1. EXT. JALANAN HUTAN - MALAM
Angin malam menderu. Jalan tanah berliku, gelap, hanya diterangi lampu motor.
TIGA PEMOTOR melaju kencang, saling salip, saling dorong. Deru mesin meraung liar, seperti balapan maut.
PEMOTOR DEPAN menunduk, gas penuh. Matanya fokus pada pohon besar di ujung jalan. Ia terus memacu, seolah akan menabrak.
Detik terakhir —
Ia REM MENDADAK, lalu membelok tajam ke samping.
DUA PEMOTOR di belakang tak sempat menghindar.
SATU menghantam batang pohon keras.
SATU lagi terpental jauh, tubuhnya menghilang ke semak gelap.
Sunyi sesaat. Hanya suara ranting patah dan motor yang masih berdecit.
PEMOTOR DEPAN menoleh ke belakang. Matanya liar. Nafasnya memburu. Ia kembali memacu motornya, lebih kencang.
Dari arah berlawanan —
SEBUAH MOTOR lain muncul. Lampu sorotnya redup, suara knalpot bising menusuk.
Keduanya saling mendekat cepat, garis cahaya lampu saling menghantam.
PEMOTOR DEPAN mencengkeram setang. Tangannya gemetar.
Keduanya MENEKAN KLAKSON bersamaan — panjang, menjerit, menembus malam.
Jarak tinggal beberapa meter.
Gelap.
Cut to.
2. EXT. PINGGIRAN KOTA - SIANG
Kabut tipis masih menggantung di udara. Jalan tanah becek setelah hujan semalam.
Suara ayam berkokok bersahut-sahutan, berpadu dengan suara anak-anak berlarian.
ANAK-ANAK dengan seragam sekolah lusuh berlari di jalan sempit,
tas besar mengguncang di punggung mereka. Tawa mereka riang,
meski sepatu penuh lumpur.
Sound
(tawa anak-anak, langkah kaki yang becek)
CLOSE ON: Sepatu seorang anak, solnya hampir copot. Ia tetap berlari,
menyusul teman-temannya.
DI SISI JALAN – seorang PEDAGANG GORENGAN menyalakan tungku kayu bakar.
Asap putih mengepul. Wajan hitam diletakkan di atas api, minyak mulai mendidih.
SFX
(suara “cesss…” saat adonan bakwan masuk ke minyak panas)
Pedagang itu berkeringat, wajahnya serius tapi sabar.
Tangan cekatan membolak-balik gorengan.
3. EXT. Halaman rumah kecil - siang
Seorang IBU (30-an) menjemur pakaian basah di tali jemuran.
Ia melambai pada anak-anak yang lewat, senyum tipis mengembang di wajah letihnya.
SEBUAH MOTOR TUA meraung, melintas pelan di jalan becek.
Seorang PRIA (40-an) membonceng istrinya yang menggendong bayi terlelap.
Asap knalpot putih menambah kabut pagi.
SOUND
(raungan motor tua, batuk knalpot)
Atap seng berderet, asap kayu bakar mengepul dari dapur-dapur sederhana.
Di kejauhan, gedung-gedung kota berdiri samar di balik kabut.
SUASANA PAGI – sederhana, keras, tapi penuh denyut kehidupan.