Daftar isi
#1
Mayat Dalam Koper
#2
Petunjuk yang Salah
#3
Liana
#4
Hipotesa Raksi
#5
Curiga
#6
Jejak Tertinggal
#7
Penangkapan
#8
Cerita Liana
#9
Sebuah Cerita yang Cacat
#10
Ingatan Kecil Liana
#11
Aku Pembunuh yang Kau Ciptakan
#12
Buah yang Kau Tanam 1
#13
Buah yang Kau Tanam 2
#14
Mereka Harus Mati
#15
Cerita Mahia
#16
Cerita yang Hilang
#17
Kembali ke Titik Awal
#18
Masa Remaja yang Suram
#19
Kekejaman Ahkam dan Namla
#20
Kematian Bob
#21
Penemuan Mayat, Korban Ahkam dan Namla
#22
Kisah Lama yang Terungkap
#23
Permintaan Terakhir Liana
#24
Akhir dari Kisah Suram
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#12
Buah yang Kau Tanam 1
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Suara rintih kesakitan terdengar pelan dari dalam gudang yang gelap gulita, beradu dengan keluhan tertahan dari rasa cemas yang menyapa di dalam hati Ahkam dan Namla
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp4.000
atau 4 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp24.000
atau 24 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 11
Aku Pembunuh yang Kau Ciptakan
Chapter Selanjutnya
Chapter 13
Buah yang Kau Tanam 2
Sedang Dibicarakan
Novel
Bronze
Misteri Dendam Widuri
Jasmine23Pramestia
Novel
Bronze
SUMI
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Cerpen
Bronze
Rumah Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Antara 45 dan 65 Derajat
Jasma Ryadi
Novel
Gold
Backpackneymoon
Bentang Pustaka
Novel
Bukan Rumah untuk Pulang
Naa Ruby
Flash
Cerita Di Bulan Agustus
RF96
Novel
The Dreamer
Rika Kurnia
Cerpen
Bronze
Gadis dari Galaksi Lain
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Mencari Cara Pulang
karyasmpitinsankamil
Novel
Memori di Santorini
Muhammad Haryadi
Flash
Bronze
Kamalia Dalam Mimpiku
Omius
Cerpen
Bronze
RAHASIA 17 TAHUN
Citra Rahayu Bening
Flash
AIR ITU DATANG TANPA MENGETUK
Dyah
Novel
Bronze
Harapan di Ujung Doa
Jihan Dyah
Komik
Do you hate me ?
takatin
Cerpen
Bronze
Purnama di atap rumahku
Desy Sadiyah Amini
Novel
End to Start
Flaminstalized
Cerpen
Bronze
Kenapa Tak Ingin ke Kota?
Anggrek Handayani
Novel
Fall In Love
Chaerunnisa nurul ichsani