CANGKRIMAN : Misteri Danau Biru (Script)
Penulis: Wiji Lestari
Kategori
Horor
Bagian
15
Suka
21
Favorit
QR Code
Bagikan
Pengenalan
Daftar Bagian
Blurb
Nafisa berupaya keras mengumpulkan keberaniannya hanya untuk sekedar pulang kampung. Saat pulang, rumah yang dulu ditempatinya bersama seluruh anggota keluarganya, tetaplah utuh. Namun, kejadian buruk yang mengharu biru itu, cukuplah mampu meruntuhkan seluruh kenangan hangat yang secara perlahan luruh.

Terutama setelah arwah Riana datang menyambut, segalanya - baik itu kenangan baik maupun buruk, langsung bermunculan dan berkejaran liar lantaran ada sangkut paut.
Baik itu tentang pemilihan Kades, riwayat tanah sengketa, sesajen, pantat wajan yang jebol, terutama tentang Danyang atau penunggu Danau Biru!

Akankah Nafisa menyerah pada rasa takut? Ataukah dia tetap lanjut?
Premis
Lantaran lena mengirim sesajen, sebuah keluarga harmonis jadi berantakan.
Pengenalan Tokoh
1. NAFISA AZZAHRA (26 tahun)

Seorang gadis berperawakan tinggi, ramping, berkulit bersih dan sering mengucir kuda rambutnya. Penampilannya tidak begitu feminim, juga tidak begitu tomboi. Sedang, sederhana tapi sangat menarik perhatian.

Wataknya santai, baik, berbakti dan ramah. Tapi cenderung mengikuti arus. Apalagi untuk seseorang yang begitu dipedulikannya. Sekalinya keras kepala, dia tak terbantahkan. Tapi sekalinya melunak, dia tidak pernah nanggung-nanggung dalam menyelesaikan masalah dan kesalahannya.

NOTE: NAFISA sangat peduli dan menyayangi kakaknya, BURHAN. Karena saat masih kecil, mereka tidak diurus oleh LASTRI dan sering kelaparan. BURHAN sering mencurikan makanan untuk NAFISA dan sering kena pukul. BURHAN selalu mengutamakan adiknya. Jadi, wajar jika NAFISA begitu mengagungkan kakaknya ketika sudah besar.

2. BURHAN RAHMADI (31 tahun)

Berperawakan tinggi, tegap, berkulit bersih dan cakap. Seperti halnya adiknya, NAFISA, dia juga sangat menarik perhatian.

"Tipikal pria jinak di kandang, sangar di luar dan penggila dunia."

Wataknya sebagai kepala keluarga yaitu hangat, humoris dan sangat penyayang. Sebisa mungkin, dia tidak akan melibatkan anggota keluarganya ke urusan pekerjaannya.

Wataknya sebagai pribadi sangatlah ambisius. Sedangkan sebagai makhluk sosial, dia termasuk egois dan kasar. Dia hanya mementingkan ambisinya.

Wataknya yang ketiga ialah saat dia menjadi orang gila. Yakni karena dia tidak kuat menghadapi dirinya sendiri ketika keluarganya harus terseret dalam masalah ambisinya.

3. MBAH YAMAK (75 tahun)

Berperawakan sedang, kurus dan berkulit hitam. Bukan tipikal orang yang menarik, tapi cukup mencolok. Dari ciri fisik, mencoloknya karena akan mengundang belas kasihan. Tapi secara sifat, pasti akan membuat orang salah paham.

Wataknya secara umum yaitu keras, bahasanya kasar dan sering meludah tiap kali tidak menyukai sesuatu atau tentang apapun. Termasuk saat tidak menyukai seseorang. Untuk urusan ekspresi, Mbah Yamak ialah buku yang terbuka. Blak-blakan. Kebanyakan orang pasti tidak akan betah berinteraksi dengan seseorang seperti ini. tapi ...

Beliau sebenarnya orang yang sangat peduli. Bahkan bisa mengorbankan kepentingannya sendiri demi orang lain. Beliau sama sekali bukan tipikal orang pendendam meskipun watak buruknya bisa menjadikan orang lain dendam padanya.

Meskipun bukan tokoh utama, karakter beliau ialah yang paling kuat. Perwakilan watak seorang ayah yang keras, kerap mengundang salah paham anak-anaknya, tapi ternyata selalu melindungi tanpa anak-anaknya perlu tahu dan mengerti.

3. ANGGI (26 tahun)

Berperawakan tinggi, sedang, berkulit sawo matang bisa kuning langsat. Penampilannya cenderung tomboi dan cukup energik. Meskipun tidak semenarik NAFISA, tapi tipikal seseorang yang bisa membuat nyaman setelah mengenalinya.

Wataknya keras, bahasanya ceplas-ceplos walaupun tidak sekasar MBAH YAMAK. Tidak suka mencampuri urusan orang lain jika dianggapnya tidak penting. Seperti halnya MBAH YAMAK, meskipun kasar di luar, nyatanya dia bukan tipikal pendendam dan sangat setia kawan. Dan tipikal dia ini merasa tidak perlu memiliki banyak teman. Cukup sedikit, bahkan hanya dengan hitungan jari, tapi berkualitas.

5. BUDE YAN (60 tahun)

Berperawakan pendek dan agak gemuk. Wajahnya meneduhkan dan sikapnya cukup tenang. Mengingatkan kita akan ibu-ibu berumur senja yang menginginkan ketenangan dalam sisa hidupnya. Meskipun tidak banyak aksi, namun wejangannya sudah mampu membuat tokoh lain beraksi.

6. RAHMA istri BURHAN

Tipikal istri setia sebenarnya, yang menurut apa kata suami.

7. LASTRI ibu NAFISA dan BURHAN.

Tipikal ibu yang payah. Belia menelantarkan anak-anaknya saat masih kecil sehingga kurang penghormatan dari kedua anaknya. Namun, keduanya tidak lupa dari pengabdiannya sebagai anak. Penyesalannya sebagai seorang ibu yang gagal baru terasa ketika anaknya benar-benar meninggalkannya.
Sinopsis
Demi menghadiri prosesi pemilihan Kades, Nafisa rela mengambil cuti untuk pulang kampung. Bukan tanpa sebab. Karena selain ingin memberikan suaranya, kakaknya, Burhan juga mencalonkan diri.

Selama menunggu hari H pemungutan suara, selain menghabiskan waktu dengan keluarganya, Nafisa juga diajak jalan-jalan ke Danau Biru oleh Anggi. Awalnya baik-baik saja. Hingga kemudian muncul Mbah Yamak yang menjelek-jelekkan Burhan di hadapannya. Kejadian itu pun membuat Nafisa tidak menyukai Mbah Yamak.

Di lain waktu dan tempat, David, kaki tangan Burhan juga diteror oleh Mbah Yamak. Mbah Yamak menuntut Burhan dan David agar mengirim sesajen ke Danau Biru lagi. Burhan yang tidak terima adiknya diganggu dan diancam oleh Mbah Yamak pun menyusun rencana supaya tidak diteror lagi.

Kemudian Mbah Yamak difitnah oleh Burhan dan anak buahnya dengan dituduh mencuri. Mbah Yamak pun diarak ke Balai Desa dan disekap sampai polisi datang. Di sana, Mbah Yamak dan Burhan bicara empat mata. Mbah Yamak kembali mengingatkan Burhan agar mengirim sesajen lagi. Tapi Burhan acuh dan meremehkan karena bersikeras kalau urusan di Danau Biru sudah selesai. Mbah Yamak pun mengalah dan mengatakan tidak akan menjaga pintu ghaib di Danau Biru lagi. Sedang Burhan tetap pada pendiriannya.

Pada waktu bersamaan, Anggi meminta bantuan Nafisa agar Burhan mau melepaskan Mbah Yamak. Anggi yakin kalau itu cuma salah paham atau akal-akalan. Nafisa yang tidak menyukai Mbah Yamak, jadi sangat marah pada Anggi karena membelanya dan memilih memutuskan persahabatan mereka.

Gerbang dua alam pun terbuka. Danyang atau penunggu Danau Biru ke luar dari danau karena Mbah Yamak yang sudah lepas tangan. Danyang mengambil Riana, putri Burhan sebagai ganti sesajen yang sudah lama tidak dikirim. Selain itu, sajen dikirim juga untuk meredam kemarahan danyang karena rumahnya, pohon beringin dekat tepi danau di tebang. Sebagai gantinya, danyang menempati danau biru (bekas galian pasir) sebagai rumahnya dan meminta sajen sebagai peredam amarahnya.

Nafisa dan keluarganya terpuruk jauh. Karena pemakaman Riana bertepatan dengan pemungutan suara. Burhan kalah pemilu sekaligus dikhianati oleh David dan para anak buahnya. Belum lepas dari keterpurukan itu, Rahma, istrinya meninggalkannya. Rahma tanpa sengaja mendengar pembicaraan Burhan dan David via telpon kalau Riana bisa meninggal karena Burhan lalai mengirim sesajen.

Nafisa yang belum tahu duduk perkaranya, begitu kecewa dengan keputusan Rahma yang meninggalkan kakaknya pada saat titik terrendah hidupnya. Namun, semua berubah ketika Burhan mengatakan semua kebusukannya pada Nafisa. Termasuk memberitahu bahwa Mbah yamak ialah seseorang yang sering menolong mereka waktu kecil dulu pada saat kelaparan. Karena kecewa, Nafisa pun meninggalkan Burhan dan Lastri.

Nafisa kecewa pada Burhan yang tak jujur. Nafisa juga kecewa pada ibunya yang dulu mengabaikan mereka sehingga dianggap ikut andil pada ambisi kakaknya. Hingga kemudian Lastri meninggal dan Nafisa tidak pulang menghadiri pemakamannya. Nafisa masih kecewa.

Hingga mendekati hari nyeratus Riana dan empat puluh kematian Lastri, Nafisa ditelpon oleh Bude Yan yang memintanya pulang. Nafisa pun mengumpulkan keberaniannya untuk pulang kampung demi menyelesaikan beberapa hal. Yaitu:

1. Memperbaiki persahabatannya dengan Anggi.
2. Ziarah ke makam Riana dan Lastri.
3. Memperbaiki silaturahminya dengan Rahma, sekaligus menghadiri selametan
nyeratus keponakan dan empat puluh ibunya.
4. Meminta maaf pada Mbah Yamak.
5. Mengurus Burhan yang gila.
6. Menjual rumah untuk melunasi seluruh utang Burhan yang kalah pemilu.

Semua urusan, Nafisa selesaikan. Sedang urusan dengan danyang Danau Biru yang masih marah, sang Danyang mengambil putri David sebagai tumbal terakhir.


SCRIPT DISAJIKAN DENGAN ALUR MAJU-MUNDUR.
Artikel Untukmu
Ini Lho Para Kru Terkuat Sang Raja Bajak Laut Gol D. Roger
Sudah tahu belum?
Kembali Belajar Mengenai Sex Education dari Film 27 Steps OF May yang Mengharu Biru
Sex education menjadi hal penting yang perlu dipahami anak sejak dini. Orang tua tentu harus berperan aktif didalamnya. Sebab, mereka tanggung jawabnya. Film yang rilis pada tanggal 12 April 2019 silam ini kembali mengingatkan pada semua pihak bahwa sex dan penjagaannya sangat penting dilakukan.
Idaman Banget, 3 Zodiak Mau Terima Pasangan Apa Adanya
GenPI.co - Memiliki pasangan yang mau menerima kita apa adanya merupakan berkah tersendiri. Menurut astrologi, ada 3 zodiak yang disebut memiliki sifat ini. Siapa saja mereka? Cancer Cancer merupakan zodiak yang emosional dan terbuka dengan siapa sa
Maskapai Jepang Uji Penggunaan Pintu Toilet Pesawat Hands-Free
maskapai jepang, ANA Jepang menguji desain gagang pintu toilet pesawat hands-free.
Jenazah Vanessa Angel dan Suami Dibawa Pulang ke Jakarta
GenPI.co - Selebritas Vanessa Angel dan suaminya, Febri Ardiansyah alias Bibi meninggal akibat akibat kecelakan mobil di Tol Jombang, Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jawa Timur (Jatim) Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan peristiwa tersebut. Men