Daftar isi
#1
Bagian Pertama Dari Sebuah Saga
#2
Bayang-Bayang Lampung
#3
Laut yang Terlalu Sempit
#4
Alamat yang Disalin Berulang Kali
#5
Perempuan yang Selalu Menunggu
#6
Perjuangan Untuk Mendapatkan Tiket
#7
Kaleng Biskuit di Bawah Buku
#8
Suara-Suara Di Ambang Malam
#9
Gelombang Laut Tidak Bisa Ditahan
#10
Ketenangan Sebelum Badai
#11
Jakarta: Bau Solar dan Kebisingan
#12
Kota yang Tidak Menyediakan Tempat Tidur
#13
Lelaki yang Menjual Buku Bekas
#14
Foto di Dalam Lemari
#15
Puisi untuk Orang Asing
#16
Surat yang Tidak Mengubah Apa-Apa
#17
Sebuah Nama Telah Tercetak
#18
Lima Rupiah untuk Sebuah Nama
#19
Orang-Orang Itu Mengutip Buku
#20
Suara Pertama Terdengar Gemetar
#21
Setelah Tepuk Tangan Usai
#22
Orang-Orang Di Sini Tidak Lekas Pulang
#23
Tak Semua Orang Senang Dengan Namamu
#24
Penyair Tua Dari Bilangan Ternama
#25
Kota Tidak Pernah Bertanya
#26
Kesulitan Datang Bersama Kelonggaran
#27
Menyampaikan Diri Di Depan Umum
#28
Kala Dunia Kecilmu Mulai Meluas
#29
Banyak Persahabatan Dimulai Dengan Tawa
#30
Kota Setelah Tengah Malam
#31
Orang-Orang yang Mulai Menunggu
#32
Malam Mulai Semakin Panjang
#33
Denting Gelas Di Antara Botol
#34
Lampu Masih Menyala Di Ruang Surya
#35
Beberapa Orang Tidak Terburu-buru
#36
Hanya Seteguk
#37
Setelahnya, Puisi Datang Begitu Mudah
#38
Kamar Ini Terlalu Sempit
#39
Ada Penghuni Baru Di Atas Meja
#40
Hari-Hari Baik
#41
Setelah Keramaian Terurai
#42
Malam yang Produktif
#43
Mereka Datang Membawa Malam
#44
Hari Selasa, Tidak Ada Apa-Apa
#45
Nama di Undangan
#46
Aturan-Aturan Kecil dan Kebiasaan Baru
#47
Rumah-Rumah yang Terlalu Besar
#48
Di Sini Juga: Orang-Orang Tidak Lekas Pulang
#49
Interlude: Seorang Perempuan Dengan Banyak Janji
#50
Setelah Tamu Tak Penting Pulang
#51
Hafal Nama Bukan Berarti Kenal
#52
Satu Pertanyaan Menjadi Satu Jembatan
#53
Tentang Kalimat yang Tidak Jadi Ditulis
#54
Semua Dimulai Dari Kebiasaan Kecil
#55
Sebuah Undangan Pembawa Badai
#56
Rumah di Menteng
#57
Rumah yang Selalu Terang
#58
Jumat-Jumat Berikutnya
#59
Harumnya Isi Kepalamu
#60
Mengapa Hari Jumat Mesti Ditunggu
#61
Aroma Sedap Berkuasa
#62
Sebuah Esai dan Sebuah Nama
#63
Dia Mulai Menyukai Hari Jumat
#64
Mulai Terlalu Sering
#65
Kamar Tamu
#66
Kalimat Sederhana Di Suatu Pagi
#67
Suara dan Bayangan Dalam Kepala
#68
Menunggu
#69
Ketika Jumat Mulai Berganti Menjadi Sabtu
#70
Sebuah Ambang Telah Terlampaui
#71
Satu Pagi Untuk Dua Orang Berbeda
#72
Rabu Ragu
#73
Tagihan Pertama Dari Hidup
#74
Hal-Hal Yang Dilihat Orang Tua
#75
Lima Belas Menit
#76
Orang Yang Dituju Sedang Tidak Ada
#77
Hal-Hal Yang Mulai Hilang
#78
Tulisan Tanpa Nyawa
#79
Menunggu
#80
Ketika Pemilik Suara Mendadak Gagu
#81
Menghafal Jadwal Hidup Orang Lain
#82
Tentu Saja Hal Itu Normal
#83
Hanya Sebentar Saja
#84
Tolong Mengerti
#85
Tidak Ada Janji
#86
Sampai Memutar Ke Halaman Belakang
#87
Jangan Bohong Lagi
#88
Jangan Datang Lagi Tanpa Kabar
#89
Suara yang Tidak Ditulis
#90
Puisi yang Lupa Pulang
#91
Pagi yang Terlambat
#92
Merapikan Berkas Langkah
#93
Barang-Barang yang Tidak Ikut Pergi
#94
Ke Mana Saja, Asal Tidak Di Sini!
#95
Sebuah Perhentian
#96
Lampiran: Tiga Puisi Awal Bramanta
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#88
Jangan Datang Lagi Tanpa Kabar
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Hujan turun sejak sore Tidak deras Hanya cukup untuk membuat jalanan berkilau diterpa lampu Bram berdiri di bawah atap halte Tangannya menggenggam secarik kertas Kertas yang sudah beberapa hari berada di saku kemejanyaAku harus meminta maaf kepada LenaTulisan itu mulai pudar terkena lipatan Ia membacanya sekali lagi lalu melangkahRumah di Menteng tampak lebih sepi daripada biasanya Lampu perpustakaan masih menyala Gramofon terdengar lirih dari dalam Bram menekan bel Beberapa
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp22.000
atau 22 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 87
Jangan Bohong Lagi
Chapter Selanjutnya
Chapter 89
Suara yang Tidak Ditulis
Sedang Dibicarakan
Flash
Bronze
Kerupuk Kulit
Afri Meldam
Flash
Bronze
Sebilah Lidah
Silvarani
Novel
Tersenyapkan
Lada Ungu
Novel
Diary of The Unspoken
Chanira Nuansa Bunga
Cerpen
Rumah Istimewa
Sucayono
Flash
Hadiah Untuk Bunda
R Hani Nur'aeni
Flash
Dear, Crush!
Keyda Sara R
Novel
BROKENLIGHT
Lia Tjokro
Cerpen
Bronze
Main Di Tengah Malam
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Pengantin Baru
Silvarani
Novel
Menembus Tembok Adaptasi
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
BIARKAN CINTA SEMERAH SAGA
Yantie Wahazz
Flash
Apa itu cinta
Viola khasturi
Cerpen
Bronze
Sesaat Sebelum Bom Itu Meledak
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Manusia dan Waktu
Renaldy wiratama
Cerpen
Bronze
Mengetuk Pintu Surga
Ratih Setyorini
Flash
Bronze
Lain
Febby Arshani
Novel
Bronze
Tragedi Jatuh Cinta
Alfiani Intan
Novel
Freak Out
Poetry Alexandria
Novel
Back To Home
Rizqy Kurniawan