Daftar isi
#1
Pendahuluan
#2
Aku
#3
Kehidupan Remajaku
#4
Milea Adnan Hussain
#5
Peristiwa Teman Cetrum
#6
Ditangkap Polisi
#7
Aku Adalah Diriku
#8
Lia yang Aku Mau
#9
Masa-Masa Berpacaran
#10
Putus
#11
Setelah Putus
#12
Masa-Masa Jauh dari Lia
#13
Jogja
#14
Warung Bi Eem
#15
Kehidupan Keluargaku
#16
Magang
#17
Ancika Mehrunisa Rabu
#18
Telepon
#19
Reuni
#20
Penutup
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#15
Kehidupan Keluargaku
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
enangan ketika aku melihat Ayah terbaring di sana.Malam itu, ayahku dalam kondisi yang cukup buruk. Aku melihat Ayah sedang tidak menjadi ayahku sebagaimana biasanya aku lihat ketika masih sehat.Malam itu, Ayah bukan Ayah yang gagah dengan seragam tentaranya. Malam itu, Ayah bukan Ayah yang biasanya riang bercanda dengan Si Bunda dan anak-anaknya. Malam itu, aku menjadi saksinya, di mana Ayah nampak layu, dan aku merasa tidak berdaya melakukan sesuatu untuk hal itu.275Kehidupan Kelu...
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp3.000
atau 3 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp59.000
atau 59 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 14
Warung Bi Eem
Chapter Selanjutnya
Chapter 16
Magang
Sedang Dibicarakan
Novel
Suara Dari Tribun
Setia S Putra
Novel
Bronze
Jalan Lain Menuju Pulang
AS Rosyid
Flash
PONSEL
Call Me W
Novel
Bronze
Ayam Kampus Story
Sukma Maddi
Cerpen
TANPA BAYANGAN
Fiony Asmaya Jutri
Novel
Bronze
Always like a love
Rafiqah Nabila awalyani
Novel
Alfa
Haneul
Flash
Bronze
Berkeinginan Kuning Beringin
Silvarani
Cerpen
Bronze
Pelukan Ibu
Lely Saidah Al Aslamiyah
Novel
Gold
The Bliss Bakery: Magic by the Mouthful
Noura Publishing
Novel
Bronze
Secret Self
Tiffany Gouw
Komik
Negeri Di Atas Awam
Azul
Flash
Bronze
The End of Joni Oblong
DMRamdhan
Flash
REDANA
Ida Ahdiah
Flash
Bronze
S
Rama Sudeta A
Novel
Alter Ego
Fani Fujisaki
Cerpen
Bronze
Operasi bayangan di gedung lama
Syaqueenn
Novel
Bronze
Seperti bukan Manusia
Rizky Ade Putra
Flash
Bronze
Cincin di Kala Hampa
verlit ivana
Cerpen
Bronze
Kau Ajariku Arti Pulang
Wahyu Hidayat