Between Heart
2. Scene 6-11

06. INT. WARUNG NASI PADANG - SIANG

Ale lagi duduk di salah satu meja, menikmati makan siang, nasi dengan kikil sebagai lauknya. Tiba-tiba, Salma datang dengan makanan ditangannya, mengejutkan Ale.

SALMA

Sendirian aja, Le?

Salma menarik kursi, dan duduk.

ALE

(kaget, batuk)

Ale menenggak minumnya.

SALMA

Eh, sorry Le. gue bikin kaget, ya?

Salma khawatir. Merasa bersalah.

ALE

Eng-enggak kok. Makanan gue salah masuk jalur. I-iya gitu ...

Ale tersenyum miris. Merasa bodoh dengan jawabannya.

SALMA

Jalan kali ah ada jalurnya!

Salma tertawa renyah.

Ale dengan malu menggaruk kepalanya. Melanjutkan makan dengan gaya so cool/jaim.

ALE (V.O)

Bisa mimisan gue lama-lama berduaan gini sama Salma.

Selesai makan, Ale menatap Salma yang hanya mengaduk-aduk makanannya.

ALE

Sal, makanan lo kok di aduk mulu?

SALMA

Eh, enggak kok, gak kenapa-napa, Le.

ALE

Lo ada ... masalah?

SALMA

Hmmm ... Gue, gue lagi bingung aja. Tapi gak penting kok.

ALE

Santai aja kali. Kalo lo mau cerita, gue bakal pasang telinga baik-baik.

SALMA

(Tersenyum)

Jadi sekarang telinga lo gak lo pasang baik-baik, dong?

Ale salah tingkah. Jawabannya selalu terdengar bodoh.

Salma tertawa melihat tingkah Ale.

ALE

Salah mulu ya mulut gue!

SALMA

Becanda gue, iya, nanti gue cerita-cerita deh.

Ale tersipu malu. Mengangguk.

07. INT. DISKOTIK. DEPAN PINTU MASUK - MALAM

Lampu gemerlap menghiasi setiap sudut. Musik Disko dengan volume tinggi bertalu-talu, berdebam. Tive (20) bersama Loli (20) baru saja masuk. Mata mereka mengedar, mencari seseorang.

TIVE

Lo yakin mereka di sini?

LOLI

Yakin! gue liat mereka tadi masuk sini, Ve.

Loli memicingkan mata, mengunci pandangannya.

LOLI (CONT'D)

Ve, itu Afan!

Tive mengikuti arah tangan Loli. Tive marah, langsung berjalan menghampiri Afan (21), pacarnya.

CUT TO:

08. INT. DISKOTIK - MEJA AFAN - MALAM

Tive dengan emosi memukul meja yang di lingkari oleh Afan dan empat orang teman laki-lakinya. Termasuk cewek yang memeluk Afan dari samping.

AFAN

(Kaget, berdiri)

Ve ...

TIVE

Lo gak ada hati, Fan.

AFAN

Lo salah paham. Gue bisa ...

Tive menyiram Afan dengan segelas minuman yang berada di atas meja.

Tive menangis, dan segera pergi.

LOLI

Ve tunggu gue ...

09. EXT. DEPAN MINI MARKET - MALAM

Ale baru aja membeli sekaleng minuman dingin. Ia sempatkan untuk menghabiskan minum itu di tempat sambil membuka Instagram lewat ponselnya.

ALE

S-a-l-m-a

Ale mengejah nama Salma sembari mengetik di kolom pencarian.

ALE (CONT'D)

Duh, cantik lo gak ada obat Sal. Coba aja lo mau sama gue. Pasti gue mau sama lo. Sayangnya, You say no pasti.

Ale melempar kaleng minumannya setelah kosong. Kembali menyalakan motor, lalu mengendarainya untuk pulang.

10. EXT. JALAN - MALAM - MONTAGE

Di perjalanan, Ale melihat seorang cewek (Tive) yang duduk di kursi besi trotoar. Ale melihat jam tangannya. Pukul 12 malam. Ale berinisiatif untuk Merapat ke arah cewek itu.

ALE

(Ragu)

Ntar dia komplotan begal, lagi! Niat nolongin, malah gue yang apes!

Ale menghentikan motornya sejenak. Menimbang-nimbang.

ALE

Tapi kok jiwa sosial gue meronta-ronta, ya? Alah bodo amat, gue samperin aja. Kalo gue di begal, ya berarti itu rejeki si begal.

Ale merasa tidak tega. Setelah menarik napas dalam-dalam, Ale melajukan motornya lagi dan menghampiri cewek itu.

11. Ext. Jalan. Trotoar - malam

Ale menghentikan motornya tepat di depan Tive. Melepas helm, dan turun dari motor.

ALE

Hei ... Lo gak apa-apa?

Tive menengadah, menatap Ale saksama.

Tive

(terisak)

Lo siapa sih? sok kenal banget!

ALE

Yeh, ditanya baik-baik malah ngegas!

TIVE

Orang sedih mah bebas! Mau marah kek, mau gimana kek, terserah!

ALE

Eh ni bocah, kenapa makin nyolot, sih? Sakit lo, ya?

Tangis Tive makin menjadi. Ale bingung, tengok kanan-kiri, khawatir.

ALE (CONT'D)

Eh, lo kenapa sih? berisik! tar orang-orang nyangkanya gue ngapa-ngapain, lo!

TIVE

Bodo amat! Cowok sama aja, gak punya hati!

ALE

(Kesal)

EH! kalo ngomong bismillah dulu. Enak aja! Kalo gue gak punya hati, gak bakalan gue berenti terus nanyain lo kenapa!

TIVE

(Masih terisak)

Ya lo nya aja yang keganjenan gak bisa liat cewek cantik dikit!

Tive gak mau kalah.

Ale mengepalkan tangannya, geram. Ale berusaha agar emosinya gak meledak-ledak.

ALE

Terserah lo bocah, lo mau nangis di sini sampe pagi kek, gue bodo amat. Bye!

Ale melangkah kearah motor. Tapi tangis Tive kembali mengeras. Ale memutar badan, melotot kearah Tive.

ALE

Nangisnya gak usah di loadspeak bisa gak? hah?

TIVE

Lo katanya peduli tapi buktinya mau ninggalin gue sendirian di sini, gak punya hati, lo ...

Tive lanjut menangis. Ale semakin kesal.

ALE

Terus lo maunya apa?

Ale menurunkan suaranya.

TIVE

Lo nawarin untuk nganter gue lah!

ALE

Yaudah ayo!

TIVE

Tawarin dulu! Jadi cowok gak gentle banget, sih!

Ale menarik napas dalam-dalam.

ALE

(Pasrah campur kesal)

Lo mau gue anterin balik gak?

TIVE

(Menghapus air matanya)

Mau ...

CUT TO:

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar