3. Bagian #3

INT.KAFE KAHYANGAN — PUKUL SEPULUH MALAM

Elea sibuk mengetik di laptopnya. Sesekali ia memegang kepalanya yang terasa pening. Joy meletakkan gelas susu di mejanya.

ELEA

(menoleh)

Makasih, Kak.

JOY

Sama-sama.

Elea berhenti mengetik. Ia meraih gelas susu itu dan mereguknya perlahan.

JOY

Hari ini kafe sepi. Kata Minda, hanya ada tiga pelanggan sesiangan.

ELEA

Sedih, ya, Kak? Kalau kafe ini benar-benar bangkrut bagaimana? Aku butuh uang. Untuk kami makan, untuk beli obat Bapak, untuk uang sekolah adikku, untuk SPP-ku...

JOY

Sssh. Lihat, siapa yang datang.

Pintu kafe terbuka mnenimbulkan bunyi gemerincing belnya, dan Ardan melangkah masuk. Elea buru-buru bangkit ke meja kasir.

ELEA

(tersenyum manis)

Selamat malam, Pak. Mau pesan apa?

ARDAN

Americano. Less sugar.

ELEA

Baik. Ada lagi?

ARDAN

(tidak menyahut tetapi meletakkan uang seratusribuan di meja kasir)

Ambil kembaliannya.

ELEA

(bengong)

Makasih, Pak.

JOY

(menjawil pundak Elea)

Mayan. Bagi dua, ya?

ELEA

(buru-buru memasukkan uang ke laci kasir)

Haram.

JOY

Heh, itu semacam tips buat kita. Ngerti nggak, sih?

ELEA

Itu duit kafe. Kita nggak ada hak.

Joy menoyor kepala Elea sambil menggerutu

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)