Bagaimana Aku Bertemu Denganmu
3. Adegan 3

INT. MINIMARKET — MALAM

Di saat tengah malam, minimarket yang sebelumnya sunyi tanpa pelanggan tiba-tiba dimasuki seorang perampok (55) bertopeng yang membawa tas di punggungnya dan pisau sabit di tangan kirinya. Penjaga minimarket 1 berada di belakang mesin kasir.

PERAMPOK
(Nada mengancam sambil menodongkan pisau sabit)
Masukkan semua uangnya ke tas ini! Cepat !
PENJAGA MINIMARKET 1
(Suara ketakutan dan gugup membuka mesin kasirnya)
Ya, ya, baik-baik

PENJAGA MINIMARKET 2 (28), pemuda bertinggi 175 cm, berambut panjang dan tidak rapi, posturnya bungkuk membuatnya terlihat pendek, tubuhnya kekar tetapi disembunyikan dengan pakaiannya yang panjang dan longgar, kulit aslinya terang dengan coklat di beberapa bagian yang sering terkena matahari, wajahnya tak rupawan, wajahnya lebih sering datar saat berhadapan ke pelanggan, hanya terlihat beberapa kali tersenyum pada orang yang dikenalnya, seperti penjaga minimarket 1.

Suara pintu gudang terbuka, penjaga minimarket 2 yang menggunakan headset yang masih menempel di kepalanya tak sadar bahwa ia sedang berada dalam situasi perampokan.

PERAMPOK
Jangan hanya diam disana, cepat bantu teman bodohmu ini membuka mesinnya!
Dan jangan bertindak macam-macam!
PENJAGA MINIMARKET 2
(membisikkan pada penjaga minimarket 2)
Tenang, jangan gugup, serahkan ini padaku
PERAMPOK
Hei-hei, aku sudah bilang jangan macam-macam! Kau mau temanmu ini mati, ha!?
PENJAGA MINIMARKET 2
(sambil berjalan ke hadapan perampok)
Aku hanya ingin memberikan tas berisi uang seperti yang kau mau. Atau kamu tak menginginkan ini?
PERAMPOK
Tak usah banyak basa-basi, cepat serahkan uangnya!
PENJAGA MINIMARKET 2
(menyerahkan tasnya kemudian menjatuhkannya sebelum perampok mengambil)
Ini uangnya, kamu bisa mengambilnya
(adegan berkelahi, penjaga mengambil senjata dan membanting perampok ke lantai)
atau tidak
PENJAGA MINIMARKET 1
Apakah dia mati?
PENJAGA MINIMARKET 2
Dia mungkin lemah tapi dia tidak mati semudah itu, belum sebenarnya. Lagipula, dia juga sudah tua jadi tidak ada yang perlu dibanggakan. Jika kau tak ketakutan, kau pasti juga bisa menghajar dia.
PENJAGA MINIMARKET 1
(terkejut)
Tidak, tidak, ketika aku tidak gugup pun, aku masih pria yang lemah. Aku tak pernah tau kau memiliki sisi ini.
PENJAGA MINIMARKET 2
Aku selalu keren, kau saja yang tak pernah percaya kepadaku. Ini kembalikan uangnya. Aku akan mengikat perampok ini di gudang dan menelpon polisi untuk menangkapnya.
PENJAGA MINIMARKET 1
Okay, aku masih tak percaya aku akan mengalami hal di film-film, dirampok dan diselamatkan orang secara tak terduga
PENJAGA MINIMARKET 2
(sambil menyeret perampok ke pintu gudang)
Dunia ini penuh dengan penjahat, hanya saja kamu tidak sadar sebelum tragedi menimpamu
PENJAGA MINIMARKET 1
Apakah kau sedang berakting? aku tak pernah mendengar kau bicara bijak seperti ini.
PENJAGA MINIMARKET 2
(sambil mengangkat bahu dan menutup pintu gudang)
Mungkin

Pintu gudang tertutup

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar