NADA CINTA UNTUK GITA
14. 14

INT. RUMAH MAHESH - STUDIO — DAY

Kita lihat Wahyu menempelkan stiker "ELEVEN A ONE" di drumnya.

ASTAWA

(memuji)

Keren! Aku juga mau menempelnya di gitarku.

Mahesh datang dengan gusar. Astawa, Bawa dan Wahyu kaget. Mahesh langsung mencari Bawa. Bawa ketakutan.

MAHESH

Katakan, siapa yang sudah menulis lagu itu?

Bawa terbelalak.

BAWA

(bingung)

Hah? Ngg.... Hemm.....

Astawa dan Wahyu bingung.

ASTAWA

(ke Bawa)

Loh? Emang bukan kamu yang buat?

BAWA

(nyengir)

Sebenernya aku nemuin teks lagu itu di halaman sekolah. Ada yang melemparnya saat aku jalan. Tepat jatuh didepanku.

Astawa dan Wahyu kaget. Mahesh menahan marah.

MAHESH

(bergumam kesal)

Jadi, benar dia yang menulisnya.

Mahesh menghela nafas berat.

MAHESH

Kita nggak usah bawain lagu itu lagi!

ASTAWA

Trus? Lagu itu sudah terlanjur viral.

MAHESH

Aku nggak mau pake lagu curian.

BAWA

(membela diri)

Tapi, aku nggak mencurinya. Aku nemuin lagu itu.

MAHESH

(menatap Bawa)

Kalo kita pake lagu hasil karya orang lain tanpa ijin itu namanya mencuri! Apa kalian mau bawain lagu yang bukan karya orisinil kalian? Udah, kita bikin lagu baru aja.

WAHYU

Emang kita masih sempet buat lagu lagi?

MAHESH

(semena - mena)

Sempet!

Astawa, Bawa dan Wahyu saling pandang. Seperti orang pasrah.

WAHYU

(berbisik ke Astawa dan Bawa)

Kita harus bisa beradaptasi ama mood swingnya.

MAHESH

(berjalan menuju pintu)

Ayo kita tulis liriknya dulu.

Mahesh menutup pintu studio yang terbuka sedikit.

INSERT: Ibu Mahesh yang daritadi mengintip di balik pintu sambil memegang ponselnya terlihat kesal.

IBU MAHESH

Ihh.... Anak itu!

Kita lihat ELEVEN A ONE sedang sibuk dengan instrumen masing - masing. Mahesh terlihat menulis lirik sambil mencari nada dengan keyboardnya. Begitu selesai, dia langsung menyelipkan pensilnya ke daun telinganya.

MAHESH

SUDAH JADI!

Astawa, Bawa dan Wahyu segera menghampiri Mahesh dan melihat lirik lagu yang ditulisnya.

ASTAWA

(membaca judulnya)

UNTUK GITA.

BAWA

(dengan wajah polos menatap Mahesh penasaran)

Siapa Gita?

Mahesh tak menjawab.

MAHESH

(cuek)

Ayo kita mulai!

BLACK.

Kita lihat ELEVEN A ONE sudah siap pada posisi masing - masing.

CUT TO:

EXT. RUMAH GREY - SORE

Kita lihat Grey yang melamun duduk di ayunan sambil memangku kucingnya. Dia mengelus - ngelus bulu kucing yang tidur pulas. Matanya fokus menatap ke satu arah namun terlihat kosong. Kata - kata Mahesh terus bergema di otaknya.

MAHESH (O.S)

KARENA AKU CINTA SAMA KAMU!

Dia kemudian menggeleng saat tersadar.

GREY

Nda.. nda.. Nda mungkin. Dia pasti ingin mempermainkanku supaya aku goyah dan tidak fokus pada kompetisi ini sehingga dia bisa mengalahkanku.

Ibu Grey yang lewat sambil membawa sepiring nasi memperhatikan Grey yang melamun.

GREY

(meyakinkan diri sendiri)
Iya! Ini pasti trik dia. Dia berusaha untuk menipuku. Lqgian selama ini dia tidak pernah menunjukan tanda - tanda kalo dia menyukaiku. Dia tidak berusaha merayuku atopun coba - coba pedekate. Wajarkan kalo aku curiga?

Grey menghela nafas optimis.

GREY

Aku harus kuat! Kuat menghadapi godaan dari si cowok sepet itu! (sinis) Emang dia siapa, sih? Dia bukan bintang hollywood, idol kpop juga bukan jadi dia tidak akan bisa membuatku tertarik! Aku tak akan goyah karenanya! Aku harus bisa survive dari godaannya! Jangan biarkan dia mengalihkan fokusku untuk meraih juara bertahan.

CUT TO:

EXT. RUMAH GREY - KOLAM IKAN — DAY

Grey duduk melamun dengan kedua kaki yang direndam di dalam kolam ikan. Kata - kata Mahesh kembali menggema.

MAHESH (O.S)

KARENA AKU CINTA SAMA KAMU!

Ibu Grey yang sedang menyapu lantai memperhatikan Grey yang melamun. Beliau menyipitkan matanya.

CUT TO:

EXT. RUMAH GREY - HALAMAN — DAY

Kita lihat Grey yang berjongkok sambil menahan dagunya menatap bunga dengan tatapan kosong.

MAHESH (O.S)

KARENA AKU CINTA SAMA KAMU!

Tangan kanan Grey memegang seember air yang disiramkannya ke bunga itu sambil melamun sampai potnya kebanjiran.

Ibu Grey yang sedang lewat sambil membawa senampan canang memperhatikannya dengan prihatin.

IBU GREY

Anakku kenapa? Seperti ada yang menggangu pikirannya. Masalah apa yang sedang dia hadapi? (menghela nafas) Aku harus bicara dengannya.

SOUND samar - samar lagu yang diputar.

CUT TO:

INT. RUMAH GREY - KAMAR GREY — NIGHT

Kita lihat speaker yang diputar dengan volume tinggi. Kamar Grey terlihat berantakan. Buku - buku yang berserakan di atas meja. Gitar yang tergeletak di lantai. Grey terlihat mengenaskan tidur tengkurap. Kedua tangannya terselip dibawah bantal. Suara lagu terdengar keras namun dia merasa hampa.

FLASHBACK:

MAHESH

(mencoba meyakinkan)

Justru karena itu adalah KAMU aku katakan aku mencintaimu.

Tiba - tiba lagu mati. Grey tersadar. Grey melihat ke sekitar. Kita lihat Ibu Grey menaruh remot di meja.

GREY

(cemberut)

Kok, dimatiin sih, bu?

Ibu Grey kemudian mengambil Gitar Grey dan menaruhnya di stand gitar.

IBU GREY

Berisik! Tetangga pada komplen.

GREY

(tak percaya)

Emang sekeras itu?

IBU GREY

Emang kamu nggak keganggu?

Grey geleng - geleng polos. Ibu Grey berpikir lalu memahami sesuatu.

IBU GREY

(hati - hati sambil membereskan buku - buku di meja Grey)

Gek nda ada tugas sekolah?

GREY

ENDA.

Ibu Grey manggut - manggut.

IBU GREY

Ada kegiatan sekolah?

GREY

Hemm.. cuman fokus latihan band buat kompetisi band sekolah nanti.

IBU GREY

Apa lancar latihannya?

GREY

Lancar - lancar aja, sih. Bu. Cuman....

Ibu Grey langsung berbalik melihat Grey.

IBU GREY

(khawatir)

Kenapa? Apa ada masalah?

Grey melihat ibunya dengan ragu - ragu. Dia kemudiam nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan telunjuknya. Ibu Grey mengambil duduk di sebelah Grey.

IBU GREY

Ayo kasi tau ibu. Mungkin ibu bisa bantu dikit.

Grey tersenyum malu sambil berusaha menyembunyikan mukanya dari tatapan ibunya.

GREY (V.O)

Ya Tuhan, masa aku curhat masalah si cowok sepet itu ama ibu?

Ibu Grey bersandar di sandaran kasur lalu menarik bahu Grey membawanya ke pelukannya dengan kasih sayang. Grey kemudian meligkarkan lengannya ke pinggang ibunya dan memeluk manja ibunya.

IBU GREY

(menepuk - nepuk bahu Grey)

Ayo bagi bebannya ama ibu biar lebih ringan dikit.

GREY

Bandnya Gek, kan, mau kompetisi festival band sekolah tahun ini. Trus, tiba - tiba ada cowok baru yang nyebelin tiba - tiba bikin band dan nantangin bandnya Gek siapa band diantara kami yang bakalan menang di kompetisi taun ini dan ngasi gelar juara bertahan pada sekolah.

IBU GREY

Bagus, dong! Gek kan, orangnya kompetitif, ambisius jadi pasti senang dengan tantangan ini. Akhirnya ada juga yang menantangmu. Kamu tinggal latihan yang rajin aja dan fokus.

GREY

ITU DIA MASALAHNYA, BU!!

IBU GREY

(penasaran)

Apa?

GREY

(menghela nafas stress)

Masalahnya cowok itu yang jadi bikin Gek nggak fokus latihan. Kayak.. dia sengaja banget mengganggu Gek biar Gek nggak bisa menang di kompetisi ini!

IBU GREY

(bingung)

Ganggu gimana?

GREY

MASAK TIBA - TIBA DIA BILANG CINTA AMA GEK?!

Grey tersadar lalu segera membungkam mulutnya sendiri. Ibu Grey terbelalak. Grey menghindari tatapan ibunya.

IBU GREY

Trus? Apa Gek terima?

GREY

(mengeluarkan beban pikiran dan hatinya)

Ya enggaklah, bu! Gimana kalo ternyata dia emang sengaja mau mempermaikan Gek? Kan, sakit bu dimainin kayak gitu.

Ibu Grey mendengarkan.

IBU GREY

Kenapa kamu bisa berpikir kalo dia cuman mau mainin kamu aja?

GREY

Kami tuh, dari pertama ketemu udah diawali dengan berantem, Bu. Dia juga orangnya jutek ama Gek. Nda ada pernah ngomong halus apalagi ngerayu Gek. Trus, tiba - tiba dia bilang kalo dia cinta ama Gek? Apa itu tidak aneh? Pasti itu aneh kan, Bu?

GREY (COUNTD)

Ditambah dia orangnya sombong, jutek, mekenyem aja nggak pernah. Bukannya disirami kasih sayang tapi dihujani omelan nanti ama dia.

IBU GREY

Tapi Gek tertarik ama dia?

GREY

(buru - buru menyangkal dengan nada tinggi)

ENGGAK!!

IBU GREY

Yaudah jangan dipikirin. Kalo Gek emang nggak tertarik ama dia seharusnya itu tidak mempengaruhimu. Tidak membuatmu terganggu..

Grey merasa tersindir. Dia berusaha menyembunyikan wajahnya dari ibunya yang ngomong tanpa melihatnya tapi menyindirnya langsung.

CUT TO:

EXT. SMA 7 — DAY

Kita lihat Grey yang berdiri di balkon bersandar pada tiang sambil memandang ke bawah.

IBU GREY (COUNTD) (O.S)

Gek jadi tidak suka tiba - tiba bengong. Tatapannya jadi kosong. Tiba - tiba sering melamun juga..

Kita lihat Mahesh yang menggendong tasnya mengenakan hoodie dengan headsetnya berjalan jutek dengan Mahenism yang memanggil - manggil namanya dengan manja.

MAHENISM

MAHESH! MAHESH!

IBU GREY (O.S)

MUNGKIN DIA MEMANG SERIUS SAMA GEK. CUMAN GEKNYA AJA YANG TAK YAKIN KARENA SUDAH MENCURIGAINYA DULUAN.

Grey terlihat bingung.

CUT TO:

INT. SMA 7 - KELAS XI - A5 — DAY

Kita lihat Grey dan Swas sedang duduk semeja sambil mengobrol sambil cengar - cengir.

INSERT: Mahesh melihat mereka dari jendela kelas. Mahesh mengatukpan rahangnya.

Mahesh mendobrak pintu kelas dengan keras. Grey dan Swas kaget. Grey dan Swas menatap Mahesh. Grey menatap Mahesh tanpa berkedip. Mahesh acuh tak acuh mendekati Grey. Mahesh kemudian berdiri di depan Grey. Mereka saling pandang dengan sengit. Swas menatap Mahesh dengan ekspresi ingin membuat perhitungan.

Mahesh menunjukan teks lagu "NADA CINTA" di depan mata Grey. Grey membesarkan kedua bola matanya.

MAHESH

Ini lirik lagu yang sudah kamu buat. (memperingatkan) Lain kali simpan yang benar. Dan jangan lupa diisi kredit. Jangan sampai karena kecerobohanmu yang lain yang disalahkan.

Grey terbelalak. Tersindir.

SLOW MOTION Mahesh menjatuhkan teks lagu itu dengan ekspresi tak berprikemanusian hingga kertas itu melayang - layang di depan mata Grey dan tepat jatuh di meja di hadapannya. Darah Grey memanas. Swastika muak.

SWASTIKA

(memperingatkan)

Hey! Apa kamu nggak tau sopan - santun?

Mahesh melirik Swas dengan tatapan sombong.

MAHESH

Apa dia yang jadi inspirasi di lagu itu? (menyunggingkan sebelah bibirnya) Pantas!

MAHESH

(mengejek)

Lagu cengeng!

Grey terbelalak. Mahesh lalu pergi dengan sombong. Swastika terlihat ingin membuat perhitungan sama Mahesh.

SWASTIKA

(kesal)

Si Cover Boy itu apain kamu lagi? Suka banget cari gara - gara ama kamu.

Grey yang darahnya sudah mendidih menatap Mahesh dengan menahan marah tak menjawab. Dia mengambil teks lagu itu lalu pergi dengan kesal.

SWASTIKA

(bingung)

Kamu mau kemana, Grey?

CUT TO:

EXT. SMA 7 - SELASAR KELAS — COUNTINUED

Mahesh berjalan dengan muka kesal namun cool. Kita lihat Grey di belakangnya yang menyusulnya dengan menahan kesal. Grey meremas kertas ditangannya hingga berbentuk bola dengan wajah kesalnya dia menatap Mahesh dari belakang.

IBU GREY (O.S)

MUNGKIN BEGITULAH CARANYA DIA MENGUNGKAPKAN CINTA SAMA KAMU.

Siswa - siswa yang mereka lewati memperhatikannya dengan muka bertanya.

SISWA SMA 7 #1

Ada apa lagi diantara mereka?

SISWA SMA 7 #2

Entalah. Perselisihan mereka kayaknya nggak ada kisah endingnya.

Mereka berdua ketawa.

CUT TO:




Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)