Disukai
0
Dilihat
8
Jangan Tegur Penghuni Satunya
Misteri
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Kalau nemu kontrakan satu kamar di Bandung, kamar mandi dalam, dapur sendiri, harga enam ratus ribu sebulan, mestinya pertanyaan pertama adalah: kenapa murah banget?

Pertanyaan pertamaku malah, “Wi-Fi sudah termasuk, Pak?”

Begitulah kalau saldo tinggal sejuta lebih sedikit dan kos lama mau dijadikan tempat laundry.

Kontrakannya ada di ujung gang daerah Cicaheum. Motor bisa masuk, mobil mesti parkir dekat warung di mulut gang. Bangunannya petak paling belakang dari deretan empat pintu. Tiga pintu lainnya digembok.

Di samping petak terakhir ada tembusan sempit ke jalan belakang, dekat pangkalan ojek. Jalan itu cuma muat orang lewat satu-satu. Waktu pindahan, aku lewat sana untuk beli air galon, kalau membawa motor mesti lewat warung di depan.

Iklannya kutemukan di grup Facebook. Waktu kulihat tanggal unggahnya, sudah hampir tujuh bulan lalu.

Kupikir Pak Darman belum ngerti cara menghapus iklan.

Kami ketemu di depan warung. Beliau pakai sandal kulit, kemeja batik yang dimasukkan ke celana, dan helm yang tetap menempel di kepala selama kami bicara. Sepertinya memang nggak berniat lama-lama.

Setelah uang kutransfer, beliau menyerahkan kunci dengan gantungan ketupat plastik hijau.

“T...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Rekomendasi