Daftar isi
#1
Sang Bintang Harapan #1
#2
2. Bertemunya Sepasang Kekasih
#3
3.Kebimbangan Zahra dan Hamid
#4
4. Bersatunya Sepasang Kekasih
#5
5.Hidup Adalah Sebuah Pengabdian
#6
6.Hari Pertama di Rumah Hamid
#7
7.Nafkah Pertama Hamid
#8
8.Sang Penerus Perusahaan
#9
9.Pengorbanan Hamid
#10
10. Ujian dan Nikmat
#11
11.Kabar Suka Menjadi Duka
#12
12.Hidup Adalah untuk Mengabdi
#13
13.Pergi Mengejar Cita-Cita
#14
14.Cahaya Baru dalam Hidup Hamid
#15
15.Berpisah dengan Ibu dan Ayah
#16
16.Kerinduan Hamid pada Sang Guru
#17
Siapa Wanita Itu?
#18
Masa Muda yang Hilang
#19
Akhiri Saja Hubunganmu dengan Zahra!
#20
Hamid Ingin Berdua dengan Zahra
#21
Ceraikan Aku Saja, Hamid.
#22
Kebersamaan Hamid dengan Zahra
#23
Keluarga Kecil Bahagia
#24
Kebencian Salamah pada Hamid
#25
Masa Kecil Zahra
#26
Kesabaran Hamid Menghadapi Salamah
#27
Hamid di Dunia Militer
#28
Kembali Bersama Keluarga
#29
Surya Si Cadel
#30
Rasa Rindu yang Tetobati
#31
Kekompakkan Hamid dan Surya
#32
Sahabat Kecil Hamid
#33
Antara Hamid dan Syarifah
#34
Pernikahan Syarifah
#35
Melepas Syarifah
#36
Keyakinan Zahra pada Hamid
#37
Mendapat Amanah Baru
#38
Bayangan Hamid
#39
Rencana Salamah dan Fatimah
#40
Redupnya Cahaya Hidup
#41
Rasa Trauma Hamid
#42
Hadiah Terindah
#43
Hasutan dan Bisikan
#44
Pernikahan Wisnu
#45
Kedekatan Hamid dengan Sang Putri
#46
Fitnah Masyarakat bagi Hamid
#47
Bayangan Masa Lalu Kelam Hamid
#48
Kesedihan Tanpa Ujung
#49
Hamid, Surya, dan Kartika
#50
Keinginan Besar Surya
#51
Kesedihan yang Mendalam
#52
Curahan Hati Hamid
#53
Luka yang Tak Pernah Sembuh
#54
Hasutan Fatimah yang Tiada Akhirnya
#55
Berpisahnya Zahra dengan Hamid
#56
Bertemunya Kembali Dua Sahabat
#57
Hasutan Salamah pada Ali
#58
Usaha Mendekatkan Ali dengan Surya
#59
Kisah di Balik Senyuman Ali
#60
Keprihatinan Zahra pada Kehidupan Ali
#61
Kisah Persahabatan Indah Ali dan Zahra
#62
Keinginan Zahra untuk Menjauh dari Hamid
#63
Harapan Baru bagi Zahra
#64
Kabar Buruk bagi Hamid
#66
Usaha Mengembalikan Surga yang Hilang
#67
Pertemuan Pertama Hamid dan Ali
#68
Nasihat Salamah untuk Hamid
#69
Berhasilnya Usaha Hamid
#70
Kembalinya Surga Kecil Hamid
#71
Gambaran Keluarga Hamid yang Sempurna
#72
Akhir Perjuangan Pahit
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#48
Kesedihan Tanpa Ujung
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Hamid mencoba untuk melupakan masa lalu kelamnya. Namun bayangan itu terus saja mengikutinya di setiap langkahnya. Bahkan bayangan tersebut tak ingin tertinggal dengan setiap hal yang dilakukannya.
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp50.000
atau 50 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 47
Bayangan Masa Lalu Kelam Hamid
Chapter Selanjutnya
Chapter 49
Hamid, Surya, dan Kartika
Sedang Dibicarakan
Cerpen
Nanti Urusan Nanti
E. N. Mahera
Novel
Bronze
Memilih Senyap
Yuditeha
Flash
Mobil Pembawa Pesan
Innuri Sulamono
Novel
Azula
NuBy
Cerpen
Jejak yang Hilang
zain zuha
Cerpen
Bronze
Pulang Dengan Tangan Kosong Kedua Kalinya
Rafi Asamar Ahmad
Cerpen
Bronze
Rambut Kuntilanak
Vania
Cerpen
Kemboja Kelopak Empat
Suryawan W.P
Novel
ENIGMA: Aku Tak Sendirian
Benny Rhamdani
Flash
Lukisan Bedhaya Ketawang (I)
Rifatia
Cerpen
Bronze
Pasar gaib di malem jumat kliwon
bagus aprilianto
Novel
Katalis
Aisyah A
Cerpen
Bronze
Jika Miskin, Meski Saudara Tidak Akan Kasihan
Yovinus
Flash
Bronze
Degradasinya Santos
Nuel Lubis
Novel
Dialog Sanubari
Clairo
Cerpen
Bronze
Eksekusi Mati Sukarti
Sri Wintala Achmad
Novel
Gold
Orang-Orang Bloomington
Noura Publishing
Flash
[Irene] Reinkarnasi Terdahulu
Almira
Flash
Bronze
Puber
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Bahagiamu Bahagiaku
Rere Valencia