Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
"Nasab kiai bukanlah mahkota untuk disombongkan, melainkan amanah hisab yang harus dipikul dengan kerendahan hati."
Di balik tembok Pesantren Darul Ikhsan Mataraman, Gus Muhammad Qoifun Habibillah memilih jalan yang tak lazim: menanggalkan privilese statusnya sebagai putra kiai besar. Demi menggembleng jiwa dan menepis arogansi nasab, ia diasingkan untuk riyadhoh dan khidmah sebagai santri biasa di bumi pegunungan Malang.
Takdir mempertemukannya dengan Ning Siti Ghoniyah Shobiyah—putri ulama berdarah Madura—melalui ikatan janji sanad dua kiai. Tanpa kemewahan pesta, di bawah temaram lampu robyong, janji suci terucap. Namun, menyatukan dua jiwa dalam kerendahan hati ternyata tak semudah membalik lembaran kitab.
Di antara canggungnya malam-malam awal yang dihangatkan wedang jahe dan bait-bait Al-Hikam, riak kecemburuan, surat kaleng, dan ujian nasab mulai menggoyang ketenangan. Mampukah ketawadhuan mematahkan prasangka, dan akankah cinta yang tumbuh di seberang bilik santri ini mewangi dalam keberkahan?
Di balik tembok Pesantren Darul Ikhsan Mataraman, Gus Muhammad Qoifun Habibillah memilih jalan yang tak lazim: menanggalkan privilese statusnya sebagai putra kiai besar. Demi menggembleng jiwa dan menepis arogansi nasab, ia diasingkan untuk riyadhoh dan khidmah sebagai santri biasa di bumi pegunungan Malang.
Takdir mempertemukannya dengan Ning Siti Ghoniyah Shobiyah—putri ulama berdarah Madura—melalui ikatan janji sanad dua kiai. Tanpa kemewahan pesta, di bawah temaram lampu robyong, janji suci terucap. Namun, menyatukan dua jiwa dalam kerendahan hati ternyata tak semudah membalik lembaran kitab.
Di antara canggungnya malam-malam awal yang dihangatkan wedang jahe dan bait-bait Al-Hikam, riak kecemburuan, surat kaleng, dan ujian nasab mulai menggoyang ketenangan. Mampukah ketawadhuan mematahkan prasangka, dan akankah cinta yang tumbuh di seberang bilik santri ini mewangi dalam keberkahan?
Tokoh Utama
Gus Muhammad Qoifun Habibillah
Ning Siti Ghoniyah Shobiyah
KH Rifki Mukhtarullah
Nyai Ghalia Tarifa
KH Ghaffar Rasyidin
Nyai Walida Nissa
#1
DEBU DI PINTU GERBANG
#2
BEBAN SEBUAH NAMA
#3
HAWA SEJUK DI KAKI ARJUNO
#4
KHIDMAT YANG TAK BERNAMA
#5
DUA SAHABAT MADURA
#6
RAHASIA YANG TERSIBAK
#7
KHITBAH YANG SUNYI
#8
DI BAWAH LAMPU ROBYONG
#9
MALAM PERTAMA YANG CANGGUNG
#10
SENTUHAN PERTAMA YANG HALAL
#11
MEMBACA KITAB BERSAMA
#12
GURAUAN KECIL
#13
BISIK BISIK SANTRI SENIOR
#14
FITNAH SURAT GELAP
#15
MIHRAB MASJID BANAT
#16
BADAI DI BAHTSUL MASAIL
#17
KETIKA SAKIT MEMBUKA TABIR
#18
DI BAWAH RINTIK HUJAN
#19
PULANG KE TANAH MATARAMAN
#20
DAPUR NDALEM DARUL IKHSAN
#21
SANTRI YANG BERBALIK TAKZIM
#22
BUAH CINTA DI SEPERTIGA MALAM
#23
TONGKAT ESTAFET KHIDMAH
#24
KIDUNG TAWADHU'
#25
LENTERA DI SERAMBI DARUL IKHSAN
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
1
Dibaca
167
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 32 pengguna
Sudah memublikasikan 108 karya
Menulis lebih dari 7,243,381 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi
Novel
Jarak di Ujung Nozzle
Amrullah Ibrahim
Novel
Kidung Tawadhu' di Bawah Langit Mataraman
Amrullah Ibrahim
Novel
Pesantren dan Pelangi Hati
Amrullah Ibrahim
Novel
Ketika Cinta
Amrullah Ibrahim
Novel
Jernihnya Air Kolam Cinta
Amrullah Ibrahim
Novel
SEAKAN Cuma MIMPI
Amrullah Ibrahim
Flash
Tanduk Misterius di Bawah Rumah Wak Dijah
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Rindu di Bukit Rendingan
Amrullah Ibrahim
Novel
Cinta Yang Kembali Kepada-Nya
Amrullah Ibrahim
Novel
Tit Tak Sempurna
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 8: KEMELUT TERATAI BIRU
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pulang Menuju Pelukan
Amrullah Ibrahim
Novel
Baiti Jannati
Amrullah Ibrahim
Novel
Takdir di Balik Cadar dan Jas Mewah
Amrullah Ibrahim
Novel
Kejernihan yang Kita Jaga
Amrullah Ibrahim