9. GLORY GLORY

46. EXT. SEKELAS CAFÉ, TEMPAT PARKIR – MALAM                  46

 

DARI JALAN MASUK, mobil Sandra melintas masuk. Beruntung penjaga parkir membantunya dan dengan cepat menemukan tempat bagi mobil Sandra.

 

Sandra bergegas turun, mencangklongkan tas ke bahu, menutup pintu mobil dan segera berjalan hendak masuk ke dalam bangunan utama. Langkah kakinya begitu cepat, meskipun ia berusaha tak begitu mengagetkan pengunjung tempat makan.

 

Yana menghadangnya di depan pintu. Menyuruhnya berhenti dan mengajak bicara.

 

                    SANDRA

              (sedikit geram)

         Mana Ronny?

 

                    YANA

         Sabar, San. Ronny di dalam. Dia memang menyuruhku menelponmu tadi. Memaksa untuk mendatangkanmu ke sini.

 

                    SANDRA

         Kurang ajar banget, sih. Apa yang dia inginkan?

 

                    YANA

         Ingin ketemu kamu, katanya. Maksa-maksa begitu.

 

Danti dan Ella tiba-tiba datang. Mereka langsung memandang ke wajah Sandra. Membantu dan mengikuti Yana menenangkan Sandra.

 

                    SANDRA

         Biar aku selesaikan. Di mana dia?

 

                    YANA

         Di dalam.

 

                    DANTI

         Dekat jendela kanan

 

Beat.

 

                    ELLA

              (berkata tak jelas)

         Di hatimu. Kuno, ah.

              (berguman sendiri)

         Eh, di hati orang lain.

 

Sandra menyerobot masuk. Sedikit meminggirkan Yana, Danti, dan Ella.

 

INTERCUT SUASANA DI DALAM

 

                    SANDRA

           (langsung memanggil)

         Ron!

 

Ronny menoleh. Tersenyum dan seperti tak merasa bersalah.

 

                    SANDRA

         Kenapa sih cari masalah? Kenapa, …, ke – na - pa, …?

         

Sandra menghentikan kalimatnya. Ia tak mampu melanjutkan. Mulutnya tercekat tak bisa mengeluarkan suara.

 

Sesuatu yang dilihatnya benar-benar membuat mulutnya harus terbungkam.

 

Ada seseorang yang sedang duduk membelakangi dirinya dan tengah menikmati mie ayam. Orang yang sangat dikenalnya. Orang yang telah lama tak dijumpainya.

 

Tentu Sandra mengenal orang itu. Sangat mengenalnya. Tetapi kekagetan dirinya memang langsung menindas kemampuannya berkata. Membuat lidahnya kaku. Langkah tertahan. Dan, mungkin harus segera ke lavatory untuk melakukan sesuatu.

 

                    SANDRA

         Mike? Mike? I can’t believe it. Oh, no. No. What surprise did you give. I can die believing this, Mike.

 

                    MIKE

         Hi, San.

 

Sandra mendekat. Memeluk Mike dari belakang. Melekatkan kepalanya ke bahu.

 

Sandra seperti tak ingat kalau di dekatnya masih ada Ronny. Sandra juga seperti tak perduli kalau di belakangnya ada Yana, Danti, dan Ella yang saling mencibirkan bibir.

 

                    MIKE

             (mengulang,

           tersenyum senang)

         Hi, San. Ask first, how am I? When did I reach Yogya? Why did i come here?

 

                    SANDRA

         That later. I was so happy and surprised. I want to hug you and don't say no. You are here because you miss me right?

 

Ella berbisik ke Yana dan Danti. Menirukan logat yang pernah viral di media sosial.

 

                    ELLA

           (logat Jawa Timur)

         Angel, …, wis angel . Susah dah. Dibilangin juga bakal susah. Sudah lupa daratan.

 

Danti dan Yana tertawa mendengar kalimat Ella. Selalu saja ada komen yang keluar dari mulut Ella untuk peristiwa apa pun.

 

INTERCUT SATU MEJA BERISI ENAM KURSI.

 

Sandra dan Mike duduk berdampingan. Bersama Ella, Yana, Danti, dan Ronny. Berbagi cerita. Lebih banyak dalam bahasa Inggeris. Toh hanya satu orang yang celingak-celinguk tidak paham bahasa Inggeris: “ELLA”. Sampai kemudian.

 

                    RONNY

         Mike saudara tiriku, San. Maaf untuk yang kemarin-kemarin. Aku tidak tahu kalau kamu bersama Mike.

 

                    

MIKE

         He didn't know at all. I never told him about us. Ummm, our fathers are the same, but our mothers are different.

               (kemudian)

Until one day, I told him that I wanted to come to Yogya, without mentioning your name.

 

Sandra menyandarkan kepalanya ke bahu Mike.

 

 

47. EXT. DESTINASI WISATA, YOGYA – PAGI SAMPAI SORE           47

 

Sandra dan Mike berjalan-jalan menghabiskan waktu di sejumlah destinasi wisata di sekitar Yogyakarta.

 

Waktu dua minggu yang dimiliki Mike membuat mereka bisa leluasa pergi ke sejumlah tempat. Sekadar datang melihat, bersama-sama makan di sejumlah tempat wisata kuliner, mencoba makanan-makanan khas Yogyakarta dan sekitarnya.

 

FOCUS ON TEMPAT-TEMPAT WISATA

 

Sandra dan Mike berkunjung ke Kraton, Borobudur, Prambanan, pantai Parangtritis, pantai Indrayanti, Nglanggeran, dan Goa Pindul.

 

 

48. ANIMATION, SWIVEL – SUBTITLE                               48

 

Gerakan animasi swivel untuk tulisan “EMPAT BULAN KEMUDIAN”.

 

 

49. INT. RUMAH SANDRA, KAMAR – MALAM                          49

 

Sandra menutup kopor terakhirnya. Mendirikan dan mendorongnya ke dinding kamar. Terlihat dua kopor besar di situ.

 

Ia mengecek passport, ticket, dan dokumen-dokumen lain di tas kecil yang ia siapkan di meja.

 

Senyum Sandra terkembang di bawah tatapan mata Ibu Sandra yang menunggu di atas tempat tidur.

 

Sandra memeluk ibunya.

 

                    SANDRA

         Semua sudah siap. Mohon doa restunya, Bu.

 

                    IBU SANDRA

         Selalu. Doa Ibu dan Bapak untukmu.

 

FOCUS ON, jam dinding di kamar Sandra. Pukul “SEBELAS LEBIH ENAM MENIT.”

 

Sepi di dalam kamar.

 

INTERCUT PANGGILAN SKYPE

 

                    RENEE

         I can't wait to see you again.

 

                    SANDRA

               (tersenyum)

         Be patient. Tomorrow i just go to jakarta and at night fly to London.

 (kemudian)

Pick me up the day after tomorrow afternoon at the airport. OK?

 

         RENEE

I will. Make sure you have brought all, mate.

 

 

50. EXT. BANDARA YIA, DROP OFF AREA – PAGI                    50

 

DARI JALAN MASUK BANDARA, DUA MOBIL BERHENTI BERIRINGAN DI AREA DROPP OFF. Sandra, ibu Sandra dan bapak Sandra terlihat turun dari mobil depan. Hampir bersamaan dengan

Ella, Danti, dan Yana yang turun dari mobil belakang. Mereka menyatu di sebuah tempat di dekat pilar.

 

                    YANA

Aku tahu, pada akhirnya kamu akan tetap pergi lagi ke Manchester. Apalagi setelah Mike ke sini memberimu kejutan.

 

         SANDRA

     (tersenyum

berkata terbata)

Doakan aku.

 

         YANA

Pasti.

     (kemudian,

     mengusap air mata di pipi Sandra)

         Jangan menangis.

 

Sandra memeluk Yana. Begitu erat. Persahabatan hakiki yang mau tak mau mengiriskan kepedihan ketika harus terpisah. Biar kata hanya untuk sementara.

 

Sandra bergantian memeluk Danti dan Ella. Sekali ini tak ada kalimat-kalimat kocak dari Ella.

 

Sandra mendatangi bapaknya, mencium punggung telapak tangan taklim dan memeluknya. Ia kemudian mencium punggung telapak tangan ibu dan memeluknya lebih lama.

    

                    YANA

         Manchester United lagi, San?

 

                    SANDRA

         Ehm, …, saat ini, …, “MIE AYAM UNITED”.

 

                    ELLA

         Kalau YOGYA jadi MIE AYAM CITY?

 

Sandra tertawa kecil di bawah tatapan mata teman-teman dan orang tuanya.

 

ANGLE ON Sandra, terdengar gemuruh supporter bola.

 

                    SANDRA

         Bila semakin berkembang, Mie Ayam City atau Mie Ayam Hotspur boleh,…, asal bukan Manchester City atau Tottenham Hotspur.

               (kemudian)

         Glory glory “EM YU”. Glory glory “MIE AYAM UNITED”.

 

 

51. INT. BANDARA YIA, PINTU KEBERANGKATAN – LANJUTAN          51

 

DARI BELAKANG, Sandra berjalan masuk melintasi pintu keberangkatan. Mendorong kedua kopornya.

 

Langkahnya terus ke depan.

 

Slide memburam, ke slide-slide lain, …, sampai tak terlihat bayangan SANDRA.

 

 

                                                    IRIS OUT: 

 

Tetap terdengar “riuh suara supporter” sepanjang kredit nama.  

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar