SEBELUM KEBERADAAN
Short Film Script
Adapted from Short Story Titled “Toko Buku Kelahiran”.
Written by:
Achmad Afifuddin.
FINAL DRAFT V.1.0 – JAN 1, 2026.
Contact: achmadafirms@gmail.com
© 2026 Achmad Afifuddin. All Rights Reserved.
1. EXT. PADANG SAVANNA – NIGHT
PRIA BERJAS dengan topi koboy (50) berjalan menembus HUJAN sambil menghisap rokok.
Di kejauhan, terlihat Toko Buku Kelahiran dengan lampu berwarna oranye.
Pria Berjas mendekat, mematikan rokok dan membuka pintu toko.
2. INT. TOKO BUKU – NIGHT
PAK TZUR (70) membersihkan rak buku dengan kemoceng. Sesekali terbatuk dan bersin karena debu.
Terdengar suara HUJAN LEBAT di luar toko.
Bel yang diletakkan di atas pintu toko berbunyi, pak Tzur menghampiri.
NERI (20) membuka pintu, lalu meletakkan payungnya di kotak pengering payung yang terletak di depan pintu.
Pak Tzur mempersilakan, Neri bergegas masuk.
Neri mengangguk dan berjalan ke salah satu tempat duduk.
Pria Berjas dengan topi koboy berdiri dari tempat duduk, menghampiri Pak Tzur dengan membawa buku tebalnya.
Pria Berjas menghela napas panjang.
Pria Berjas mengeluarkan rokok dan bersiap membakarnya.
Pria Berjas menurunkan rokok dari bibirnya.
Pria Berjas membuka pintu toko–bel berbunyi dan menyalakan rokok sebelum benar-benar keluar.
Pintu toko kembali tertutup, bel kembali berbunyi.
3. INT. TOKO BUKU – PRE-DAWN
-VISUAL CONTINUITY NOTE-
Transisi halus dari pintu toko kembali tertutup dan bel kembali berbunyi pada end SCENE 2 ke pintu kembali terbuka. Seolah waktu berjalan linear, meski secara naratif ini adalah lompatan alur cerita yang berbeda.
HUJAN MASIH DERAS.
Bel berbunyi, pintu kembali terbuka dari luar oleh pak Tzur.
Neri sudah berdiri di depan pintu, dari dalam, memerhatikan.
Neri mengangguk.
Pak Tzur mengambil payung dari tempat pengering payung yang terletak di bagian dalam pintu dan membukanya.
Pak Tzur berlalu dengan tergesa, meninggalkan toko buku dengan payungnya. Pintu belum tertutup.
Notifikasi komputer di meja kasir berbunyi, Neri menghampiri dan membuka komputer.
Neri membuka notifikasi, “Daftar tamu hari ini, 30 Desember 2020”. Tampak daftar tamu dalam bentuk tabel.
SOSOK HITAM besar berbulu mengintip dari depan pintu.
Tatapan Neri terkunci menatap Sosok Hitam.
Sosok Hitam membalikkan plang “open” ke “closed” yang tertempel di kaca pintu.
Sosok hitam pergi. Neri kembali menatap layar komputer.
Neri mengklik nama pertama, “Dewa Satyanegara”. Lalu muncul “prompth” beberapa paragraf.
Neri men-coppas prompth tersebut ke aplikasi artificial intelligence yang terhubung dengan mesin cetak. Aplikasi mengolah data prompt dan menghasilkan ratusan lembar halaman pdf. Neri membacanya dengan seksama.
-POTONGAN INGATAN-
FLASHBACK – POTONGAN MEMORI:
Pak Tzur dan Neri sedang menghadap komputer.
KEMBALI KE PRESENT:
Seekor kucing mengeong keras dan mencakar pintu masuk toko buku.
Neri bangun dari kasir dan menghampiri pintu masuk, ia mengintip dari kaca.
Tampak seekor kucing berwarna oranye kuyup terguyur hujan.
Neri membuka pintu, membiarkan kucing tersebut masuk.
Neri kembali ke depan kasir dan lanjut membaca pdf milik tamu pertama di komputer.
Kucing melompat ke atas mesin cetak, Neri tidak menyadarinya.
Neri mengangguk yakin dengan pdf tersebut. Ia menekan tombol “enter” untuk mencetaknya.
LAMPU PADAM SEKETIKA. KILATAN LISTRIK TERLIHAT DARI MESIN CETAK.
Neri mencabut listrik mesin cetak dan kembali menyalakan saklar listrik di luar pintu toko.
Neri memerhatikan sekitar. Kucing tersebut sudah menghilang tanpa jejak.
Dari kejauhan, cakrawala oranye mulai menembus kegelapan dan sedikit memantulkan cahaya pagi ke dalam toko.
Neri kembali menuju meja kasir, mengangkat telepon, dan menekan tombol “satu”.
MONTAGE:
- Neri menutup telepon dan beranjak ke mesin kopi.
- Neri membuat secangkir kopi dan meminumnya.
WIDESHOT - TIMELAPSE:
- Timelapse dimulai dari langit hitam dengan sedikit siluet oranye di cakrawala.
- Dominasi gelap perlahan pudar dan menjadi cahaya pagi.
- Timelapse langit diambil dari balik kaca toko dan tidak memuat shoot Neri, pintu toko, dan/atau keseluruhan bagian toko.
4. INT. TOKO BUKU - DAY
Bel pintu toko kembali berbunyi. Seorang POLISI MUDA (25) berseragam lengkap masuk.
Neri mengusap bahunya sambil tersenyum keki.
Neri melangkah ke arah meja kasir.
Neri membuka pdf dari aplikasi artificial intelligence.
Polisi Muda itu duduk di meja kasir dan membaca pdf di layar komputer dengan seksama.
Neri menjauh dari meja kasir, menghampiri MEKANIK (40) yang sedang memperbaiki mesin cetak.
Neri mengangguk.
Neri kembali menghampiri meja kasir. Polisi Muda masih duduk menatap layar komputer dengan seksama.
Neri menekan tombol “enter” dan mencetaknya.
Suara mesin cetak terdengar beroperasi dengan wajar. Seluruh pdf tercetak dengan baik. Kertas terakhir yang berupa cover buku bertuliskan “Life of Dewa Satyanegara”.
Pintu bel kembali berbunyi, mekanik tersebut menutup pintu dan berlalu menjauhi toko.
Neri mengambil kertas yang telah dicetak, lalu bergegas menuju meja yang penuh dengan alat klip. Neri mengklipnya hingga tampak seperti buku.
Neri menyerahkan buku itu kepada Polisi Muda.
Polisi Muda mengangguk.
Polisi Muda bergegas pergi meninggalkan toko dengan membawa bukunya.
Pintu tertutup, lalu terbuka lagi.
Bel pintu kembali berbunyi, seorang NENEK (75) berpakaian lusuh masuk.
MONTAGE:
- Neri menyambut tamu berikutnya, seorang Nenek.
- Neri mencetak buku untuk si Nenek.
- Nenek membolak-balikkan halaman. Ia tampak buta huruf.
- Neri menerangkan isi buku kepada Nenek.
- Nenek meninggalkan toko dengan membawa bukunya.
- Aktivitas montage tersebut turut memuat arah pergerakan ..cahaya matahari dari siang menuju sore.
5. INT. TOKO BUKU – LATE AFTERNOON
-VISUAL CONTINUITY NOTE-
Transisi halus dari Nenek keluar pintu, pintu tertutup, lalu terbuka kembali.
Bel pintu masuk kembali berbunyi. WANITA CANTIK (30) berpakaian bak selebriti masuk.
Neri bergegas menyambutnya.
Selebriti itu menyalami Neri.
Neri menuju meja kasir dan menekan tombol “enter” untuk mencetak file pdf dari komputer.
MONTAGE:
- Berlembar-lembar kertas keluar dari mesin cetak.
- Neri mengambil kertas yang telah dicetak, lalu bergegas ..menuju meja yang penuh dengan alat klip. Neri membukukan ..kertas-kertas tersebut.
- Neri menyerahkan buku berjudul “Life of Indah Niskala” ..kepada selebriti tersebut.
- Selebriti itu membuka daftar isi, lalu membuka sejumlah ..halaman.
Neri hanya tersenyum tipis.
Selebriti membuka halaman belakang buku.
Selebriti memanyunkan bibir.
Selebriti tersebut bergegas pergi dengan membawa bukunya.
Bel pintu kembali berbunyi, pintu kembali tertutup.
Langit mulai menggelap.
Neri bergegas duduk di salah satu bangku baca dan meregangkan tubuh.
Neri termenung sejenak.
Neri kembali bangun dan menghampiri komputer di meja kasir.
Neri mengklik nama terakhir, men-coppas prompth ke aplikasi artificial intelligence yang terhubung langsung ke mesin cetak. Neri menekan “enter” untuk mencetak tanpa mengeceknya terlebih dahulu.
Neri mengambil dua lembar kertas yang telah dicetak.
Cover buku tersebut bertuliskan “Life of Ambar”.
Neri membuka halaman kedua, lalu membacanya. Matanya terbelalak.
6. EXT. PADANG SAVANNA – SUNSET
Seorang PRIA TAMPAN (30) berjalan di antara luasnya padang savanna.
Dari kejauhan terlihat bangunan kecil bercahaya oranye: Toko Buku Kelahiran.
Pria Tampan berjalan menuju Toko Buku Kelahiran.
7. EXT. PADANG SAVANNA – NIGHT
Seorang wanita cantik berada di dekat toko buku dengan menggendong bayi.
Ia bergegas membuka pintu, bel berbunyi.
8. INT. TOKO BUKU – NIGHT - CONTINUOUS
Bel pintu kembali berbunyi, seorang wanita cantik masuk ke dalam toko buku dengan menggendong bayi.
Neri menghampiri wanita tersebut dengan membawa kertas yang telah dicetaknya.
Wanita cantik itu menyerahkan bayi tersebut.
REVEAL:
Sosok di hadapan Neri kini adalah PRIA TAMPAN.
Pria Tampan menarik napas panjang.
Pria Tampan mendekat dan meraih bayi tersebut dari pelukan Neri. Neri memberikannya.
Neri menatap Pria Tampan gugup.
Neri mengangguk.
Neri tersenyum penuh.
Pria Tampan memberikan kertas yang telah dicetak berjudul “Life of Ambar”.
Neri mengangguk paham dan menyalami Pria Tampan.
9. INT. TOKO BUKU – NIGHT (FLASHBACK)
-VISUAL CONTINUITY NOTE-
Transisi halus dari Neri menyalami Pria Tampan ke Neri menyalami pak Tzur.
SFX: Hujan teredam, hampir tak disadari.
Pak Tzur melepaskan genggaman tangan.
Neri menatap pak Tzur dengan mata berbinar, tapi alisnya terangkat.
Neri tersenyum keki. Pak Tzur membalas senyumannya.
Derap langkah kaki pak Tzur terdengar menjauh menuju pintu toko.
10. INT. TOKO BUKU – NIGHT
-VISUAL CONTINUITY NOTE-
Transisi halus dari end SCENE 10 saat derap langkah kaki pak Tzur terdengar menjauh menuju pintu toko menjadi derap langkah kaki Neri terdengar menjauh menuju pintu toko. Seolah waktu berjalan linear, meski secara naratif ini adalah lompatan dari FLASHBACK ke PRESENT.
Neri membuka pintu, bel berbunyi.
Neri melangkah keluar toko dan menutup pintu, bel kembali berbunyi.
11. EXT. PADANG SAVANNA – NIGHT – CONTINUOUS
Neri berjalan di antara savanna, meninggalkan jejak kaki yang tampak bergerak halus.
MONTAGE:
- Neri berjalan semakin menjauh dari Toko Buku Kelahiran.
- Jauh di belakang Neri, Sosok Hitam tampak menjilati jejak kaki Neri. Sosok Hitam itu perlahan berubah menjadi manusia seutuhnya.
- Dari ketinggian, terlihat beberapa “cabang” Toko Buku Kelahiran lainnya yang berdiri saling berjauhan.