SCENE 1
EXT.JALAN PROTOKOL PINGGIRAN IBUKOTA- SIANG HARI - CUACA CERAH
WIDE SHOT: Jalanan padat merayap, kendaraan berjejer panjang. Suara klakson bercampur bising pedagang.
TRACKING SHOT - SEDANG: Motor berwarna biru tua melesat lincah menyelinap di sela‑sela mobil. Pengendaranya BUDI (30), jaket kurir lusuh, kacamata hitam agak gores, wajah fokus tapi terlihat lelah.
ZOOM IN KE WAJAH BUDI: Dia tersenyum kecil sambil berbicara sendiri ke helm.
BUDI
(bernafas terengah tapi semangat)
Ayo Budi… tiga pesanan lagi. Tiga saja. Hari ini tembus rekor, bulan depan tanah warung lunas. Jangan macet, jangan hujan, jangan ada orang marah… hari ini harus mulus.
CUT TO:
SCENE 2
EXT. PERSIMPANGAN EMPAT - SIANG HARI
WIDE: Di tengah persimpangan, BRIPTU AJI (32) berdiri tegak, seragam rapi, dada bidang, badannya lebih besar satu kali dari orang sekitar. Dia mengangkat tangan kiri ke atas, lalu tiba‑taba menyilang ke kanan, lalu lurus lagi. Semua pengendara bingung total. Kemacetan makin parah.
PAN KANAN: Dari mobil patroli pinggir jalan turun BRIPTU SARI (28), wajahnya datar tapi matanya memancarkan pusing tujuh keliling. Dia pegang jidat pelan.
SARI
Aji! Kapolres telepon tiga kali dalam sepuluh menit! Kamu ngatur lalu lintas atau lagi latihan senam irama?!
AJI
(berteriak bangga, suara menggelegar)
Ini namanya uji ketahanan mental masyarakat, Bu! Bagian dari pelayanan prima! Kalau mereka sabar di sini, mereka sabar di mana saja!
ZOOM OUT: Tepat saat Aji angkat tangan tinggi, mobil patroli di belakangnya salah mengira isyarat jalan, langsung melaju dan menabrak pembatas beton sampai miring. Sari langsung menutup muka.
CUT TO:
SCENE 3
INT. GUDANG LOGISTIK TUA - SORE HARI - AGAK GELAP
MED SHOT: Tangan kasar memindahkan dua kardus cokelat yang bentuknya persis sama. Satu ditandai MUSNAHKAN, satu lagi ANTAR. Karena tergesa‑gesa, keduanya tertukar posisi.
CLOSE UP: Layar HP Budi berdering, nomor tak dikenal. Dia angkat. Suara berat, datar, singkat dari seberang.
SUARA PRIA (O.S.)
Gudang nomor tujuh, Jalan Industri. Jangan buka bungkusnya. Jangan tanya apa‑apa. Bayar dua kali lipat. Lima belas menit.
ZOOM IN KE MATA BUDI: Langsung membesar mendengar “dua kali lipat”. Dia langsung mematikan gas motor ke arah sana.