Daftar isi
#1
Eldhera Pascaperang Besar
#2
Seratus Milenium Kemudian
#3
Awal Baru
#4
Kauro
#5
Hie Soran
#6
Kaget
#7
Bate Baru
#8
Kebiasaan yang Susah Hilang
#9
Panggilan Militer dan Resolusi Sabit Pedang
#10
Sehari Sebelum Pertempuran
#11
Bukan Satu Lawan Satu
#12
Cita-Cita
#13
Utopia
#14
Kelahiran Senjata Mistis
#15
Bukit Muara
#16
Dunia Kecil
#17
Gerbang Kanal Lain
#18
Kuburan Pusaka
#19
Pertemuan Gerbang Dunia Kecil
#20
Jembatan ke Kanal Lain
#21
Wajah Baru
#22
Penerus dan Tetua Gudang Pusaka Bukit Muara
#23
Popularitas Semu
#24
Bengkel di Jalan Long An
#25
Serangkaian Agenda
#26
Senjata Baru
#27
Sehari Sebelum Acara
#28
Kediaman Pu Ding
#29
Kembali Bersama
#30
Selingan
#31
Di atas Mutiara Inti
#32
Belukar Semak
#33
Formasi Sementara Bukit Muara
#34
Selesai Satu, Muncul yang Baru
#35
Seberkas Keraguan
#36
Titik Kumpul
#37
Rencana dan Penemuan
#38
Kemah Tiga Aliansi
#39
Cermin Hantu
#40
Ayah Mertua
#41
Tujuh Panji Ekspedisi
#42
H-1
#43
Darat dan Udara
#44
Daerah Liar di Selatan
#45
Persinggahan Pertama
#46
Cara Kerja Dunia Lain
#47
Ada Uang Ada Barang
#48
Mukaku Merah
#49
Tanah Tenggara
#50
Pintu Masuk
#51
Rekahan
#52
Satu-Satunya, Mungkin
#53
Dari Tianwu ke Dataran Tengah
#54
Liburan Hari Kedua
#55
Obsesi Dunia Lain
#56
Gerbang Baruke
#57
Kelompok Penyintas
#58
Serikat Petualang
#59
Sebelum ke Benua Baru
#60
Perburuan Perdana
#61
Buruan
#62
Bintang Pertiwi
#63
Bibit Konspirasi
#64
Agenda Saintess
#65
Wajib Militer, Lagi
#66
Alasan Lain
#67
Pahlawan dan Penyintas
#68
Tanggal Keberangkatan
#69
Lambang Kebijaksanaan Benua
#70
Lanjut ke Timur
#71
Ding Saat Ini
#72
Kisah di Belukar Semak
#73
Berita dari Tengah Benua
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#48
Mukaku Merah
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Sudah semuaBae Mon Dok dkk mengangguk Mereka berhasil melunasi peluru-peluru meriam kapal ekspedisi kami tepat setengah dupa ketika mentari terbit di hari berikutnya tanggal lima Bulan SebelasJuga sanggup mempersenjatai banyak ranah pengembunan hawa yang tidak punya jurus serangan jarak jauh dengan senapan lontak berpeluru timahHem Aku garuk dagu lihat kelakuan para orang tua itu pagi tersebut Kukira pertapa kelas tinggi sudah anti boros sama menghindari benda-benda duniawi Tetu
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp20.000
atau 20 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 47
Ada Uang Ada Barang
Chapter Selanjutnya
Chapter 49
Tanah Tenggara
Sedang Dibicarakan
Novel
Bronze
Melancholie
GRISZY
Novel
Neophyte : The Destroyer Weapon
Quinceline
Cerpen
Bronze
Nyonya Indo dan Enam Anak Perempuannya
Abdi Husairi Nasution
Novel
Bronze
Sofia
silvi budiyanti
Cerpen
Bronze
PENGUASA PARA DEWA: [Prequel] Kronik Kejam Break. Mengapa Menciptakan Jalur Elite, Rencana Kejam David Memanen Dunia Ilusi? Wajib Baca!
Sky Eyes
Flash
Bronze
Dia dan Ia
Noera Ilyana
Novel
Bronze
DOSA YANG SALAH
Alda.
Cerpen
Pretensi
Ilestavan
Cerpen
BELENGGU
Sukmaratri Mudhita
Flash
The Newbie
Via S Kim
Flash
Bronze
Sebuah Persembahan
Afri Meldam
Cerpen
Cinta Di Bawah Pohon Jambu
INeeTha
Flash
Bronze
Jembatan Terakhir
Silvarani
Flash
Sang Penjaga (4)
Omius
Flash
Rocko
Fitri F. Layla