Deadline
Daftar Bagian
1. Bab 1. Pendahuluan
Vega: "Duh, isi timeline semua tentang lulus S-1 check, atau nggak postingan dengan caption-cap
2. Bab 1.1
Vega: "Mama udah gak sabar mau punya cucu ya? Oke, Ma. Vega bakalan kasih mama cucu, tapi nanti
3. Bab 1.2
Vega: "Gila. Keren juga gua bisa kelarin ini bab 1 dalam tiga hari. Udah bisa nyaingin Bandung
4. Bab 1.3
James: "Tips biar bisa dapet dosen pembimbing barengan sama temen? Berdoa terus setiap malam ke
5. Bab 1.4
Vega: "Ini webnya kenapa gak loading-loading sih? Udah tujuh semester kuliah kok webnya masih b
6. Bab 2: Tinjauan Pustaka
Vega: "Aduh, James. Ini udah 2021 loh. Kamu masih percaya tentang yang begituan?"
7. Bab 3: Metodologi Penelitian
James: "Satu hari lo lebih cepet kelarin penelitian, itu artinya lo udah satu langkah lebih dek
8. Bab 3.1
Vega: "Maaf, tapi kamu bukan siapa-siapanya aku."
9. Bab 3.2
Vega: "Semoga kita bisa lulus bareng ya di semester ini. Gapapa wisuda-nya online asalkan semua
10. Bab 3.3
Clarissa: "Kalo aja lo bilang gara-gara takut lupa cara nge-operasiin alatnya, gua balikin kata
11. Bab 4: Hasil dan Pembahasan
James: "Kan latihan jadi kepala keluarga yang baik. Btw, pulang sekarang yuk, aku temanin kamu
12. Bab 4.1
James: "Take your time first and please let me know when you ready to meet me back."
13. Bab 4.2
Miranda: "Vega, melihat kamu sama Timo bisa sehat-sehat saja sampai umur sekarang itu, sudah me
14. Bab 4.3
Hendra dan Miranda tersenyum saat mendengar anak sulungnya ini bercerita. Masalah cinta anak remaja
15. Bab 4.4
James: "Aku bakal bantuin kamu buat wujudin harapan kamu untuk bisa cepat-cepat lulus. Ayo kita
16. Bab 4.5
James: "Gapapa kok badan kita menjaga jarak, asal hati kita tidak ada jarak yang memisahkan.&qu
17. Bab 5: Penutup
Vega: "Terima kasih untuk semuanya yang sudah terjadi."
16. Bab 4.5

71. INT. LABORATORIUM BIOKIMIA - NEXT DAY

Vega melanjutkan penelitiannya dengan semangat. Dibantu James dalam beberapa tahap, Vega mengerjakan penelitiannya dengan semangat. Sesekali Erlin dan Clarissa juga hadir membantu pekerjaan Vega. Joseph dan Ferdi juga turut menyemangati Vega meskipun mereka berdua lebih sering hanya bergosip ria di laboratorium Biokimia.

 

72. INT. LABORATORIUM FTIR - ANOTHER DAY

Vega membawa sampel miliknya ke laboratorium FTIR untuk dikarakterisasi. Vega sempat berdoa sejenak, memohon agar pengerjaannya kali ini tidak menghasilkan diagram yang aneh. Hadir juga Clarissa dan Erlin yang ikut menyemangati Vega. Saat plot IR muncul, Vega berseru senang karena diagramnya lebih terbaca dibandingkan saat pengujian pertama.

 

                      VEGA:

                (Mengangkat kedua

                 tangannya)

          Yes! Diagram kali ini lebih kebaca!

          Gua berarti udah berhasil. Pak Heru

          pasti yakin kalo ini grafiknya udah

          bener.

 

                      CLARISSA:

                (Menatap layar komputer)

          Iya sih. Kalo yang sekarang tuh

          lebih kebaca diagramnya. Gak

          se-abstrak yang kemaren.

 

                      ERLIN:

          Congrats, Vega. Semoga Pak Heru

          juga yakin sama diagram yang ini

          ya.

 

Vega lalu segera menyimpan hasil IR yang ia dapatkan. Tidak sabar ia untuk menghadap Pak Heru untuk melakukan bimbingan.

 

73. INT. RUANGAN PAK HERU - DAY

Vega membawa hasil data IR miliknya dengan sedikit takut. Meskipun ia senang karena plot IR miliknya tidak se-kacau percobaan pertamanya, tapi Vega tetap khawatir jika ternyata masih ada yang salah dalam pengerjaan penelitiannya. Vega menyerahkan data IR tersebut kepada Pak Heru.

 

                      PAK HERU:

          Oke, data kamu sudah bagus. Saya

          lebih percaya dengan data yang ini.

          Jadi kamu segera olah ya, biar bisa

          kamu selesaikan bab 4 dan 5 kamu.

          Jangan lupa karakterisasi sampel

          kamu dengan NMR untuk mendapatkan

          informasi senyawa yang lebih akurat

          ya.

 

                      VEGA:

          Baik, Pak. Terima kasih.

 

Vega menghembuskan napasnya dengan lega. Pekerjaannya kali ini tidak sia-sia. Ia berhasil mengerjakannya dengan baik dan kini Vega optimis bisa menyelesaikan skripsinya tepat sebelum deadline yang ditentukan.

 

                                             CUT TO:

 

74. INT. LABORATORIUM BIOKIMIA - MEJA VEGA - EVENING

Vega sedang menyelesaikan skripsinya di laboratorium. Di mejanya masih terlihat beberapa alat kimia yang belum dimasukan ke keranjang alat miliknya. Vega bersemangat mengetik kata demi kata di laptopnya.

 

                      VEGA:

                (Bergumam)

          Ayo, Vega, dikit lagi.

 

Vega berkomat-kamit seraya mengetik. Tidak lama, Vega akhirnya menyelesaikan tulisannya.

                      VEGA:

                (Mengangkat tangannya)

          Yeay, selesai.

 

Vega mengambil handphone-nya lalu menelpon James.

 

                      VEGA:

          James, kamu masih di kampus?

 

                      JAMES:

                (Dalam panggilan telpon)

          Iya nih, masih. Kamu masih di lab

          ya?

 

                      VEGA:

          Yes. Ketemuan yuk di rooftop.

 

                      JAMES:

                (Dalam panggilan telpon)

          Aku tinggal nyamperin kamu aja loh

          padahal ke lantai empat.

 

                      VEGA:

          Hahahaha. Aku lagi mau ngelihat

          langit sore dari ketinggian

          solanya. Lagipula, aku juga butuh

          udara segar. Masa ngehirup eter

          mulu, pingsan aku nanti. Jadi aku

          butuh kesegaran sedikit.

 

                      JAMES:

                (Dalam panggilan telpon)

          Oke, boleh. Aku beres-beres dulu ya

          bentar.

 

                      VEGA:

          Siap. Aku tunggu langsung di

          rooftop ya.

 

Vega mematikan telponnya, lalu menyimpan laptopnya di loker miliknya, kemudian pergi menuju rooftop.

 

75. EXT. ROOFTOP GEDUNG KIMIA - A MOMENT LATER

Vega berjalan menuju salah satu sisi rooftop gedung kimia. Sambil menunggu James, Vega menikmati langit sore dari ketinggian lantai lima gedung kimia. Vega menatap langit sambil memejamkan matanya. Menarik napasnya dalam-dalam sambil Menikmati semilir angin sore yang menerpa wajahnya. Tak lama, James datang dari belakang Vega kemudian merangkul bahu Vega.

 

                      JAMES:

          Hai, sayang.

                      VEGA:

          Ih, kamu pake rangkul-rangkul

          segala. Udah cuci tangan belom

          kamu?

 

                      JAMES:

          Udah dong. Masa belom, nanti kamu

          kenapa-kenapa lagi.

 

                      VEGA:

          Hih, gombal. Jangan deket-deket.

          Nanti kita diusir karna gak

          mematuhi protokol kesehatan.

 

                      JAMES:

          Loh. Tapi kan kemaren-kemaren kan

          kita udah deket-deket. Kok sekarang

          gak boleh?

 

                      VEGA:

          Kan kita harus mematuhi protokol

          kesehatan. Salah satunya yaitu

          dengan menjaga jarak.

 

                      JAMES:

          Oke. Gapapa kok badan kita menjaga

          jarak, asal hati kita tidak ada

          jarak yang memisahkan.

 

Vega hanya tertawa mendengar gombalan James.

 

                      VEGA:

          Udah mulai bisa gombal ya kamu.

 

                      JAMES:

          Iya dong. Kan biar kamu gak bosen.

          Btw, kerjaan kamu udah beres belom?

          Jalan-jalan sore yuk. Mumpung

          langit sore cerah juga.

 

                      VEGA:

          Oke, yuk.

 

James lalu meraih tangan Vega lalu digenggamnya. Vega awalnya terkejut dengan perlakuan James, namun Vega kemudian tersenyum sedikit malu saat James mulai mengajaknya berjalan sambil bergandengan tangan.

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar