The Killer In The Summer
1. Sebuah Ambisi.
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

1. INT. LOBBY APARTEMEN - SIANG

Sebuah kartu pengenal perusahaan terjatuh di lobby, bernamakan Tiffany, lalu dengan cepat ia mengambilnya dan lanjut berlari dengan tergesa - gesa mengikuti seorang pria di depannya.

TIFFANY

Vin.. Kevinn! Langsung ke arah lift! Kebetulan pintunya kebuka.

Kevin memalingkan wajahnya ke Tiffany dengan wajah panik dan sedih.

KEVIN

Okee! Ayo cepet!

2. INT. LORONG APARTEMEN. SIANG

TING!" pintu lift terbuka, kevin dan tiffany keluar.

Kevin mulai berlari kecil keluar lift dan di sambut oleh seorang wanita

KEVIN

Chikaa, gimana Emil!??

Chika berusaha mengejar kevin yang sudah terburu buru ke kamar Emilia.

Kevin terkaget denga kerumunan polisi yang bertugas memproses tempat TKP dan Kevin berusaha menerobos masuk.

Kevin melihat banyak cipratan darah dan manyat Emilia yang sedang di urus polisi.

KEVIN

YA AMPUN!

Kevin menutup mulutnya dan tersungkur, Kevin melihat mayat Emilia dengan bekas gorokan di leher dengan mata terbuka menatap balik Kevin.

CUT TO: BLACK

TITTLE.

3. EXT. TAMAN BUNGA - SORE

Kevin memandangi indahnya pemandangan yang ada, pikirannya melayang sambil meratap langit. Lalu kevin terkaget karena tepukan ringan dari Emilia.

KEVIN

Eh.. kaget akuu.

Sambil memalingkan wajah dari menghadap langit langsung memandangi Emilia. Emilia melepaskan tangannya dan jongkok di sebelah Kevin

EMILIA

Lagi mikirin apa sihh ?, Sampe aku di kacangin gitu... gak spesial ya aku sampe di kacangin gitu.

Memasang muka cemberut karena di berasa di hiraukan oleh kevin. Kevin yang menyadari itu langsung berinisiatif mengusap kepala Emilia.

KEVIN

Enggak kok sayang, kita kan dah pacaran 3 tahun. Aku gak pernah sejatuh ini sama cewe loh! Apa lagi wanita secakep kamu.

EMILIA

Yakin nii hehe..., Kalo emang beneran jatuh ingett gak??? Hari ini hari apaa?

KEVIN

Hari kamiss!, ehh Jumatt dehh...

EMILIA

AHH BULLSHIT, mana katanya yang spesial huh..., martabak tu spesial.

KEVIN

HEHEHE gak lah tetep spesial walau recehnya juga spesial banget, iya iya.. aku tau hari ini, hari jadi kita yang ke empat kann.

Sebelum Emilia memulai kata pertamanya, kevin menyela dengan tindakan mengeluarkan sebuah hadiah, sebuah kotak cicin. Mulai bertatap serius dan membuka kotak untuk menunjukan cicin yang indah di dalamnya di hadapan Emilia.

KEVIN

Kan.. kita udah 4 tahun pacaran, sebelum orang tua kita meninggal udah setuju banget sama hubungan kita...

EMILIA

AAAKKUU MAU BEBBB !!!

KEVIN

EHH siapa yang mau nembakk ???, aku cuman mau bilang, aku terimakasih bangett sama kamu dah mau nemenin aku walau aku lg dimasa susah saat ini, tapi aku yakin tahun depan usaha aku, bakal berhasil uang cuannya buat kita nikah dehh, jadi sekarang teasernya dulu aja heheheh

EMILIA

AHHH COWO PHP baru mo nangis.., hehe iya makasih juga kamu dah mau sama aku, aku bakal bantuin kamu sampe titik di yang kita mau kok....

4. INT. KANTOR POLISI - SORE

Kevin duduk di ruang tunggu menikmati ingatannya lalu tersadar saat Tiffany memanggil dirinya.

TIFFANY

Vin tenang vin.. Gimana perasaan mu.

Kevin menatap Tiffany dengan dalam.

KEVIN

Ahh.. Gak apa kok.. Cuman ngerasa kosong aja..

Tiffany sambil mengelus pundak Kevin.

TIFFANY

Udah gak apa vin.. Tenangin diri kamu, wajar kok kamu kayak gini.. Semua ini pasti berat..

KEVIN

Makasih ya tiff..

Kevin melihat sekeliling di ruang tunggu tersebut.

Ada seorang wanita berpakaian rapih, duduk beberapa jarak bangku dari kevin.

Kevin berbisik pada Tiffany.

KEVIN

Tif siapa tu orang? Kok bisa ada di ruang tunggu buat di introgasi dah?

Suara polisi memotong pembicaraan Kevin.

POLISI

Nisaa.. Bisa masuk dengan saya ke ruangan.

Nissa bangun dari tempat duduknya dan memberi salam singkat kepada Kevin berupa anggukan kepala dan pergi ke ruangan introgasi, Kevin berbalas dengan anggukan kepala tersebut.

TIFFANY

Oh diaa.. Dia yang kita hubungin buat check Emilia.

KEVIN

Siapa dia di apartemen?

Chika menghampiri membawakan minum.

CHIKA

Dia?? Tadi sih pas ketemu katanya dia yang ngurusin kebutuhan penghuni apart.

Chika menyodorkan minum. 

CHIKA

Ni minum dulu biar tenang.

Kevin mengambil minum tersebut.

KEVIN

Makaseh ya..

5. INT. RUANG INTROGASI - SORE

Seorang detektif mengeluarkan sebuah alat rekam.

DETEKTIF

Ok nissa, sebelum saya nyalakan recorderny, ada yang mau di siapkan dulu?

Memperlihatkan nissa yang duduk dengan tegak berwibawa, sambil menyilangkan kaki.

NISSA

Tidak perlu pak, mari kita mulai.

Detektif memencet tombol rekam.

AMIR

Okee! Perkenalkan saya detektif Amir, dan boleh di ceritakan sedikit pekerjaan anda di Apartemen tersebut?

6. INT. RUANG OPRASIONAL APARTEMEN - SIANG - FLASHBACK

Nissa merapihkan rambutnya, memakai makeup bersiap.

Mengecek laporan, file file.

NISSA (VOICE OVER)

Jam 7, saya selalu beres beres setelah selesai mengecek laporan kemarin tentang pekerjaan kemarin yang belum terselesaikan, adakah penghuni yang membutuhkan sesuatu.. , hmm pokoknya pekerjaan saya seputar mengurusi penghuni.

7. INT. RUANG INTROGASI - SORE

AMIR

Lalu.. Hari ini gimana?

NISSA

Sama seperti biasanya namun..

8. INT. LORONG APARTEMEN - PAGI - FLASHBACK

Suara telephone di meja tamu berbunyi, dan Nissa menangkat.

NISSA

Halo saya Nissa anda menelpon apartemen x, ada yang bisa saya bantu?

KEVIN

Halo.. Saya Kevin pacar dari Emilia yang menajdi penghuni di apartemn tersebut, sejak kemarin tidak ada kabar.. Boleh minta tolong cek ke ruangannya?

9. INT. RUANG INTROGASI - SORE

NISSA

Waktu itu Kevin menelpon untuk mencarikan Emilia, pacarnya yang katanya tidak ada kabar dari hari rabu.

AMIR

Lalu bagaimana? Anda langsung cek ke kamar Emilia?

NISSA

Benar.. Saya kesana dan memang tidak ada jawaban apa - apa.

10. INT. LORONG APARTEMEN - PAGI - FLASHBACK

Nissa merapihkan baju, lalu mengetuk pintu.

NISSA

IBU EMILIA...

Nissa sambil mengetuk pintu namun tidak ada respon.mencoba untuk mengulangnya.

Namun saat mencobaya ke dua kali, nissa di kejutkan dengan kehadiran seseorang.

CHIKA

Halo dengan siapa ya? Nyari Emilia

juga?

Emilia sedikit kaget dan menoleh ke arah Chika.

NISSA

Halo perkenalkan saya Nissa, saya berkerja di apartemen ini, saya ada keperluan dengan ibu Emilia karena ada beberapa kepentingan yang harus saya infokan, kalau boleh tau dengan siapa ya ?

11. INT. RUANG INTROGASI - SORE

AMIR

Siapa nama yang menemui kamu?

TIFFANY

Namanya sih kalo gak salah Chika, dia itu..

12. INT. LORONG APARTEMEN - PAGI - FLASHBACK

CHIKA

temen baiknya Emilia, kalau boleh tau keperluannya apa ya kak? Soalnya saya ada nyariin dia dari kemarin dan khawatir banget dengan dia.

NISSA

Oh keperluan saya untuk membantu eseorang meminta bantuan saya untuk mengecek keberadaan dari ibu Emilia yang menurut infonya gak ada kabar dari hari selasa.

CHIKA

Kalo boleh tau, siapa ya kak yang

nyariin ibu Emilia?

Nissa mengankat kepalanya dan mengingat.

NISSA

Namanya Kevin kalo gak salah, dia pacar dari ibu Emilia.

CHIKA

Oh iyaa si Kevin, dia emang orang terdekat dari Emil sih.

NISSA

Benar bu, saya pikir juga gitu jadi saya langsung memutusin untuk cek ke kamar ibu Emilia.

CHIKA

Oh begitu, coba saya yang panggilin dia lagi ya kak.

NISSA

Boleh bu.

13. INT. RUANG INTROGASI - SORE

AMIR

Apakah ada respon?

CHIKA

Tidak.. Dan sesuai keterangan Chika keberadaan terakhir..

14. INT. LORONG APARTEMEN - PAGI - FLASHBACK

CHIKA

dia harusnya di apartemen ya, kalo dari kata pacarnya

NISSA

Oke kalo begitu bu, saya bantu buka kan kamarnya ya?

CHIKA

Boleh kak

15. INT. RUANG INTROGASI - SORE

NISSA

Jadi saya coba buka pake kunci cadangan namun ternyata tidak di kunci.

AMIR

Lalu anda berdua masuk ke ruangan?

NISSA

Ya benar namun Chika duluan baru saya setelah mendengar jeritan Chika, jadi saya terburu buru masuk dan melihat kondisi Emilia sudah seperti itu.

CUT TO:CHIKA DI TEMPAT YANG SAMA DENGAN NISSA

CHIKA

Semua mungkin bakal ngiri gak sih sama Emilia?

FAISAL

Kenapa?

16. INT RUMAH EMILIA - SORE - FLASHBACK

Emilia sedang menulis cerita pertamanya.

CHIKA (VOICE OVER)

Ya di mulai dari nulis cerita pertamanya.

17. INT. KANTOR PRUSAHAAN PENERBIT - SIANG - FLASHBACK

Emilia mengajukan karyanya, dan di tolak penerbit.

CHIKA (VOICE OVER)

Sampe di tolak beberapa penerbit dan jatuh berkali - kali dia tetep bangkit.

18. INT. TOKO BUKU - SIANG - FLASHBACK

Masyarakat menyukai karya Emilia dan laku di pasar

CHIKA (VOICE OVER)

Hingga sampe di titik dia berhasil, karyanya di sukai orang orang.

19. INT. BIOSKOP - PAGI - FLASHBACK

Karya Emilia di jadikan Film.

CHIKA (VOICE OVER)

Dan akhirnya keberhasilan dari cita citanya, karyanya di jadikan film.

20. INT. RUANG INTROGASI - SORE

AMIR

Jadi dibalik kesukseksan dia ada perjalanan yang menarik ya, lalu bagaimana kepribadiannya?

CHIKA

Baik, percaya diri dengan apa yang dia punya, berhasil dengan mimpinya jadi penulis, oh yaa penyayang juga..

AMIR

Hmm sifat yang pastinya di sukai semua orang ya, lalu bagaimana hubungan mu dengan Emilia?

21. INT. KAMPUS - SORE - FLASHBACK

Di sebuah ruangan rapat.

CHIKA (VOICE OVER)

Kami dekat dari sebuah organisasi saat kuliah dulu sampai sekarang.

22.INT. RUANGAN KELAS KAMPUS - SIANG - FLASHBACK

Sedang ujian.

Chika bingung akan jawaban dari beberapa soal di ujian.

CHIKA

Duhhh.. Kalo gagal lagi bisa ngulang tahun depan.. Bisa bisa extend dongg.. Duhh taii...

Tiba tiba ada sentilan kertas mengenai kepala chika, sambil berbisik..

CHIKA

Duhh..., apaan ni!

Chika yang kaget. Menoleh dengan pelan pelan.

EMILIA

Eeeeee.. Lu gak bisa nomor berapa...

Chika memberi tanda nomor 5.

Emilia memberi tanda ok dan memberi tanda lagi 5m.

Emilia menuliskan jawabannya di sebuah penghapus lalu menggesernya melalui kaki ke tempat chika.

Tempat duduk chika depan belakang.

Chika mengambil contekan tersebut, sambil berbisik...

CHIKA

Makasihh mill, makasih banyakkk...

23. INT. DEPAN RUANG KELAS - SIANG - FLASHBACK

Chika menggenggam tangan Emilia.

CHIKA (VOICE OVER)

Bahkan nakal nakal kek nyontek juga di lakuin sama sama.

24. KAMAR TIDUR RUMAH EMILIA - MALAM - FLASHBACK

Emilia menangis soal dia di putusin pacarnya.

Chika menepuk pundaknya.

CHIKA

Waktu dia lagi down atau kesulitan juga aku ada buat dia...

25. INT. ACARA PESTA - MALAM - FLASHBACK

Pesta kecil kecilan merayai keberhasilan penjualan buku Emilia.

CHIKA

Selamat ya mill!! Wah bangga banget gua sama lu anjayyyy!!

Emilia memeluk Chika.

EMILIA

Makasih ya chika, kalo gak ada lu gua gak bisa kayak sekarang.. Lu emang teman gua yang paling baik..

CHIKA

Sama samaa sisss!

26. INT. RUANG INTROGASI - SORE

Chika mengusap air mata yang tiba tiba keluar.

CHIKA

Emilia dan aku memang sedekat itu..

Faisal memberikan sebuah tissu.

CUT TO:KEVIN DI TEMPAT DUDUK YANG SAMA DENGAN CHIKA

27. INT. RUANG INTROGASI - SORE

KEVIN

Kalo boleh tau sekarang jasad emilia ada dimana?

FAISAL

Sekarang jasad dari Emilia sudah di bawa ke rumah sakit dan di periksa..

KEVIN

Semoga dia tenang, berarti jasad Emilia sudah di amankan ya..

FAISAL

Benar.., kami turut berduka cita ya..

AMIR

Hmm andaa pacar dari Emilia ?

KEVIN

Ya benar..

AMIR

Bagaimana Emilia sebelum dia menghilang ??

Kevin mengangkat kepalanya, mengenang ingatan tentang Emilia.

KEVIN

Periang, charming dan anehnya ini terlalu mendadak dan puft.. hilang begitu aja..

AMIR

Sebelum menghilang, ada sempet ketemu Emilia? Apakah ada tanda tanda stress atau semacamnya?

KEVIN

Kita sihh memang ada ya ketemu.. Itu pun dia masih seperti Emilia pada biasanya yang ceria...

28. KAMAR APARTEMEN EMILIA - SORE - FLASHBACK

KEVIN

APAAN SIH... Kok kamu posesif amat gak jelas, tiap hari ngajak ribut doang, emang gua gak ada kerjaan apa??

EMILIA

Bukan gituu vinn.. Kamu tu berubahh.

KEVIN

Alaahhhh berubah apa sih dah lah gua cabut!

Kevin meninggalkan Emilia dan membanting pintu dan Emilia mulai menangis.

29. INT. RUANG INTROGASI - SORE

KEVIN

Yaa bener gak ada yang aneh kok.

CUT TO:NISSA TAMPAT DUDUK YANG SAMA DENGAN KEVIN

30. INT. RUANG INTROGASI - SORE

NISSA

Ada suara bantingan pintu dari arah kamar bu Emilia.. Seperti mereka ada beradu mulut.

Amir sedikit terkaget dan mendekatkan mukanya ke Nissa

AMIR

Whaa jadi sekitar hari sabtu atau minggu ada suara bantingan pintu dan beradu mulut, kira - kira adu mulutnya tentang apa ya?

Nissa menundukan kepala dan sedikit mengingat.

NISSA

Hmm.. adu mulutnya sih gak terlalu terdengar jelas ya,paling yang saya dengar hanya kata "berubah" dan sisanya samar samar suaranya pak.

Amir menarik dirinya dan mengangkat palanya seakan mengeti situasinya.

AMIR

Saat mendengar hal tersebut, posisi kamu ada dimana?

NISSA

Posisi saya ada di 5 kamar sebelah kamar Emilia dan sedang mengecek data penghuni.

CUT TO:KEVIN DI TEMPAT DUDUK YANG SAMA DENGAN NISSA

31. INT. RUANG INTROGASI - SORE

Dengan sedikit awkward.

KEVIN

..., ahh soal banting pintu tersebut, maaf saya baru ingat berantem biasa sih masalah hubungan gitu.. Tapi malamnya kami baikan karena kami merencanakan hari jadi kami yang ke 5.

AMIR

Kapan hari jadi anda dengan Emilia?

Sedikit lemas, dan menghela napas.

KEVIN

Yahh.. harusnya hari ini pak, saat merencanakannya maka itu saya sangat khawatir karena saat hari minggu sampai senin kami masih merencanakan soal hari jadi kami dan selasanya dia tidak ada kabar.

FAISAL

Okk.., lalu bagaimana hubungan Emilia dengan teman temannya?

Kevin merengut jidatnya.

KEVIN

Hmm semenjak Emilia kehilangan orang tuanya, Emilia sedikit tertutup dan chika salah satu yang di anggap teman oleh Emilia.

FAISAL

Lalu bagaimana hubungan mereka?

KEVIN

Good..,Chika melengkapi Emilia dan sebaliknya namun baru baru ini mereka ada drama juga sih..

FAISAL

Drama apa?

KEVIN

Utang.

32. INT. DALAM MOBIL KEVIN - MALAM - FLASHBACK

Kevin sedang mengatar pulang Emilia.

EMILIA

Duh chikaa beb gimana ya?

KEVIN

Gimana apanya?

Emilia cemas dan bingung.

EMILIA

Dia tu udah ku anggep kayak sodara sendiri, tapiku berasa di grogotin bngt sama dia...

Kevin sedikit terkaget dan sedikit emosi.

KEVIN

Utang lg dia? Bukannya bulan lalu udah? Buat bisnis gt kan katanya

EMILIA

Iyaa ternyata dia habisin buat minum minum sama belanja., aku mau tagih karena dah keterlaluan dia gak bales kontak aku..

KEVIN

Emang dia pinjem berapa? 

EMILIA

Kalau gak salah hampir 15 juta bebb..

33. INT. RUANG INTROGASI - SORE

KEVIN

Utangnya sampe 15 jt dan ketauan habis untuk foya foya padahal alasan awalnya untuk bisnis.

CUT TO:CHIKA

34. INT. RUANG INTROGASI - SORE

CHIKA

Gak lahh, gak sampe 15 juta waktu itu salah paham aja, dan saat mau ku lunasi, Emilia menghilang..

AMIR

Okee.., selain kamu ada teman Emilia yang lain?

CHIKA

Ada, Tiffany..

CUT TO:KEVIN

35. INT. RUANG INTROGASI - SORE

KEVIN

Ya, Tiffany tapi gak terlalu dekat.

CUT TO: TIFFANY

36. INT. RUANG INTROGASI - SORE

TIFFANY

Yaa kami teman, cuman ya gak terlalu dekat juga.

AMIR

Apakah pekerjaan anda membatasi berhubungan dengan Emilia?

Tiffany mengangkat alisnya.

TIFFANY

Hmm mungkin.. Namun Emilia juga suka menanyakan kabar kevin bila dia sibuk dan tidak membalas Emilia..

AMIR

Jadi hanya sebatas memeberi kabar?

TIFFANY

Hmm tidak juga kadang kami ngobrol, chatting, jalan bareng namun memang tidak sering.

Amir menatap Tiffany dengan dalam.

AMIR

Apakah anda tau pertengkarang Kevin dengan Emlia seblum menghilang?

TIFFANY

Ya saya tau, kevin suka menceritakannya.

AMIR 

Anda tau tentang apa?

TIFFANY

Tidak terlalu paham tapi kevin bercerita Emilia terlalu mengekang dia jadi memang permasalahan hubungan saja.

AMIR

Lalu pernahkah anda mengalami konflik dengan Emilia?

37. RUANG KERJA KEVIN - SORE - FLASHBACK

Emilia menampar Tiffany

EMILIA

Gua dah percaya sama lu tiff, lu gila ya dah khianatin gua gitu.

38. INT. RUANG INTROGASI - SORE

Tiffany memeggang pipinya dan terseyum.

TIFFANY

Enggak kok pak.

AMIR

Yah mungkin itu aja yang saya tanyakan.. Untuk segala update akan kami kabari mohon untuk kerjasamanya untuk tidak pergi terlalu jauh seperti keluar negri atau luar kota.

39. INT. KANTOR POLISI - SORE

Tiffany keluar bersama amir.

AMIR

Yah jadi untuk mempermudah kontak saya akan menyimpan semua nomor anda ya.

Semuanya memberi salam.

Kevin menghampiri amir.

KEVIN

Permisi pak..

AMIR

Ya? Ada apa?

KEVIN

Saya yang paling kenal dengan Emilia dan bila ada apa apa mohon mengabari saya ya pak, saya ada ingin menawarkan diri untuk membantu penyelidikan kasus pacar saya.

AMIR

Oke terimakasih pak.

Kevin menjabat tangan Amir dan pulang.

40. INT. KAMAR EMILIA - SORE

Seorang polisi sedang mengecek pintu dari kamar Emilia, lalu seorang pria datang.

POLISI

Halo pak Faisal.., pak Amir gak ada?

FAISAL

Oh dia lagi introgasi orang di kantor polisi.

POLISI

Oke pak semangat neliti kasusnya ya, saya mau ke ruangan lain dulu ya.

FAISAL

Baik pak Herman, semangat juga kerjanya

Faisal berkeliling meneliti tempat kejadian.

Herman kembali, menghampiri faisal lalu menyerahkan secarik kertas terbungkus plastik.

POLISI

Pak Faisal, saya ada menemukan secarik kertas di dapur..

Faisal kaget.

FAISAL

Ok pak, coba saya cari hubungan dari petunjuk kertas ini yang berkaitan dengan Emilia.

Faisal memeriksa toilet, ruang tidur tamu, memeriksa dapur dan ruang tidur utama.

Di ruang tidur utama Faisal menemukan sesuatu.

FAISAL

Wah gilaa.., her! Her!!

Faisal memakai kantong platik untuk mengamankan bukti di tangannya dan memegang sebuah buku rusak hanya berisikan sampul dan beberapa lembar awal.

Herman datang.

HERMAN

Ya pak ada apa?

FAISAL

ada buku yang kayaknya di rusak secara sengaja yang gua temuin di lemari deket ranjang.

Faisal menunjuk ke arah sampul dan beberapa robekan pada buku.

HERMAN

Oh iya pak robekannya sangat kasar, ya bisa di simpulin orang yang ngerusak ini lagi buru buru banget.

FAISAL

Hmm.. keliatannya sih iya dan dari bukunya ada ciri ciri yang nunjukin buku ini dekat dengan Emilia.

Faisal membuka beberapa halaman yang tersisa

FAISAL

Benar sekali karena dari beberapa halaman yang tersisa menjelaskan kegiatan Emilia sebagai penulis.

HERMAN

Berarti bila buku ini di rusak secara paksa dan sengaja untuk mengambil isinya, berarti..

Faisal menatap dengan serius ke arah Herman.

FAISAL

Her kita menghadapi kasus pembunuhan bukan kasus bunuh diri, segera buat report ke Pak Amir tentang keterangan buku ini!

HERMAN

BAIK PAK!

CUT TO: BLACK

42. INT. KANTOR MEDIA - MALAM

Seorang satpam mendatangi seorang penanggung jawab program.

SATPAM

Pak ada paket untuk bapak.

PENANGGUNG JAWAB PROGRAM

Dari siapa pak?

SATPAM

Kurang tau sih ya pak, soalnya kata orang yang ngirim hanya di minta bantuannya untuk mengirimkannya ke sini.

PENANGGUNG JAWAB PROGRAM

Oh begitu pak, sini saya terima.

SATPAM

Ini pak, saya mohon pamit ya.

Satpam meninggalkan ruangan, dan penanggung jawab program membuka paket tersebut, dan meneliti isi paket tersebut.

Isi paket tersebut berupa file - file berita, dan Penanggung jawab programm langsung pergi mengurus berita tersebut.

43. INT. KANTOR POLISI - PAGI

Herman mendatangi Amir dan menyerahkan report yang ada.

Amir melihat dan meneliti report dari kasus Emilia

AMIR

Hmm.. Jadi kita menghadapi kasus pembunuhan ya, oke pak makasih ya reportnya.

HERMAN

Sama sama pak, saya pamit dulu.

Herman sudah mau meninggalkan ruangan.

AMIR

Oh ya pak herman.., ada tau Faisal dimana gak ya?

HERMAN

Katanya dia lagi ngecheck sesuatu.., harusnya sih bentar lagi datang pak.

AMIR

Oh okk okk..,pusing juga ya kasus kali ini..

HERMAN

Oke pak semangat, saya pamit dulu.

Herman meninggalkan ruangan, Amir kembali melihat report yang ada.

AMIR

Duh jadi pusing..,pengen bakso jadinya..

Faisal berlari ke arah amir.

FAISAL

Pak informasi kejadian kasus Emilia bocor! Sekarang hampir semua media melaporkan berita tersebut.

AMIR

Hah kok bisa!

Amir menyalakan televisi dan melihat siaran berita mengenai pembunuhan Emilia.

PRESENTER BERITA

Di beritakan adanya kasus kematian dari Emilia yang di temukan meninggal di kamar apartementnya setelah di nyatakan menghilang dari hari selasa dan hilang kontak dari pasangannya pada hari senin..

Amir yang sedang menonton terganggu oleh Herman memanggil Amir.

HERMAN

Pak ada surat permintaan untuk anda memabantu menjelaskan ke media terkait pembunuhan Emilia malam jam 7 bersama dengan pasangannya yaitu kevin.

AMIR

Oke kontak kembali kami akan menyiapkannya.

FAISAL

Gak apa mir? Secepat ini? 

AMIR

Gak apa sal, soalnya sudah bocor juga..

44. INT. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

KEVIN (ON PHONE)

Oke pak segera saya siapkan, nanti sore saya kabarin pak Amir kembali.

(HANGS UP)

TIFFANY

Ada apa vin?

KEVIN

Hmm.. Sore ini kita ada acara?

Tiffany melihat agenda yang ada.

TIFFANY

Ada pak meeting dengan bawahan.

KEVIN

Tolong kosongin ya aku, harus bertemu dengan Amir.. kamu bisa ikut?

TIFFANY

Hmm bisa vin, aku kosongin jadwalnya ya..

KEVIN

Oke kita ada wawancara media jam 7 malam tapi Amir minta kita datang jam 5 ke kantor polisi terlebih dahulu untuk persiapan.

TIFFANY

Oke noted vin.

45. INT. KANTOR POLISI - SORE

Amir duduk di sebuah meja dan melihat berkas kasus Emilia.

AMIR

Penghianat.. Utangg.. Hmmm

Faisal duduk di sebelah Amir

FAISAL

Ada apa mirr?

AMIR

Jadi kemarin kamu nemu buku diary dari Emilia kan..

FAISAL

Ya.. Gampangnya sih kalo itu semua ada udah selesai kasus ini.

Amir mengeluarkan sebuah robekan kertas terbungkus plastik.

AMIR

Tapi ada clue lain, ada robekan seperti kertasnya di tarik dari tangan Emilia secara paksa dan sisanya ada di kompor dan sebagian catatan dari kertas ini terbakar.

Faisal melihat kertas yang di keluarkan Amir.

FAISAL

Jadi yang kata kata yang tersisa di kertas itu penghianat dan utang?

AMIR

Yaa benarr, namun ini mengarah sekali ke chika teman terdekat Emilia.

FAISAL

Kalau sudah jelas dia, apa sebaiknya kita langsung saja?

AMIR

Tidak ini semua tu masih belum jelas, saat di mintai keterangan chika nutupin konfliknya, kevin dah bohong dan sekretaris itu.. Hmm ada sesuatu dengan dia..

Herman memotong pembicaraan tersebut.

HERMAN

Pak Amir ada orang yang ingin bertemu dengan anda.

AMIR

Siapa?

HERMAN

Kevin dan Tiffany..

AMIR

Suruh mereka kemari..

HERMAN

Baik pak.

Kevin dan Tiffany menghampiri Amir dan Faisal.

AMIR

Kevin, Tiffany silahkan duduk.

Kevin dan Tiffany duduk di depan Amir dan Faisal.

AMIR

Dengarkan baik baik ya, karena ada kebocoran informasi mengenai kasus Emilia ke media, dan sekarang di ketahui publik..

KEVIN

Jadi saya disini untuk membantu anda untuk memberikan informasi mengenai kejadian ini?

Amir menepuk pundak kevin.

AMIR

Benar agar tidak terjadi salah informasi mengenai Emilia sendiri, lagi pula anda lah yang paling mengenal Emilia..

KEVIN 

Baik pak, jadi saya nanti hanya menjelaskan mengenai emilia saja?

AMIR

Ya benar, namun setelah saya memberikan kesempatan pada anda.

KEVIN

Baik pak..

AMIR

Namun sebelum itu saya ingin memberikan informasi yang ada mengenai update kejadian kemarin.

Faisal memberikan file - file yang ada ke Amir.

AMIR

Terimakasih sal. Jadi setelah pemeriksaan kami sepakat untuk mengubah status kasus Emilia menjadi kasus mebunuhan.

Kevin kaget.

Tiffany kaget.

KEVIN

Siapa pak!? Pembunuhnya??

AMIR

Untuk sekarang masih saya selidiki bersama rekan saya.., sebelum itu..

Amir mengeluarkan beberapa file mengenai foto foto yang berkaitan dengan kejadian Emilia.

AMIR

Ini foto foto yang kami dasari mengapa menaikan kasus ini menjadi pembunuhan.

Amir mengeluarkan foto mengenai petunjuk dari kertas yang terbakar.

AMIR

Jadi ini adalah foto yang isinya penghianat dan utang dan sisanya terbakar.

Lalu menunjukan beberapa foto buku diary emilia yang rusak.

AMIR

Ini merupakan foto dari diary emilia yang rusak, kira kira dari kevin sendiri ada yang ingin di sampaikan mengenai petunjuk kali ini?

KEVIN

Hmmm.. Emilia memang suka nulis dan dia berhasil menjadikannya pekerjaan.

Kevin mengambil beberapa foto diary emilia.

KEVIN

Semua kejadian dari yang penting hingga tidak, dari perasaan dia dan situasi yang dia hadapi semua ada disini..

Kevin mengambil foto kertas yang terbakar

KEVIN

Hmm kalu utang sihh setau saya hanya ada satu orang yang berhutang dan menggangu pikiran Emilia yaitu sahabatnya sendiri Chika sih pak, apa mungkin kertas tersebut robekan dari diary Emilia?

AMIR

Apakah anda pernah membaca diary Emilia?

Kevin memiringkan kepala dan mengingat.

KEVIN

Pernah namun jarang ssekali pak.., saya lebih suka Emilia yang ngomong langsung tentang perasaan dia dan dia tau itu.

AMIR

Oke pak.. Untuk kedepannya kita akan sering berkerjasama, dan sebentar lagi kita akan memberikan informasi ke media dan anda hanya akan memberikan keterangan bila saya mempersilahkannya, mengerti?

KEVIN

Mengerti pak.

Amir, Kevin dan Tiffany pergi ke studio media.

46. INT. STUDIO MEDIA - MALAM

Amir, Kevin dan Tiffany disambut dengan orang orang media.

AWAK MEDIA

Halo pak Amir, pak kevin dan bu Tiffany, silahkan ikuti saya ketempat yang sudah kami siapkan.

AMIR

Baikk..

Shoot camera.

Amir mulai menjelaskan kejadiannya.

AMIR

Maka itu.. Kami memutuskan mengubah status kejadian ini menjadi kasus pembunuhan.

PRESENTER BERITA

Jadi dalam kasus ini.. Clue terbesarnya adalah di diary Emilia ya?

AMIR

Benar dan sekarang masih menjadi pencarian serta penyelidikan dari kami.

PRESENTER BERITA

Bila begitu adanya dengan kasus pembunuhan ini, bagaimana menurut kevin?

47. INT. RUMAH NITIZEN - MALAM

Nitizen sedang menonton melalui televisi, handphone dan laptop.

Dari siaran tersebut kevin menjelaskan pendapatnya.

KEVIN (VOICE OVER)

Kami masih seharusn mencari pembunuh yang sebenarnya.. , pembunuh yang merengut pacar saya tepat di hari jadi kami yang ke 5.

Kevin menahan tangis.

KEVIN (VOICE OVER)

Saat itu seharusnya mejadi momen terbaik kami.. Momen dimana saya bertanya tentang kelanjutan dari hubungan kami... dan melanjutkan hidup bersama, namun segalanya hilang.. Orang yang paling berharga bagi saya tlah hilangg...

Kevin melap matanya dengan tangan

KEVIN (VOICE OVER)

Maka itu saya akan membantu dengan sepnuh hati dan tenaga saya untuk membantu polisi dalam menangkap pelakunya dan membawanya ke keadilan.

Pada saat itu pandangan publik terhadap kevin benar benar positif. 

Trending twitter dengan #kevinforjustice.

Trending video wawancara media dengan Amir dan kevin.

Seluruh media meliput perkebangan kasus dan menjadi perbincangan hangat publik.

48. INT. RUANG KERJA KEVIN - PAGI

Kevin memasuki kantornya.

Banyak yang menyapa dan memberi semangat.

Kevin duduk di bangkunya dan termenung menghadap jendela.

TIFFANY

Wede ada artis dadakan ni?

Kevin menghadap Tiffany

KEVIN

Gak lah, gimana keadaan?

TIFFANY

Hmm positif, banyak tawaran bisnis kerjasama dengan kamu vin..

KEVIN

Okee! Coba kita liat bagaimana proposal mereka..

49. INT. RUANG INTROGASI - PAGI

Di sebuah ruangan introgasi.

Chika duduk persis di depan Amir dengan meja yang menghalangi.

CHIKA

10 juta pak kalo tidak saya ingat..

AMIR

Jangan bohong dengan saya! Saya tau berapa besar utang anda!

Sambil memberi tekanan secara tatapan ke Chika.

CHIKA

Maaf pak benar 15 juta, maaf karena saya malu akan utang saya.

AMIR

Kapan pertemuan terakhir anda dengan Emilia?

CHIKA

Terakhir saya menghubungi Emilia.. Namun tidak ada balasan maka itu saya berinisiatif untuk menemui dia langsung ke apartemennya.

AMIR

Untuk apa anda menemui Emilia? Membayar utang?

50. EXT. JALAN RAYA - MALAM - FLASHBACK

Chika menaiki taksi.

CHIKA

Pak ke arah apartemen x ya..

SUPIR TAKSI.

Oke bu, berangkat kita.

Perjalanan macet.

Sedang hujan deras.

51. INT. RUANG INTROGASI - PAGI

CHIKA

Ya benar. Waktu itu hari selasa malam dan waktu itu cuaca hujan jadi saya terkena macet di perjalanan.

AMIR

Anda tiba pukul berapa di apartemen Emilia?

52. INT. LOBBY APARTEMEN - MALAM - FLASHBACK

Chika membersihkan tetesan air hujan yang mengenainya sedikit.

CHIKA

Wah akhirnya sampe juga..

Chika melihat jam tangan dan mengusapnya karena terkena tetesan air hujan.

Jam tangan chika menunjukan jam 11.

CHIKA

Wah udah jam 11 aja.. Buru buru ke tempat Emilia deh.

53. INT. RUANG INTROGASI - PAGI

CHIKA

Sekitar jam 11 malam dan saya langsung naik ke kamar Emilia.. Namun saat saya mengetuk tidak ada respon, lalu saya menelpon Kevin untuk menanyakan keberadaan Emilia.

AMIR

Lalu Kevin juga tidak mengetahui keberadaan Emilia?

54. INT. DALAM MOBIL KEVIN - MALAM - FLASHBACK

Kevin mengangkat telfon

KEVIN

Halo.. Ya Chika ada apa?

55. INT. LORONG APARTEMEN. FLASHBACK

CHIKA

Gini vin soal masalah utang gua ke Emilia.. Kan gua ada mau bayar langsung berbentuk cash.., lu tau gak keberadaan Emilia dimana?

56. INT. DALAM MOBIL KEVIN - MALAM - FLASHBACK

KEVIN

Jam segini sih harusnya di apartemen ya.

57. INT. LORONG APARTEMEN - MALAM - FLASHBACK

CHIKA

Hmm gua dah di apartemennya tapi gak ada respon nih..

58. INT. DALAM MOBIL KEVIN - MALAM - FLASHBACK

KEVIN

Hmm mungkin dah tidur kali ya.., besok di hubungi lagi aja gua sih lom nerima respon apa apa dari dia hari ini..

59. INT. LORONG APARTEMEN - MALAM - FLASHBACK

CHIKA

Waduh yaudalah lah coba gua cek bsk ya..

60. INT. KANTOR POLISI - PAGI

AMIR

Jadi besoknya karena tidak ada respon ke kevin dan kamu.. Jadi Emilia kalian anggap hilang?

CHIKA

Benar, namun kami belum melaporkannya karena masih ingin mencarinya terleih dahulu..

AMIR

Kemana saja anda mencari Emilia?

CHIKA

Awalnya ke Apartemennya namun tidak ada respon kami mencoba ke tempat kerja, cafe langganan dia namun nihil.

AMIR

Oke cukup ya.. Untuk perkembangan tentang kasus Emilia saya akan mengabari anda..

CHIKA

Baik pak, saya akan membantu perkembangan kasus pembunuhan Emilia..

Chika meninggalkan kantor polisi.

Amir keluar dari ruangan introgasi.

AMIR

Duh laper juga ya.. Jadi pengen bakso di kantor depan..

Amir bertemu dengan Herman.

AMIR

Eh.. Gimana man? Data kejadian Emilia udah ada?

HERMAN

Baru saya mau manggil bapak.. Sudah pak.., bapak bisa langsung bertemu dengan team forensik.

AMIR

Oke terimakasih ya.

Amir sedikit terburu buru dengan sedikit senang, karena menurut dia datanya dapat membantunya dalam menemukan pelakunya.

Amir sampai ketempat forensik.

CARLA

Eii Mir, dah siap sama datanya?

AMIR

Siap dong hehe.

CARLA

Jadi ini yang pertama.

Carla memberika sebuah foto.

CARLA

Sudah jelas bahwa alat pembunuhannya adalah pisau dan kemungkinan paling dekat adalah pisau dapur yang ada di tangan Emilia.

Carla menyodorkan foto ke dua.

Kali ini foto ada 2.

CARLA

Ini petunjuk berikutnya, ada beberapa pasir dan kotoran tanah, serta banyaknya bercak air di berbagai tempat.

AMIR

Jadi bisa disimpulkan pelakunya pada hari selasa lalu saat malam dengan cuaca sedang hujan deras?

CARLA

Benar dan bisa saja, lalu di foto kedua ada jejak tas koper di ruangan tersebut.

AMIR

Jadi bila di simpulkan. Pembunuhnya terjadi saat selasa malam dengan keadaan hujan,serta menggunakan koper

CARLA

Benar sekali, tapi hati hati ya mir soalnya untuk pembunuhan seperti ini terlalu bersih. Kaya kayanya udah di set gitu.

AMIR

Oke terimakasih la..

CARLA

Sama - sama.

Saat carla menyebutkan sama - sama, Amir sudah berpalign wajah dan pergi.

AMIR

Faisal... Faisal !!

FAISAL

Ya pak?

AMIR

Segera urus surat menggledahan Rumah Chika...

FAISAL

Jadi sudah di tentukan ya pak.

AMIR

Bener sekali.. Dari bukti pemeriksaan TKP dan kesaksia lalu ditambahan forensik sudah cukup membuktikan, tinggal memastikan bahwa Chika memiliki buku diary dari Emilia.

FAISAL

Baik pak segera saya laksanankan.

61. INT. PARKIRAN MOBIL KANTOR POLISI - PAGI 

Beberapa polisi menaiki mobil mereka masing masing.

Amir menaiki sebuah mobil, dan di sambut oleh Faisal.

62. EXT. JALAN RAYA - PAGI

Perjalanan menuju rumah Emilia.

FAISAL

Bagaimana pak anda bisa mencimpulkan Chika pelakunya?

AMIR

Dari bukti forensik.. Adanya kotoran tanah serta beberapa bercak air, yang berarti dia datang di saat hujan lalu adanya bekas yang sangat mungkin dari koper, kemungkinan koper tersebut di pakai untuk membawa kabur bukti.

FAISAL

Dan di tambah motif yang kuat.

AMIR

Benar menyikingkirkan Emilia dan menyimpan uangnya, serta berpura pura kehilangan emilia dan membuat alibinya kuat dengan menelpon kevin, namun untuk saat ini prioritas kita menemukan bukti terkuat yaitu diary Emilia.

63. EXT. DEPAN RUMAH CHIKA - PAGI

Amir turun dari mobilnya dan mengetuk pintu rumah Chika.

AMIR

Chika buka pintunya..

Namun tidak ada balasan.

Amir mendobrak pintu Chika.

AMIR

Segera cari buku ini sesuai yang telah di jelaskan dan bila ada Chika di dalam mohon di amankan.

Polisi dan Faisal mulai masuk dan mencari buku diary Emilia.

Amir menelpon kevin.

64. INT. RUANG KERJA KEVIN - PAGI

Kevin sedang menutup mulut chika.

KEVIN

Halo pak, ada apa?

AMIR

Apakah kamu tau keberadaan Chika?

KEVIN

Saya tidak tau pak, yang saya tau kemarin dia ada ke kantor polisi bertemu dengan bapak..

AMIR

Oke terimakasih, saya nanti akan ke tempat kamu dan menginformasikan hal mengenai pembunuhan Emila.

KEVIN

Baik pak. 

(hans up).

CHIKA

Gimana vin??

KEVIN

Aman ka, coba ceritain gimana kejadiannya.

65. INT. RUMAH CHIKA - PAGI - FLASHBACK

Chika baru sampai di rumahnya dan mengambil diary Emilia dari rak bukunya, dengan raut kebingungan.

Dia membaca diary Emilia.

Setelah beberapa selang dia dengan wajah ketakutan, Serta di kagetkan dengan suara polisi yang datang.

Chika kabur melalui jendela..

AMIR

Chika buka pintunya !!

66. INT. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

CHIKA

Jadi gitu vin.. Gua di jebak vin...

Dengan wajah lesu...

Tiffany memberikan minum.

Kevin menepuk pelan bahu Tiffany.

KEVIN

Gua percaya lu kok chik..

TIFFANY

Hmm bagaimana kalau chika pergi dulu untuk sementara..?

KEVIN

Benar.. Ambil mobil kantor lalu pergi untuk sementara.

Kevin mengambil masker dan topi.

KEVIN

Pake ini dan pergi ke bandung lalu cari penginapan, ingat jangan terlalu mencolok! Ingat kamu di jebak dan gua akan bantuin lu..

CHIKA

Oke vin, terimakasih banyak vin.

KEVIN

Jangan makasih dulu cepet lewat tangga darurat dan..

Tiba tiba telepon berdering..

TIFFANY

Halo.. Ada apa?

SATPAM KANTOR

Halo bu ada pak Amir ingin menemui pak Kevin.

TIFFANY 

Oke tunggu sebentar biar saya jemput.

Tiffany memberikan tanda untuk Chika segera pergi.

Kevin segera memberikan beberapa juta untuk Chika dan tas serta kunci mobil.

Tiffany menutup telefonnya.

TIFFANY

Ayo chika segera pergi selagi aku mengulur waktu Pak Amir.

Tiffany pergi.

Kevin memegang tangan Chika.

KEVIN

Chikaa ayo pergii. Sini gua anter ke pintu darurat.

Chika yang masih bingung memegang uang dan tas serta kunci mobil sambil gemetar.

KEVIN

Udahh nanti kalo ada apa - apa di tas udah ada handphone kamu nanti kita kontakan lagi..

Kevin menarik chika dan sampai ke pintu tangga darurat.

Pintu darurat bertempat di sebelah lift.

CHIKA

Makasih ya vin dah mau bantuin gua.. 

Chika pergi..

Setelah kevin menutup pintu, lift berbunyi.

Tiffany dan Amir keluar.

AMIR

Halo kevin..

KEVIN

Halo pak, boleh segera saya antar ke ruang yang cukup tertutup agar dapat terjaga kerahasiannya.

Kembali ke ruang kerja.

67. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

Amir memandangi ruangan Kevin.

Saat memasuki ruangan, lantai di alaskan dengan karpet dan adanya meja tamu serta kursi di serong kanan dari pintu masuk dan di batasi oleh rak buku. 

Di belakang rak buku terdapat meja kerja Kevin dan di belakangnya terdapat jendela yang luas menghadap jalan.

KEVIN

Silahkan pak duduk, butuh minum pak? Kopi? Teh?

Kevin duduk di kursi dekat tembok dan Amir duduk di depan Kevin, serta Tiffany duduk di sebelah kevin.

AMIR

Tidak terimakasih, saya tidak lama..

KEVIN

Oke jadi bagaimana update dari kasusnya?

AMIR

Kami baru saja menetapkan bahwa pembunuh dalam kasus ini adalah Chika.

68. EXT. DEPAN RUMAH CHIKA - PAGI - FLASHBACK

Amir sedang melihat lihat teras rumah Chika.

Herman menghampiri.

HERMAN

Kita menemukan buku diary dari Emilia, menurut yang kami baca jelas sekali bahwa Chika lah pembunuhnya, adanya keterangan bahwa benar selasa malam Chika akan datang dan sekitar jam 11 sampai 11. 30 chika datang namun tertuliskan bahwa Emilia membuka pintunya dan mempersilahkan Chika masuk.

AMIR

Baik terimakasih, apakah ada Chika di dalam rumah?

HERMAN

Tidak pak.

AMIR

Hmmm.. Benar sesuai dugaan ya.. Oke terimakasih man, segera segel rumah ini.

HERMAN

Baik pak.

Herman meninggalkan Amir.

Amir membuka dan meneliti diary dari Emilia.

Amir membuka halaman terakhir dan terjelaskan persis seperti yang di jelaskan tadi.

AMIR

Benar seperti yang di ceritakan dengan robekan kertas terakhir.. , pas sekali dengan robekan dari diary Emilia..

69. INT. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

AMIR

.. Dan setelah rumah tersegel kami pulang dan polisi masih mencari keberadaan Chika.

KEVIN

Apakah Chika benar benar sudah terbukti dan menjadi tersangka ?

AMIR

Benar pak, terlihat dari buku diary Emilia serta bukti keterangan yang ada bisa di simpulkan memang Chika lah pembunuhnya.

KEVIN

Untuk membantu bapak saya tau lokasi keberadaan Chika pak..

AMIR

Dimana?

KEVIN

Jadi kira kira kemarin sore, Chika meminjam mobil dengan alasan mobilnya rusak dan sedang di bengkel..

TIFFANY

Dan dia langsung pergi menggunakan mobil tersebut, bapak bisa melacak keberadaan chika karena mobil yang kami pinjamkan ada sensornya..

AMIR

Baik untuk itu mohon di siapkan.. Dan satu lagi pak? Untuk sore jam 5 ini akan ada press confrence untuk menjelaskan update situasi dari kerjadian Emilia karena adanya banyak hoax dan salah pemikiran yang mulai terjadi.

KEVIN

Baik pak,saya segera kesana untuk lokasinya?

AMIR

Di kantor polisi..

KEVIN

Baik pak segera saya siapkan dan saya akan datang sebelum jam 5 persis setelah meeting.

AMIR

Baik.

Amir bangun dari kursi dan terpaku akan bekas halus berupa garis yang terhubung dengan rak buku. Serta adanya bercak alus di ujung lemari.

KEVIN

Ada apa pak?

AMIR

Tidak ada apa apa.., hanya memikirkan bagaimana menangkap Chika..

KEVIN

Oke pak mari saya antar ke lift..

AMIR

Baik, terimakasih.

Amir memasuki lift.

AMIR

Baik saya pergi dulu, saya tunggu kedatangannya ya

Lalu lift setengah tertutup.

KEVIN

Baik pak.

Lift tertutup.

Sesampainya Amir di lobby.

AMIR

Pak satpam..

SATPAM.

Ya pak? Ada apa?

AMIR

Ada mau bertanya selain lift apakah ada akses turun lainnya?

SATPAM.

Untuk keamanan gedung ini ada di buat 1 tangga darurat yang langsung mengarah ke lobby.

AMIR

Baik terimakasih pak.

Amir pun meninggalkan gedung.

70. INT. RUANGAN PRESS CONFERENCE - SORE

Kevin membuka pintu ruang press conference.

Kevin menyalami beberapa awak media.

Amir menghampiri.

AMIR

Segera siap-siap sebentar lagi kita akan mulai acaranya..

KEVIN

Baik pak kami siap siap dulu..

Kevin dan Tiffany pergi meninggalkan ruangan.

CUT TO:

AMIR DUDUK DI SEBUAH KURSI BERSEBALAHAN DENGAN KEVIN.

Acara di mulai.

AMIR

Selamat sore semua..

71. EXT. JALAN RAYA - SORE

Chika mengendarai mobilnya.

AMIR (VOICE OVER)

Kita memiliki perkembangan kasus dari pembunuhan Emilia.

Chika mengencangkan radionya.

AMIR (VOICE OVER)

Kita telah menetapkan pelaku dari kasus Emilia kali ini adalah berinisial Ck, Ck terbukti dari penyocokan TKP dan pernyataan CK.

Chika menutup mulutnya dan memberhentikan mobilnya

AMIR (VOICE OVER)

Saat ini kami sedang melakukan mengejaran terhadap Ck,pengejaran kali ini di bantu oleh saudara Kevin.

72. INT. RUANGAN PRESS CONFERENCE - SORE

AMIR

Lalu ada sepatah dua patah kata dari kevin selaku pasangan dari Emilia.

Amir memberikan ruang kepada kevin.

Kevin ngetuk sekali mic.

KEVIN

Selamat sore para media dan warga Indonesia...

Awak media me zoom muka kevin.

KEVIN

Hari kamis lalu yang saya anggap sebagai pasangan hidup telah di rengut...

73. INT. ANGKUTAN UMUM - SORE

Masyarakat sedang menonton live press conference melalui handphone.

KEVIN (VOICE OVER)

Saya ingin membalaskan kemarahan saya.. Namun saya sadar yang terpenting sekarang ada keadilan hukum.

74. INT. CAFE - SORE

Masyarakat sedang menonton live press conference melalui laptop

KEVIN (VOICE OVER)

Sekarang yang terpenting adalah HUKUM! Saya menuntut CK untuk segera di temukan dan di Hukum sesuai undang udang yang berlaku!!, sekian terimakasih..

Kevin mengusap air matanya, Amir dan kevin bangun dan membukukan badan ke media dan meninggalkan ruangan.

Masyarakat heboh.

Masyarakat mendukung Kevin dan kepolisian di dunia maya dan secara langsung.

Pamor kevin semakin naik dan di sukai oleh masyarakat.

75. INT. KANTOR POLISI - MALAM

Tiffany memasang alat pelacak di televisi.

Alat tersebut menunjukan keberadaan Chika di bandung.

KEVIN

Untuk saat ini seperti yang di tunjukan Chika berada di Bandung.

AMIR

Oke akan segera sampaikan ke para polisi untuk segera menangkap Chika.

KEVIN

Baik pak saya percayakan kepada bapak, tolong cepat tangkap pembunuh Emilia tersebut pak

TIFFANY

saya juga berharap semoga kasus ini cepat selesai dan Chika segera tertangkap.

AMIR

Baik terimakasih sudah mempercayakan hal ini pada kami.

Kevin dan Tiffany secara bergantian menjabat tangan Amir.

Kevin dan Tiffany pergi meninggalkan ruangan.

76. INT. DALAM MOBIL KEVIN - MALAM

Kevin mengedarai mobil.

Tiffany mengecek handphone.

KEVIN

Bagaimana keadaan?

TIFFANY

Sangat positif vin, lebih banyak tawaran bisnis.., ada beberapa email undangan talkshow dan sebagainya.

KEVIN

Oke tolong di atur ya..

Kevin menatap Tiffany.

KEVIN

Tapi jangan lupa untuk istirahat.

Tiffany menatap kevin,

TIFFANY

Iya makasih ya vin, semangat..

Tiffany berpaling memandangi kaca dengan seyum tipis.

77. INT. KANTOR POLISI - MALAM

Amir memandangi sebuah berkas kasus Emilia.

Faisal menepuk bahu Amir.

FAISAL

Kenapa kok keliatan stress gitu.., kan tadi dah brief Chika juga lagi pengejaran, sebentar lagi dia ketangkep..

AMIR

Iya sih cuman kayak ada yang janggal gitu..

FAISAL

Janggal gimana, tapi pak sebelum mikirin kasus dah makan lom?

AMIR

Belum nih dari tadi mikirin kasus..

FAISAL

Yaudah pak makan dulu yuk di bakso biasa.. Sambil kedepan sambil di ceritain aja janggal dimana.. Siapa tau saya bisa bantu..

AMIR

Oke lah yuk..

78. INT. TEMPAT MAKAN BAKSO - NIGHT

Amir dan faisal duduk berhadapan di sebuah meja, lalu pelayan memberika 2 porsi bakso untuk mereka.

Mereka mulai memakan baksonya, di tengah makan faisal menanyakan kejanggalan kasus

FAISAL

Jadi apa nih pak yang janggal?

AMIR

Ya bener sih cuman.. Ada sesuatu yang terlewat gitu, kaya bakso namun tanpa bakso...

FAISAL

Gimana gimana?

Amir menempelkan jari kanan dan kiri menjadi sebuah lingkarang.

AMIR

Jadi gua merasa ada yang kurang di kasus ini ada yang di sembuyikan gitu rasanya..

FAISAL

Di sembunyikan bagaimana pak?

AMIR

Terlalu pas aja gitu, saat kita tau pembunuhnya Chika dan tiba tiba dia ngilang kenapa kalo memang dia yang bunuh gak kabur aja dari awal?

FAISAL

Mungkin memang dia mau membuat alibi?

AMIR

Hmm alibi ya..

Amir melihat mangkuk baksonya

AMIR

Coba deh kek ni bakso, kalo makan bakso kan ada kuah, bihun, saus, dan baksonya..

FAISAL

Lalu?

AMIR

Dan aneh aja gitu kalau dia hanya membuat alibi untuk ini, kek makan bakso tapi gak ada baksonya!!

FAISAL

Gimana makan bakso gak ada bakso?

AMIR

Iyaa kan jadi musti di liat dari awal.. Kenapa abangnya ngumpetin basonya..

Amir tersentak, dan melihat Faisal.

AMIR

Ahhhh iya bener harus di liat dari awal, kenapa dia umpetin baksonya...

FAISAL

Bapak bisa ngelucu juga ya.., emang apa hubungannya ama kasus coba?

AMIR

Hahaha, dah dah gara gara laper ngawang kemana mana.., dah lanjut makan aja, kali ini saya yang bayarin.

FAISAL

WAH mantap pak!, saya nambah lagi deh!

AMIR

Bisa bisanya ya kamu.. Yaudah nambah gih.

79. INT. LOBBY APARTEMEN - MALAM

Amir membawa sebuah tas dan berjalan mendekati meja tamu.

AMIR

Halo saya Amir, detektif yang sedang menangani kasus Emilia..

ANDI

A.. A. Andii pak, bapak detektif yang di tv itu kan? Saya bisa bantu apa pak??

AMIR

Iya iya.. Saya mau bertemu dengan Nissa, dianya ada gak ya?

ANDI

Ada pak sebentar saya panggil kan..

CUT TO: NISSA MENJABAT TANGAN AMIR.

NISSA

Ada yang bisa saya bantu pak?

AMIR

Ya bisa kita ketempat yang lebih private, saya ada mau mendiskusikan tentang kasus Emilia.

NISSA

Oh boleh pak mari saya antar.

80. INT. RUANG OPRASIONAL APARTEMEN - MALAM

Nissa memberikan minum kepada Amir yang duduk di sebuah kursi, dan Nissa menaru minum di meja persis di depan Amir.

AMIR

Terimakasih sa.

Nissa menuangkan minum untuk dirinya.

NISSA

Sama - sama pak.

Nissa duduk di bangku berhadapan dengan Amir.

AMIR

Seperti sebelumnya saya sudah meneliti setiap salinan cctv yang ada..

Amir mengeluarkan laptop yang ada di dalam tas.

AMIR

Seperti yang kita tau di hari selasa.

Amir memainkan video cctv pada hari selasa jam 9 - 12.30 malam.

Karena tempat yang kurang strategis, cctv hanya dapat melihat setengah ke bawah dari orang yang memasuki kamar Emilia.

AMIR

Ada seseorang memakai mantel dan koper hitam masuk ke kamar Emilia jam 9.15 lalu orang dengan pakaian yang sama datang pada pukul 12.

NISSA

Benar namun hanya di depan pintu dan menelpon seseorang..

AMIR

Benar.. Apakah kamu melihat Chika memakai mantel dan koper yang sama?

NISSA

Ya benar, namun pada pukul 11, chika dengan pakaian yang sama meninggalkan lobby melalui basement

81. INT. LOBBY APARTEMEN - MALAM - FLASHBACK

Nissa melihat sekilas dari belakang orang pergi melalui pintu ke arah basement.

NISSA (VOICE OVER)

Saya melihat dengan sekilas ada orang pergi melalui pintu basement..

Pada jam 11.30 nissa melihat Chika memasuki lobby dan pergi ke arah lift dengan pakaian yang sama dengan orang sebelumnya.

NISSA (VOICE OVER)

Yang saya liat sekitar jam 11.30 Chika datang lagi dengan pakaian yang sama dengan koper yang sama memasuki lobby dan langsung pergi menggunakan lift.

82. INT. RUANG OPRASIONAL APARTEMEN - MALAM

NISSA

Saya hanya melihat sekilas karena saya harus melayani beberapa penghuni yang ada di lobby.

AMIR

Tapi anda yakin ada orang berpakaian seperti itu?

NISSA

Benar pak, walau hanya sekelibat saya yakin betul apa yang saya liat.

AMIR

Hmm.. Oke kalau saya melihat lihat sebentar ke lantai 8, bisa?

NISSA

Bisa pak.

AMIR

Oke.. Mari kita ke lorong Emilia ya.

NISSA

Boleh pak, mari saya antar.

83. INT. LORONG APARTEMEN. MALAM

Amir jongkok melihat lorong tersebut ke arah kamar emilia yang berada di pojok, lalu melihat ke arah kamera.

Nissa berdiri di dekat Amir

NISSA

Bagaimana pak? Ada yang bisa saya bantu?

Amir hanya terdiam dan melihat kamera, lalu Amir tersentak dan melihat Nissa.

Nissa kebingungan.

NISSA

Ada apa dengan saya pak?

AMIR

Hmm untuk sekarang saya pamit dulu karena info sudah sangat cukup, makasih banyak ya.

NISSA

Oke pak sama sama, mari saya antar.

84. INT. DALAM MOBIL AMIR - MALAM

Amir menaruh tas berisi filenya di bangku sebelahnya dan terdiam sejenak di mobilnya dengan keadaan mesin menyala.

Amir lalu mengambil sebuah file dan melihatnya.

Beberapa file tersebut berasal dari handphone Emilia yang di print.

AMIR

Hmm.. Foto chika dengan mantel yang sama dan koper yang sama..

Amir mengganti file lain, kali ini fotonya adalah screenshot pesan Chika dan Emilia.

AMIR

Kalau iya dia pembunuhnya dan membuat alibi dengan Kevin kenapa dia harus balik lagi? Kenapa gak sekalian?

Amir melihat diary Emilia amsih berada dalam plastik TKP.

Amir memakai sarung tangan dan mulai membuka diary Emilia.

Amir membuka sampulnya terlebih dahulu karena ada dua bagian yang terpisah.

AMIR

Tidak ada keanehan sama sekali.

Amir membuka dan meneliti kembali.

AMIR

Hmm dia bahagia dengan kevin, lalu cekcoknya karena merasa kevin berubah, chika dengan utangnya dan Emilia yang membukakan pintu saat Chika datang.. Serta robekan kertas di akhir,

Amir menutup kembali diarynya.

AMIR

Apa yang gua lewatinn?? Something is missing.. Ada yang janggal..

Amir mulai menyatukan isi dan sampul karena berniat untuk mengembalikannya ke plastik TKP.

Setelah memasukannya, ia tak sengaja melihat samping buku diary dan tersentak, lalu ia rapihkan dan menancap gasnya lalu pergi.

85. EXT. DEPAN RUMAH CHIKA - MALAM

Amir memakirkan mobilnya, dan mengambil senter di tempat bagasi mobil.

Amir memasuki rumah Chika yang tersegel.

86. INT RUMAH CHIKA - MALAM

Amir berkeliling untuk meneliti sekitar.

Dia melihat ke kamar tidur, dan seperti mencari sesuatu.

AMIR

Mantel yang di pakai tidak ada.. Begitu pula dengan kopernya..

87. INT. KANTOR POLISI - MALAM

FAISAL

halo pak ada apa? Mau traktir baso lagi haha?

AMIR (ON PHONE)

Haha makan mulu kamu.. Gimana persiapan polisi mengejar Chika?

FAISAL

Sudah hampir siap pak, sekarang jam 10 malam sekitar 1 jam lagi kita mulai penangkapannya.

AMIR (ON PHONE)

Jadi begini sal, ada perubahan sedikit.

FAISAL

Perubahan apa pak?

AMIR (ON PHONE)

Batalkan semua polisi yang mengejar Chika. Ajak Herman jadi hanya kita bertiga yang harus menangkap Chika.

FAISAL

Kok begitu pak? Ada apa pak?

AMIR (ON PHONE)

Nanti saya jelaskan sekarang segera batalkan dan siapkan mobil segera berangkat kita.

88. INT RUMAH CHIKA - MALAM

FAISAL (ON PHONE)

Siap laksanakan pak.

AMIR

Baik.

(HANGS UP)

Amir meninggalkan Rumah Chika dan pergi.

89. INT. KANTOR POLISI - MALAM

Amir membuka pintu kantor polisi, dan menemui Faisal.

AMIR

Bagaimana sal? Sudah siap?

FAISAL

Sudah pak.

AMIR

Mana Herman?

Herman yang tergeasah gesah memakai rompi petugas menghampiri Amir.

HERMAN

Disini pak..

AMIR

Ok kita berangkat sekarang jangan lupa bawa peralatan tacking ya, akan saya jelaskan semuanya di perjalanan.

90. INT. DALAM MOBIL POLISI - MALAM

Mobil polisi kali ini berwana hitam.

Faisal duduk di samping Amir dan Herman duduk di kursi belakang.

FAISAL

Jadi begitu pak, jadi untuk rencana kali ini harus di lakukan secara diam diam.

AMIR

Benar kali ini kita tidak boleh tercium media sedikit pun.

FAISAL

Dan salah satu pendukung rencana kali ini adalah penangkapannya.

AMIR

Benar, man, bagaimana status Chika sekarang.

91. EXT. PARKIRAN SEBUAH PENGINAPAN DI BANDUNG - MALAM

Amir, Faisal dan Herman sedang memantau untuk menunggu kedatangan Chika.

HERMAN

Sesuai dengan data dari alat pelacak ini mobil yang di gunakan Chika sering berada di penginapan ini.

Sebuah mobil datang.

HERMAN 

Pak Amir, mobil yang datang tersebut pergerakannya sama dengan tanda di tracking ini.

CUT TO: CHIKA MASUK KE SEBUAH KAMAR DAN HENDAK MENUTUP PINTU.

92. INT. DEPAN KAMAR PENGINAPAN - MALAM

Chika terkaget karena saat Chika hendak menutup pintu ada sebuah kaki yang menahan pintu tersebut.

CHIKA

DETEKTIF AMIR!, pakk jangan tangkap saya pakk.. Saya di jebakk...

Chika langsung jatuh terduduk, dan Amir menerobos masuk.

AMIR

Chika.. Chika.. Tenang dulu, saya datang bukan untuk menangkap kamu.

Chika memandang Amir dengan bingung.

CUT TO: BLACK

93. INT. RUMAH CHIKA - SIANG - FLASHBACK

Chika memasuki rumahnya dan mengunci pintu, lalu ia berjalan ke ruang tamu dan menyadari jendelanya terbuka.

CHIKA

Lah Emg gua lupa nutup jendela ya??

Lalu chika menutup jendela dan mengunci jendela tersebut.

CHIKA

Hmmm enaknya ngapain yaa.., mandi ahh.

Chika pergi ke arah kamar tidur dan melewati rak buku.

Ia tersadar ada buku asing yang ada di rak bukunya.

CHIKA

Buku apa ni.. Gak ada sampull?

Chika memeriksa buku tersebut dengan cara melihat halaman depan, lalu di putar melihat halaman belakang.

CHIKA

Hmm kok kaya dairy Emilia dan kenapa ada robekan di belakangnya dan gak ada sampul pula?

Karena penasaran mulai membaca halaman terakhir sebelum halaman yang terobek.

94. INT. KAMAR PENGINAPAN - MALAM

CHIKA

Jadi begitu pak, saya bingung dan merasa terjebak.

AMIR

Lalu kenapa anda kabur?

CHIKA

Panik dan takut karena polisi sudah di depan rumah, saya berpikir karena diary tersebut ada di rumah saya pasti polisi sudah mengetahui kalo diary tersebut ada di rumah saya, jadi saya memutuskan untuk kabur.

AMIR

Dan anda ke tempat Kevin?

CHIKA

Ya benar.. Karena feeling saya dia bakal bantuin saya..

AMIR

Oke oke.. Saya paham situasinya..

95. INT. DEPAN KAMAR PENGINAPAN - MALAM

Chika dan Amir keluar dari kamar tersebut.

Faisal dan Hamsah sudah ada di depan pintu dan memborgol tangan Chika.

CHIKA

Pak.. Saya percaya bapak.. Saya percaya ini berhasil.

Faisal dan Hamsah mengangguk ke pada Amir, dan Amir memandang mereka berdua lalu menepuk bahu Chika.

AMIR

Percaya ya.. Semoga kita berhasil..

96. EXT. PARKIRAN SEBUAH PENGINAPAN DI BANDUNG - MALAM

Faisal, Amir dan Hamsah memandu Chika ke dalam mobil namun tiba tiba ada beberapa awak media mendatangi Chika.

Beberapa Camera man memfokuskan ke muka Chika.

AMIR

Mohonn beri ruang !!

Faisal dan Amir melindungi dan menutupi muka Chika.

97. RUMAH MASYARAKAT - MALAM

Beberapa Masyarakat menonton siaran langsung di televisi, handphone dan laptop.

PRESENTER BERITA

Akhirnya pembunuh berdarah dingin berinisial CK di tangkap di sebuah penginapan di Bandung.., untuk saat ini polisi belum memberikan keterangan dan fokus untuk mengamkan yang di duga pelaku pemunuhan Emilia.

Masyarakat seneng dan heboh hingga ke dunia maya dan secara langsung yang juga berefek pada ketenaran Kevin.

98. KANTOR POLISI - PAGI

AMIR (ON PHONE)

Halo kevin.., udah liat berita?

KEVIN (ON PHONE)

Sudah pak., jadi Chika akhirnya pembunuhnya?

AMIR (ON PHONE)

Iya benar, sekarang dia sudah di amankan, nah kita bakal ngadain press conference terakhir.

KEVIN (ON PHONE)

Boleh pak.. Kapan dan dimana pak?

AMIR (ON PHONE)

Jadi begini awak media dan kepolisian setuju untuk press conference di kantor kevin sekaligus memberikan tanda terimakasih karena telah membantu penyelidikan kali ini.

99. RUANG KERJA KEVIN - PAGI

KEVIN (ON PHONE)

Boleh pak, kira kira jam berapa ya dan kapan?

AMIR (ON PHONE)

Tidak usah terburu buru, besok pagi bagaimana jam 10?

KEVIN (ON PHONE)

Hmm boleh pak nanti malam saya persiapkan ya..

AMIR (ON PHONE)

Oke rencana saya akan datang kesana untuk melihat ke adaan jam 8 malam.

KEVIN (HANGS UP)

Baik pak.

Tiffany menghampiri kevin.

TIFFANY

Ada apa ni vin?

KEVIN

Gak apa semuanya sudah selesai tinggal yang terakhir press conference.

TIFFANY

Beneran nih??

KEVIN

Iyaaa..., tolong di bantu perisapannya ya.

TIFFANY

Baik boss hehe.

Tiffany dengan tampang yang lebih ceria dan lega meninggalkan ruangan.

Kevin beranjak dari tempat duduknya dan memegang rak buku dan terseyum.

100.INT. RUANG PERISAPAN PRESS CONFERENCE - MALAM

Beberapa crue sedang memasang meja dan mic yang ada.

Kevin dan Tiffany sedang mengarahkan para crue.

KEVIN

Ya ke samping dikit pak.

Tiba tiba ia di tepuk pundaknya dengan Amir.

AMIR

Kalo kevin, bagaimana perisapannya?

KEVIN

Baik pakk.. Lancar sekali.

AMIR

Oke saya ke toilet dulu nanti balik lagi untuk mengecek ruangan ya.

KEVIN

Baik pak.. Toilet ada di dekat tangga darurat di sebelah kanan.

AMIR

Oke.

Amir pun meninggalkan ruangan persiapan press conference.

101. INT. TANGGA DARURAT - MALAM

Amir menutup pintu dengan pelan sambil memastikan tidak ada yang melihat dia.

AMIR

Hmm.. Mulai dari mana ya...

Amir mengeluarkan senter lalu ia naik beberapa lantai.

AMIR

Hufft sampe juga.

Amir sampe di lantai ruang kerja Kevin.

Amir melihat coakan pada tangga, dan mengusap pegangan tangga, lalu ia segera membuka pintu tersebut.

AMIR

Oke jadi setelah tangga darurat ada lift dan pintu masuk ke ruang kerja.

102. INT. RUANG PERISAPAN PRESS CONFERENCE - MALAM

KEVIN

Tiff liat Pak Amir gak ya?

TIFFANY

Enggak, bukannya tadi sama kamu.

KEVIN

Iya terakhir sih dia ke toilet...

Amir menghampiri..

AMIR

Maaf maaff lama saya..

KEVIN

Kuat banget nih pak nabungnya..

AMIR

Hahah iya nih.., gimana perisapan.

KEVIN

Oke sih pak tinggal proses pengecekan dan lain sebagainya.

AMIR

Okee saya berkeliling melihat keadaan ya..

KEVIN

Mari pak saya temani, Tif kamu pegang dulu ya.

103. EXT. PARKIRAN KANTOR - MALAM

AMIR

Okeh sudah siap semuanya.. Terimakasih ya vin.

Amir menjabat tangan kevin.

KEVIN

Sama sama pak senang bisa memabantu dan semoga Emilia bisa tenang di sana.

AMIR

Aminn.

Amir menjabat tangan Tiffany

AMIR

Terimakasih juga ya tiff.

TIFFANY

Sama - sama pak hati hati di jalan.

Amir mengangguk dan membalikan badannya, lalu berjalan pergi.

Saat membalikan badannya, pandangan Amir menjadi serius.

104. INT. RUANGAN PRESS CONFERENCE - PAGI

Kevin dengan micnya

KEVIN

Saya sangat berterimakasih sekali dengan pak Amir yang sudah memneyelesaikan kasus ini, lalu pada masyarakat yang sangat membantu kebenaran untuk di dirikan. Terimakasih.

Amir memegang micnya

AMIR

Ya dengan itu kasus kali resmi saya tutup dan semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Para awak media bertepuk tangan dan mulai berberes untuk meninggalkan ruangan.

CUT TO: BLACK

105. INT. DI DEPAN PINTU PRESS CONFERENCE - SIANG

Tiffany mengunci pintu ruangan.

TIFFANY

Nah sudah beres semuanya..

KEVIN

Makasih tif buat bantuannya, makasih juga pak Faisal.

FAISAL

Sama sama ya kalau ada apa boleh hubungi saya lagi.

KEVIN

Oh ya tapi pak Amir dimana ya?

FAISAL

Ah mungkin sudah di mobil, siap siap mau pulang.

KEVIN

Ohh begitu, oke deh saya dan Tiffany naik dulu ya pak sekali lagi terimakasih atas bantuannya

FAISAL

Oke sama sama.

Kevin dan Tiffany meninggalkan tempat.

Faisal memegang Handphonenya dan menelpon seseorang.

106. INT. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

Amir membuka pintu ruang kerja Kevin secara diam diam.

Amir beranjak dan memeriksa rak buku yang ada.

Amir mengelus bekas garis pada karpet yang terhubung dengan kaki kaki dari rak buku.

AMIR

Hmmpp...

Amir menarik rak buku tersebut, dan menemukan sebuah lubang berbentuk persegi empat kecil dan ada beberapa file serta buku disana.

AMIR

File file kantor hmm, buku catatan...

Lalu ia menemukan sebuah buku paling bawah yaitu buku diary Emilia.

107. EXT. APARTEMEN EMILIA - SORE - FLASHBACK

Matanya dan hidungnya merah seperti orang yang habis menangis dan memiliki depresi yang berat.

Emilia membanting barang barang terdekatnya ke lantai, lalu ia menulis diarynya

EMILIA (VOICE OVER)

Selama 4 tahun., BAYANGIN 4 TAHUNN... Aku kira dia adalah yang terakhirr, THE ONE!!

Emilia menangis kembali lalu melap air matanya dan menulis kembali.

EMILIA (VOICE OVER)

Penghianat,utang janji ketika sukses memang pas ya.. pembual brengsek !

Emilia terbengong sebentar.

EMILIA (VOICE OVER)

Hah indah yaa namun semuanya bohong..

Emilia menggeleng palanya dan menepuk pipinya lalu membulatkan tekad dan menulis kembali.

EMILIA (VOICE OVER)

Gua gak boleh kayak badut, biar gua datengin kevin sekarang juga.. dann akhiri ini.

Emilia menutup bukunya memasukan lobang pulpen di cover bukunya, ia membereskan barang barangnya, negambil tas, kunci mobil handphone dan diarnya, lalu pergi. 

108. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

AMIR

Dan akhiri ini..

Amir menyadari robekan di akhir halaman, dan ia meraba robekan tersebut.

AMIR

Penghianat dan utang..

Amir terkaget menerima telfon, amir mengangkat.

AMIR

Oke, bawa dia ya kemari jangan sampe ketauan.

109. INT. LIFT - SIANG

Kevin menatap mata Tiffany secara dalam.

KEVIN

Berakhir ya.. Akhirnya.

Tiffany membalas tatapan tersebut.

TIFFANY

Yaa akhirnya..

Kevin mendekatkan mukanya ke arah Tiffany.

Tingg.., kevin terkaget dan menjauh kan mukanya.

110. INT. DI DEPAN RAUANG KERJA KEVIN - SIANG

KEVIN

Ooppss haha, hampir aja

Tiffany memerah malu, dan kevin mengangkat dan membuka telapak tangannya ke arah tiffany.

KEVIN

Yukk kita mulai lagi..

Tiffany menggenggam tangan kevin.

TIFFANY

Yuk..

Mereka berjalan ke arah pintu ruang kerja, kevin menggenggam tuas pintu.

TIFFANY

Hmm berati karena baru harus ada semangatnya dong..

Kevin membuka pintunya, dan Tiffany mencium pipi kevin.

Berbarengan dengan membuka pintu kevin langsung melihat ke arah Tiffany.

TIFFANY

Itu hadiahnya.. Hehe

KEVIN

Hihi nakall...

Mereka memasuki ruang kerja.

BRAKK!!.., kevin dan Tiffany yang tadinya saling bertatapan langsung memalingkan muka ke arah suara tersebut.

Mereka menemui Amir yang barusan membanting buku diary Emilia ke meja kerja Kevin.

KEVIN

Ke.. Kenapa bapak ada disini?

AMIR

Udah lah gua dah curiga sama kamu ya dari awal.. Namun oh mungkin salah mungkin Chika pelakunya, tapi OOH HOO.

TIFFANY

Ada apa pak..? Memang Chika lah pelakunyakan?

AMIR

Hoohh ya ya.. Trus apa ini..

Amir mengangkat sebuah buku tanpa sampul (diary Emilia)

KEVIN

Apaan emg itu?

AMIR

Ini bagian yang hilang dari Diary Emilia.

KEVIN

Hah mana mungkin kan bagian yang hilang udah di temuin di rumah Chika?

Pintu terbuka mengejut kan kevin dan Tiffany, Faisal dan Chika memasuki ruangan.

CHIKA

Ohh gitu vin? Jadi bukan lu yang naro dilangsung di rumah gua?

Kevin dan Tiffany terkaget dengan kehadiran Chika.

KEVIN

Lah apa apaan ini, kok pelaku pembunuhan Emilia ada di sini?

TIFFANY

Kenapa Chika bisa keluar se enaknya pak?

TIFFANY

Kenapa Chika bisa keluar se enaknya pak? lagi pula jangan asal nuduh.

AMIR

Oke oke gak usah musingin keadaan Chika, dan gimana kalo kita balik lagi.. ke hari selasa

Amir membuka buku diary Emilia.

AMIR

Disini tertulis dia nemuin kamu kevin.

KEVIN

Ya dan dia pergi, so whatt??

AMIR

Okeey ada benarnya tapi ada sesuatu kan di tengah itu, okee kita mundur beberapa langkah ya.

111. INT. RUANG KERJA KEVIN - MALAM - FLASHBACK

Kevin dan tiffany sedang berpelukan, dan terkaget dengan suara pintu yang terbuka.

Kevin menatap pintu terbuka dengan bingung.

AMIR (VOICE OVER)

Kamu tau kan ada seseorang yang tau kalo kamu selingkuh?

112. INT. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

KEVIN

Itu tuduhan yang berat.

TIFFANY

Kalau selingkuh bagaimana dan buktinya mana?

AMIR

Yeahh, tapi Chika tau! Chika yang mergokin kamu!

Kevin melihat Chika

KEVIN

Lu pasti salah liat...

CHIKA

Betull, mungkin bisa salah, tapi waktu itu.. Ku kira ku salah liat, tapi setelah semua ini jadi jelaskan..

AMIR

Betul jadi satu satunya jalan yang paling memungkinkan,dan kamu.. Pikirr.. Itu Emilia kan jadi..

113. INT. MOBIL KEVIN - SIANG - FLASHBACK

Kevin ngebut mendatangi apartement Emilia.

AMIR (VOICE OVER)

Kamu salah kira dan tancap gas langsung ke apart Emilia..

114. INT. KAMAR APARTEMEN EMILIA - SIANG - FLASHBACK

Kevin adu mulut dengan Emilia.

AMIR (VOICE OVER)

Tapi Emilia gak tau, dan kamu paksa, cekcok brantem. dan Emilia bilang kamu berubah! karena kamu semakin cuek, kasar! tapi Emilia gak tau beneran, kamu bingung dan akhirnya kamu pergi dengan emosi.

115. INT. LORONG APARTEMEN. SIANG - FLASHBACK

Sepanjang jalan kevin pusing dan gelisah.

AMIR (VOICE OVER)

Kamu takut semuanya hancur! Karir gemilang, harta, hubungan dengan dream girl.. Ya kan tapi di dalam kamu ingin Tiffany..

116. INT. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

FAISAL

Di tambah lu cuman mau terkenalnya aja ya dari Emilia karena keberhasilan dia..

CHIKA

Whoaa harta. Fame. Kekuasaan.

KEVIN

Lu jangan asal nuduh ya.. Apa hubungannya lalu dengan pembunuhan.. Ya mungkin kalo saya selingkuh!

117. INT. CAFE - SORE - FLASHBACK

Chika ngasih tau apa yang dia liat ke Emilia

AMIR (VOICE OVER)

Chika ngasih tau Emilia. Shock dan menginggalkan cafe., sesuai dari yang dari kesaksian Chika..

118. INT. KAMAR APARTEMEN EMILIA - SORE - FLASHBACK

Emilia pulang dengan sedih dan menulis diary.

AMIR (VOICE OVER)

Emilia tau kenapa kamu berubah dan ingin mengakhiri ini! 

Emilia berangkat membuka pintu.

AMIR (VOICE OVER)

Emilia pergi ketempat kamu!

119. INT. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

Amir mendekatkan diri dan menunjuk kevin.

AMIR

Dia datang dan mengancam kalian untuk menyebarkan ini dan mengakhirinya..

Faisal mengeluarkan borgol.

FAISAL

Sudah lah..

Namun di potong dengan Chika

CHIKA

Biarin, lanjutin biar jelas..

120. INT. TANGGA DARURAT - SORE - FLASHBACK

Kevin menarik Emilia, dan Emilia melepas maksa.

EMILIA

Apa yang mau di bicarain lagi, udah jelas kann.

KEVIN

Kita boleh putus aku brengsek emang, tapi dengan cara aman dongg.

EMILIA

Kamu masih mentingin itu semua?! Gak gak gak! Aku bakal sebar semuanya!

KEVIN

GAKK!!

Dengan tidak sengaja kevin menampar Emilia, dan Emilia terjatuh 

AMIR (VOICE OVER)

Dan sayangnya Emilia tidak bisa menjaga keseimbangan dan dia terjatuh.

Darah dimana - mana, Emilia tidak bergerak, kevin panik.

AMIR (VOICE OVER)

Kamu panik, Emilia tidak bergerak kamu panik dan takut kehilangan segalanya.

Tiffany masuk dan kaget melihat ini lalu memeluk kevin.

TIFFANY

Tenang - tenang kevin.. Kita bisa lewatin ini..

Di tengah kebingungan tersebut, bunyi ponsel tiba tiba memecah suasana tersebut.

AMIR (VOICE OVER)

Kamu bingung, namun bahagia sekali kamu saat Chika mengirimkan foto dia pakai mantel serta celana dan koper berisikan uang untuk membayar utang.

Kevin menunjukan foto Chika ke Tiffany

AMIR (VOICE OVER)

Kamu langsung menyuruh Tiffany mencarikan barang yang mirip dengan keuntungan tinggi kamu dan Chika hampir sama, genius!!

121. INT. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

Chika memegang kepalanya

CHIKA

Gila ya...

AMIR

Ya benarr gila! Dan lu bersihin darah dan lainnya lalu kamu masukin Emilia ke koper!

KEVIN

Mana mungkin apa dasarnya bisa kek gitu.

AMIR

Kamu mungkin pinter tapi kamu gak teliti vin ada beberapa coakan tidak wajar dan beberapa bercak darah di bawah pegangan tangga.

122. INT. BASEMENT - MALAM - FLASHBACK

Kevin masukin koper berisi Emilia dan barangnya ke koper.

AMIR (VOICE OVER)

Kamu masukin kopernya ke bagasi.

Kevin pakai mantelnya

AMIR (VOICE OVER)

Kamu pakai mantelnya untuk menyamar dan jalan pergi.

123. INT. LORONG APARTEMEN - MALAM - FLASHBACK

Emilia terbangun dan berusaha untuk menulis pesan kematian di koper

AMIR (VOICE OVER)

Mungkin dari spekulasi, kamu gak tau Emilia tersadar dan bersusah payah menulis pesan kematian yang seharusnya langsung nama mu!

124. INT. KAMAR APARTEMEN EMILIA - MALAM - FLASHBACK

Kevin masuk ke kamar Emilia dan menaru koper di ruang tamu.

Kevin berpaling untuk mengambil barang dan meng set situasi di kamar Emilia.

AMIR (VOICE OVER)

Dan kamu buka dan taro koper berisi Emilia di ruang tamu dan saat kau lengah..

Emilia sepontan bangkit dan mengambil alat sekitar dan memukul Kevin.

AMIR (VOICE OVER)

BAM! Kamu di pukul Emilia.. Dann

Emilia berusaha kabur.

AMIR (VOICE OVER)

Emilia berusaha kaburr..

Kevin sepontan mengambil pisau dan mengayunkan ke arah leher Emilia.

AMIR (VOICE OVER)

DAN KAMUU MENEBAS LEHER EMILIA!

125. INT. RUANG KERJA KEVIN - SIANG

AMIR

Dan akhirnya dia tersungkur seperti posisi dia sekarang

Chika lemas dan terduduk.

AMIR

Lalu penyelesaiannya.

126. INT. KAMAR APARTEMEN EMILIA - MALAM - FLASHBACK

Kevin merobek kertas bukti tersebut, lalu mencabutnya dari tulang buku dan memanipulasi buku Emilia

AMIR (VOICE OVER)

Merobek bukti, memanipulasi buku diary Emilia.

127. INT. MOBIL AMIR - MALAM - FLASHBACK

Amir melihat adanya kekurangan halaman pada diary Emilia.

AMIR (VOICE OVER)

Manipulasi buku ini terlihat saat semua halaman - halaman pada buku Emilia di gabungkan dan ternyata ada kurang beberapa halaman pada buku Emilia yang kosong dan hilang.

128. INT. RUANG KERJA KEVIN - SIANG 

AMIR

Karena.. Isinya.. Tentang kebenaran!

FAISAL

Lalu kenapa dia gak buang buktinya saja?

KEVIN

Bener..!! Ka karena gua juga di jebak..

Tiffany memotong, dengan sedih.

TIFFANY

Cukupp vin... Kamu gak bisa buang karena kamu merasa bersalah.. Kamu masih menyimpan kenangan Emilia...

KEVIN

Gak gak gak...

AMIR

That's it..

Faisal mengeluarkan borgol.

FAISAL

Kevin dan Tiffany mohon diam di tempat, kalian akan kami tangkap.

TIFFANY

Udah vin aku gak kuat lagi nanggung ini semua, biar kita jalankan hukumannya dan setalah itu kita bisa berdua.. Pikirin kalo ini bisa buat menembus dosa kita..

Kevin menampar Tiffany, dan Kevin terbengong.

Kevin melihat tangannya dan faisal datang untuk melindungi Tiffany.

KEVIN

GAK GAK.. GUA AKUU.. DI JEBAK DIA.

Kevin menunjuk ke Tiffany, dan Amir mendekat membawa borgol.

KEVIN

Iyaa diaaa, dia yang bunuh dia yang bunuhh.

Tiffany sambil menangis.

TIFFANY

Udahh vin cukup vinn.

KEVIN

Gak gak gua gak bisa kehilangan ini semuaa!!!

Kevin langsung lari menabrak Chika dan kabur.

Amir mengejarnya, dan Faisal mau mengikuti Amir.

AMIR

Stop sall kamu amanin Tiffany dan jaga Chika.

FAISAL

Oke pak.

Faisal memborgol Tiffany, Tiffany menurut dengan lemas.

129. INT. TANGGA DARURAT - SIANG

Amir berlari untuk mengejar Kevin, dan Amir menelpon Herman.

AMIR

Halo! Halo! MAN!!

130. INT. KANTOR POLISI - SIANG

HERMAN

Ya pak, ada apa??

AMIR (ON PHONE)

Segera kerahkan polisi dan tangkap Kevin! 

HERMAN

Baik pak!.

(HANGS UP)

Herman berlari ke arah komunikasi petugas.

HERMAN

UNTUK SEMUA PETUGAS POLISI! ADA PERMINTAAN TOLONG DARI DETEKTIF AMIR..

Para polisi langsung sergap memakai peralatan.

HERMAN

Untuk menangkap kevin, pelaku pembunuhan Emilia!

Para polisi berjalan dan mengendarai mobil polisi dan pergi.

131. INT. BASEMENT - SIANG 

Kevin berlari menghampir mobilnya, dan membuka pintu.

Amir baru sampai basement.

AMIR

Kevin berhenti!!

Kevin masuk ke mobilnya dan menyalakan mesin.

Amir berlari ke arah mobil kevin, dan kevin mulai menjalankan mobilnya.

AMIR

Sial !!

Amir mengeluarkan pistolnya dan berusaha menembak bannya, namun tidak kena.

AMIR

Hah.. Hah.. Gak bakal lolos kamu vin!

Amir berlari ke arah mobilnya, dengan cepat menayalakan mesin dan menjalankannya untuk mengejar kevin.

132. INT. MOBIL KEVIN - SIANG

Kevin sambil gelisah mengendari mobil

KEVIN

Gak gak gak gak gak.. Gak bakal berakhir kek gini..

Kevin menghindari mobil sana sini.

KEVIN

Gua udah sejauh ini gak aakan gua biarin satu pun ngehalangin gua.

Kevin tersadar Amir mulai terlihat di kaca spion.

KEVIN

ADUHH DETEKTIF TAI! TAI! TAI!

133. INT. MOBIL AMIR - SIANG

Amir berusaha mengejar kevin, dan menyalakan radio kepolisian

AMIR

Mohon bantuanya penangkapan Kevin, dengan plat 1234 b, di jalan x, Segera!

Amir menaruh kembali radionya,

POLISI (DI RADIO)

Baik pak, kami sudah menutup jalan di jalan X.

134. INT. MOBIL KEVIN - SIANG

Kevin mengebut dan mendapati perduaan, dan jalan depan yang di halang polisi.

KEVIN

AAGGHH apa apaan sih!!

Kevin belok dan merem mendadak. Menemui polisi sudah menghalang juga jalan kedua.

Kevin terdiam dan memutar mobilnya.

Namun ternyata sudah ada amir yang menghalangi.

Kevin dan Amir saling bertatapan.

KEVIN

Lu liat ya tai, lu rasain udah ngalangin gua bangsad!

Kevin menginjak gas mobilnya dengan full hingga mobilnya melompat.

135. INT. MOBIL AMIR - SIANG

AMIR

Jadi ini akhirnya ya..

Amir melakukan hal yang sama dan menginjak gas mobilnya.

136. EXT. JALAN X - SIANG

Mobil Amir dan Kevin, melaju depan depanan dengan cepat.

Saat sudah dekat mobil Amir berbelok sedikit, maka mobil Kevin menabrak belakang mobil.

Mobil Amir tertabrak dan kehilangan arah namun berhasil di kendalikan dan menabrak pohon.

Mobil Kevin tertabrak, kehilangan arah sedikit dan terguling.

137. INT. MOBIL AMIR - SIANG

Amir keluar dari mobilnya.

138. EXT. JALAN X - SIANG

Amir teriak ke arah polisi untuk menelpon ambulan.

Amir berlari ke arah mobil Kevin, dan mengecek mobilnya namun tidak ada orang.

AMIR

Kemana dia?

Amir mengecek keseliling dan mendapati Kevin yang sedang menyeret dirinya beberapa jarak dari mobilnya.

Amir menghampiri Kevin.

AMIR

Sudah lah vin terimalah..

Kevin dengan suara lemah.

KEVIN

Gak... Gak bisa...

Amir menyadari masyarakat memvideokan dan memfoto kejadian tersebut.

Amir segera memborgol Kevin.

CUT TO: BLACK

139. INT. RUANG INTROGASI - SORE

Tiffany dengan tangan di borgol di meja.

Di depannya ada Faisal.

TIFFANY

Ada beberapa kebenaran yang belum terungkap kemarin.

FAISAL

Boleh di ceritakan..

TIFFANY

Jadi...

140. RUANG KERJA KEVIN - SORE

TIFFANY (VOICE OVER)

Jadi ini dimulai..

Emilia masuk ke ruang kerja kevin, karena mendadak Kevin dan Tiffany terkaget dan langsung menatap ke arah pintu.

TIFFANY (VOICE OVER)

Saat Emilia sampai di ruang kerja Kevin.

Emilia langsung berjalan dan menampar Tiffany.

EMILIA

Gua dah percaya sama lu tiff, lu gila ya dah khianatin gua gitu.

TIFFANY

Khianatin apaa tiff??

Kevin langsung mendekati mereka berdua.

KEVIN

Ada apa ini?

EMILIA

Gua dah tau bangsatnya lu berdua!, gua dah curiiga dari lama sekarang terbukti!

KEVIN

Terbukti apa?

EMILIA

Kalian udah main gila di belakang gua! Selingkuh! Penghianat!

KEVIN

Hah? Selingkuh? Jangan asal nuduh Em, mungkin kita memang ada masalah akhir akhir ini tapi jangan bawa Tiffany.

Emilia melempar foto - foto perselingkuhan.

EMILIA

Ini buktinya, gua dah simpen di hape gua buat back up jadi terserah lu mau apain tu foto! Gua bakal sebar! Biar semua orang tau busuknya lu!

141. INT. RUANG INTROGASI - PAGI - FLASHBACK

FAISAL

Lalu dimana bukti foto - foto itu?

TIFFANY

Kami lenyapkan semua...

142. TANGGA DARURAT - SORE - FLASHBACK

Kevin termenung melihat Emilia tidak sadarkan diri di tangga.

Tiffany mendatangi kevin.

TIFFANY

Ada apa vin, gimana kondisi Emilia.

KEVIN

Kita udah hancur tif, Emilia bakal sebarin semua..

TIFFANY

Kamu tenang dulu semua ini belum berakhir kok.

Kevin melap matanya.

KEVIN

Bener.. Ini belum berakhir!

Kevin memberi arahan pada Tiffany.

TIFFANY (VOICE OVER)

Akhirnya di dalam kemepetan ini, kami membuat rencana.

Tiffany menghapus semua jejak foto di handphone dan di lantai

TIFFANY (VOICE OVER)

Saya membantu kevin membersihkan semua jejak perselingkuhan kami.

143. MALL - SORE - FLASHBACK

Tiffany ke mall terdekat dan membeli pakaian yang mirip dengan Chika.

TIFFANY

Kami setuju untuk memilih Chika sebagai kambing hitam, dan saya berusaha mendapatkan pakaian semirip mungkin dengan chika berserta kopernya.

144. TANGGA DARURAT - SORE - FLASHBACK

Kevin sudah selesai membereskan Emilia.

TIFFANY

Di saat saya datang semua sudah di bereskan oleh kevin dan dia memindahkan ke koper yang saya sudah siapkan.

145. INT. RUANG INTROGASI - PAGI - FLASHBACK

FAISAL

Oke, lalu bagaimana kevin hingga bisa seperti sekarang?

TIFFANY

Hmm waktu di mulai saat Kevin dan Emilia hampir 4 tahun pacaran.

146. INT. KANTOR KECIL - PAGI - FLASHBACK

Kevin terseyum pada Tiffany.

KEVIN

Ehh tiff gila baru dateng!, yuk kita ada beberapa meeting nih semoga goal dan usaha kita berkembang ya!

Tiffany terseyum balik, dan mereka melakukan aktifitas seperti meeting, makan siang bareng, kerja lembur.

TIFFANY (VOICE OVER)

Waktu itu kami menyulut api, api yang hangat membantu kami berkerja demi kesuksesan, waktu itu kami baru kenal sekitar 8 bulan sampai 1 tahun.

Kevin di tipu rekan kerja, Tiffany menyemangatinya.

TIFFANY (VOICE OVER)

Saat dimana Kevin jatuh ya aku yang bantu agar api hangat kami tetap menyala.

Kevin merugi, usaha kevin membuahkan hasil, kevin jatuh lagi.

TIFFANY (VOICE OVER)

Aku adalah orang yang paling tau perjuangannya.

Kevin membuat cara - cara kurang baik agar bisa membuahkan hasil lagi.

TIFFANY (VOICE OVER)

Kesenangan di hati kami berdua bahwa api yang kami jaga tidak padam, namun api tersebut mulai tidak terkontrol.

147. INT. MOBIL KEVIN - PAGI - FLASHBACK

Kevin berubah dan mulai menyuap orang, melakukan black campaign.

TIFFANY (VOICE OVER)

Api mulai berkobar tidak terkontrol dan mulai melahap kami, bahkan kevin mulai menghalalkan segala cara agar bisa sukses lagi.

148. INT. KANTOR KECIL - PAGI - FLASHBACK

Kevin mulai selingkuh dengan Tiffany, dan hanya memanfaatkan keberhasilan Emilia di publik.

TIFFANY (VOICE OVER)

Dan secara tidak sadar kami sudah terlahap habis, kami mulai menjalankan hubungan terlarang dan hanya memanfaatkan orang.

Emilia jatuh di tangga darurat tergambar lambat, dan tiffany membantu menutupi pembunuhan Emilia.

TIFFANY (VOICE OVER)

Hingga saat tersadar tubuh kami sudah habis terbakar.

149. INT. RUANG INTROGASI - SORE

FAISAL

Jadi kamu sendiri bagaimana?

TIFFANY

Menerima hukuman yang pantas saya dapatkan, mengumpulkan abu sendiri.

Tiffany melihat kaca ruang introgasi.

TIFFANY

Membentuk diri dari abu dan akhirnya menjadi manusia lagi.

150. INT. SISI LAIN RUANG INTROGASI - SORE

Amir terseyum melihat kejadian tersebut, lalu membawa file keluar ruangan.

AMIR (VOICE OVER)

Ya manusia memang akhirnya akan terlahap oleh api.

151. INT. MOBIL AMIR - SORE

Amir mengendarai mobilnya, dan melihat sesekali ke berkas kasus Emilia.

AMIR (VOICE OVER)

Ada yang dapat menjaga api walau terlahap agar tetap selamat.

152. INT. LOBBY APARTEMEN - SORE

Nisa sedang menyapa andi dan membantu para tamu dengan bahagia dan seyuman.

AMIR (VOICE OVER)

Dia yang sukses dapat membagi api ke orang orang terdekat agar menjadi hangat.

153. EXT. KUBURAN EMILIA - SORE

Kuburuan Emilia terlihat terawat dan indah.

AMIR (VOICE OVER)

Ada yang menjadi korban dari kobaran api yang lebih besar dan menyakiti..

Chika datang ngelayat Emilia.

AMIR (VOICE OVER)

Lalu ada yang terluka oleh api yang menyakiti dan tetap bertahan.

154. INT. PENJARA - SORE

Tiffany masuk ke penjara.

AMIR (VOICE OVER)

Lalu yang hangus, memperbaiki dirinya agar dapat menerima lahapan api lagi dengan pengendalian.

155. INT. RUMAH SAKIT JIWA - SORE

Kevin sedang berlutut dengan tangan di ikat (menggunakan baj khusus) lalu Kevin membenturkan kepalanya sesekali ke lantai.

KEVIN

Gak bisa.. Gak bisaa, HARUS BISA.. GAK MAUUU!

AMIR (VOICE OVER)

Namun sebaliknya ada yang menjadi abu terlalu jauh dan tidak bisa kembali.

148. INT. RUANG PRESS CONFERENCE DI STUDIO MEDIA - SORE

Amir mengangkat mic.

AMIR

Ya kita bisa memilih menjadi api ambisi yang mana.

Para awak media memperhatikan dengan senyap

AMIR

Jangan menjadikan api ambisi dapat melukai orang terdekat kita.

Pemandu acara terkesimak.

AMIR

Dan yang paling parah merusak diri kita sendiri, dari situ lah kita harus bercermin pada kasus kali ini.

END.

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)