Mahardika
4. Hadiah (lanjutan 2)

EXT. PARKIR SEKOLAH – SORE

Area parkir hampir kosong.

Damar dan Sandika berjalan berdampingan.


SANDIKA

Gimana lombanya, Profesor?


Damar hanya tersenyum.


SANDIKA

Menang lagi?


DAMAR

Hampir.


SANDIKA (menepuk bahu Damar)

Nggak apa-apa. Kamu udah keren banget.


Mereka tiba di sebuah MOBIL yang menunggu.


INT. MOBIL – SORE

Mobil melaju meninggalkan gerbang sekolah. Damar menatap keluar jendela.


SANDIKA

Tumben tadi duduk bareng Dimas.


DAMAR

Dia pamer. Karena lolos provinsi.


Sandika terdiam.


DAMAR (V.O.)

Sejak dulu, aku nggak pernah peduli apa kata orang.

———————————

INT. KELAS – SIANG (HARI LAIN)

BRUK! KLOTAK!

Kotak-kotak kado berjatuhan di atas meja.


YULIAN (berdiri di depan Damar)

Kamu dapat lebih dari sepuluh hadiah tahun ini.


DAMAR (bergumam)

Hm.


SANDIKA (datang membawa dua kado)

Pita ungu dari Oliv. Yang pink dari Amel.


DAMAR

Anak IPS?


Sandika mengangguk sambil nyengir.


BUNGA (muncul di pintu kelas)

Dam!


Damar berdiri dan menghampirinya.


BUNGA (menyerahkan kado sederhana berbungkus kertas cokelat)

Selamat ulang tahun!


DAMAR

Makasih.


BUNGA (tampak ragu)

Maaf… kadoku nggak sebagus yang lain.


DAMAR

Iya.


BUNGA (tersenyum lega)

Semoga harapan kamu tahun ini terwujud.


DAMAR (mengangguk)

(V.O.) Semoga rinduku terobati dengan temu.


♡♡♡ Damar kangen siapa coba??♡♡♡

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)