaget para siswa.

SISWA

Mahesh kenapa?

Kita lihat Mahesh yang berjalan dengan wajah babak belurnya. Sekolah terlihat heboh olehnya.

Dari arah berlawanan, kita lihat Grey sedang berjalan sambil menyedot jus jeruknya. Dia melihat ada kehebohan di depannya. Dia terlihat penasaran. Namun kemudian menghela nafas lelah.

GREY

Seperti biasa si tukang bikin sensasi pasti bikin sensasi baru lagi. (memanjatkan doa) Semoga kali ini bukan sensasi yang menggangguku lagi.

Baru selesai berdoa, Mahesh muncul di hadapannya dengan muka babak belurnya. SLOW MOTION CU Grey yang menatap wajah Mahesh terlihat syok. CU Mahesh yang berjalan jutek melewati Grey tanpa melihatnya. Grey langsung menghentikan langkahnya. Jantungnya berdebar dipenuhi rasa khawatir. Dia memutar tubuhnya untuk melihat Mahesh. Mahesh terlihat berjalan angkuh. Grey langsung tersadar.

GREY

Bukan urusanku! Aku tidak peduli!

Grey langsung acuh sambil memutar tubuhnya dan pergi.

CUT TO:

EXT. SMA 7 - KELAS XI - A5 — LATER

Grey duduk di mejanya dengan muka khawatir. Dia kemudian mendengar teman - temannya menggosip.

TEMAN KELAS GREY #1

Mahesh kenapa ya, mukanya black and blue kayak gitu?

TEMAN KELAS GREY #2

Jatuh mungkin?

TEMAN KELAS GREY #3

Jatuh kok, mukanya kayak orang lagi berantem kayak gitu?

TEMAN KELAS GREY #1

Jangan - jangan berantem?

TEMAN KELAS GREY #2

Ama siapa? Emang dia punya musuh di sekolah ini?

TEMAN KELAS GREY #3

Siapa tau cowok - cowok yang jealous karena ceweknya lebih mikirin Mahesh ketimbang pacarnya sendiri.

Mereka kemudian ketawa.

TEMAN KELAS GREY #2

Eh tapi, Mahesh keliatan ganteng banget ya, mukanya babak belur kayak gitu. Jadi keliatan lebih macho.

TEMAN KELAS GREY #1

Bener ih, jadi makin naksir.

Mereka ketawa gemas.

TEMAN KELAS GREY #3

Ih apaan sih, kita? Bukannya mengkhawatirkannya malah makin mengaguminya.

TEMAN KELAS GREY #2

(ngayal)

Jadi pengen ngolesin lukanya dengan obat. Obat cinta.

Mereka ketawa gemas.

Sementara Grey terlihat sedang berperang dengan bathinnya.

GREY (V.O)

ENGGAK! APA PEDULIKU DIA BABAK BELUR ATO TIDAK?! BUKAN URUSANKU!

Grey meyakinkan dirinya sendiri. Kemudian mukanya terlihat khawatir lagi.

GREY

(ngedumel sendiri)

IYA AKU TIDAK PEDULI!

Grey menghela nafas pasrah.

CUT TO:

EXT. SMA 7 - SELASAR KELAS — LATER

Grey yang terlihat cemas berlari kecil. Hatinya gelisah. Dia kemudian berlari menuju....

CUT TO:

INT. SMA 7 - UKS — LATER

Grey membuka pintu UKS kemudian mencari - cari Mahesh namun tidak menemukannya. Grey terlihat penasaran. Kemudian dia terlihat mendapat ide.

CUT TO:

EXT. SMA 7 - ROOFTOP — LATER

Dengan panik Grey berlari ke rooftop. Dia terlihat mencari Mahesh namun tak menemukannya. Grey jadi panik.

CUT TO:

EXT. SMA 7 - DEPAN RUANG SEKRE BASKET — LATER

Grey berjalan terlihat cemas.

GREY

(kesal bercampur khawatir)

Kemana dia dengan muka babak belur kayak gitu? Bukannya diobati malah keluyuran.

Grey teringat sesuatu.

GREY

Apa dia di kelasnya?

Grey baru akan menuju kelas Mahesh namun tiba - tiba langkahnya terhenti. Grey menoleh ke ruang sekre basket. Terlihat dari jendela Lelix sedang mengobati Mahesh di ruang sekretaris basket. Api cemburu langsung membakar hati Grey. Dengan kesal dia berbalik lalu berjalan dengan muka yang cemberut.

GREY

(ngomong ke diri sendiri)

SIAPA JUGA YANG MENGKHAWATIRKANNYA? ENGGAK! AKU NGGAK PEDULI DENGANNYA! KENAPA JUGA HARUS PEDULI? DIA BUKAN SIAPA - SIAPA BAGIKU!

Grey berjalan dengan angkuh pura - pura kuat. Dia menahan agar air matanya tidak keluar.

CUT TO:

INT. SMA 7 - RUANG SEKRETARIAT BASKET — DAY

Kita lihat Lelix yang sedang mengobati luka Mahesh. Mahesh kesakitan.

LELIX

Kok, kamu bisa babak belur kayak gini, sih?

MAHESH

Biasalah, anak laki.

LELIX

Hemm, jadi kalo nggak berantem nggak anak laki?

MAHESH

Cewek juga biasanya jambak - jambakan.

Lelix cuman menghela nafas.

LELIX

Nggak usah nyari pembenaran!

LELIX (COUNT'D)

(cemas bercampur kecewa)

Kalo gini, gimana kamu bisa tanding dalam pertandingan persahabatan nanti?

Mahesh menatap wajah Lelix yang cemas. Kemudian dia tersenyum.

MAHESH

Yang luka kan, mukaku, bukan tangan ato kakiku. Jadi, masih bisa ikut pertandingan nanti. Tenang, aja. Tim kita pasti akan menang.

Mahesh meyakinkan. Lelix tersenyum malu.

LELIX

Pokoknya, tim kita harus menang. Kamu harus menang!

Lelix tersipu malu. Mahesh bingung melihat ekspresi Lelix.

SOUND MAHENISM BERSERU "MAHESH! MAHESH!"

CUT TO:

EXT. SMA 7 - LAPANGAN BASKET — DAY

Kita lihat banner Mahesh bertebaran di sekolah. lengkap dengan foto hasil jepretan mereka dan kata - kata "support" untuk Mahesh.

"MAHESH, CINTAILAH AKU", "MAHESH NOTICE ME, PLIS BER - JUTA2 KALI!!", "MAHESH PASTI JUARA.. JUARA DIHATIKU" "4 SEHAT, MAHESH SEMPURNA", "NO MAHESH, NO LIFE". "MAHESH ON TOP"

Kita lihat Mahenism yang menyerukan nama Mahesh dan yel - yel untuk Mahesh.

MAHENISM #1

GO MAHESH GO MAHESH GO MAHESH GO!

MAHENISM

GO MAHESH GO MAHESH GO MAHESH GO!

MAHENISM #1

MAHESH PUJAANKU!

MAHENISM

MAHESH PUJAANKU!

MAHENISM #1

AYO SEMANGAT!

MAHENISM

AYO SEMANGAT!

MAHENISM #1

KAMI ADALAH PENDUKUNGMU!

MAHENISM

KAMI ADALAH PENDUKUNGMU!

MAHENISM #1

JADILAH PEMENANG!

MAHENISM

JADILAH PEMENANG!

MAHENISM #1

(berseru dengan lantang)

MAHESH ON TOP!!!!

MAHENISM

(menjawab dengan lantang)

MAHESH ON TOP!!!!

Kita lihat Siswa #1 dan Siswa #2 sedang mengobrol.

SISWA #1

(meremehkan)

Kalo sampai tim basket sekolah kita yang menang, aku bakalan kayang di lapangan basket sampai hitungan ke 100.

SISWA #2

Janji, ya?

SISWA #1

Janji!

Kita lihat tim basket dari SMA 7 berhadap - hadapan dengan tim basket dari SMA SARASWATI. Anggara kapten tim basket dari SMA 7 saling tatap dengan sengit dengan Mahesh yang mukanya masih babak belur.

ANGGARA

(mengeluh)

Fansmu berisik banget. Suruh diam, muh!

YOGA

Iya, caper banget mereka udah ngalahin token listrik.

MAHESH

Namanya juga suppoter. Masak disuruh diem?

WINDU

(ngeri)

Aku takut habis tanding nanti mereka tiba - tiba serak.

MAHESH

Baguslah, biar mereka tau rasa dan kapok.

YOGA

(memperhatikan banner Mahesh yang dibentangkan Mahenism)

Mereka ngapain bawa poster mukamu segala? Kayak calon pejabat lagi kampaye aja. Pliss deh, nggak ada yang mekenyem lagi foto - fotomu itu.

ANGGARA

Mahesh kan, bintang di sekolah ini.

MAHESH

Kalian daritadi mengeluh tentang aku terus. (mengejek) Kalian nggak usah down nggak punya suppoter sebanyak itu.

YOGA

Siapa yang butuh dukungan sebanyak itu. Kalo yang jadi motivasi untuk memenangkan game ini cuman satu......

Yoga melirik Lelix yang berdiri di pinggir lapangan dengan muka genit.

YOGA (COUNT'D)

(melayang dengan muka genit)

.......ciuman Lelix.

Mahesh tersenyum sinis.

MAHESH

Oh. Nggak semudah itu kawan! Kalian harus mengalahkanku dulu.

ANGGARA

(mencari - cari ke sekitar balkon)

Ngomong - ngomong, gadis pujaanku mana, ya?

WINDU

(tidak terima)

Pujaanku!

Darah Mahesh langsung mendidih. Rahang Mahesh mengerang.

MAHESH

(membentak)

AHHH....Diam!

Anggara dan Windu kaget.

ANGGARA

Kamu kenapa, Hesh?

Mahesh terbelalak. Dia melihat wasit datang.

MAHESH

Wasit sudah datang.

Wasit kemudian melempar bola ke atas. Mahesh dan Anggara bertatap - tatapan sengit. Lalu mereka melompat merebut bola.

Pertandingan berlangsung seru dengan Mahenism terus menyerukan nama Mahesh.

MAHENISM

GO MAHESH GO! GO MAHESH GO!

Dan pertandingan akhirnya dimenangkan oleh tim basket SMA 7.

Seruan untuk Mahesh terus bergema.

CROWDED

MAHESH ON TOP! GLORY, GLORY MAHESH!

Siswa - siswa SMA 7 bertepuk tangan meriah. Mahesh diberlakukan seperti seorang pahlawan. Kita lihat Lelix yang bahagia sambil tersipu malu.

CUT TO:



Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)