Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Kisah Pasien Diabetes Syok Gula Darahnya Capai 500 Lebih, Sampai Koma 5 Hari

Kisah Pasien Diabetes Syok Gula Darahnya Capai 500 Lebih Sampai Koma 5 Hari

INDOZONE.ID - Diabetes bisa menyerang siapa saja, termasuk orang yang berusia muda atau usia produktif. Sebab, penyakit diabetes selain faktor genetik juga bisa terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat atau pola makan yang tidak terkontrol.

Seorang pria bernama Kurnia menceritakan pengalaman saat gula darahnya meledak sampai membuat tak sadarkan diri. Dia sendiri mengaku selama ini sudah menerapkan hidup sehat dengan rutin olahraga.

"Saya hidup aktif, sering olahraga. Makan manis ga terlalu suka (lebih suka daging), minum pun prefer air putih/teh tawar biasanya," cerita Kurnia dikutip Indozone di akun Twitter-nya, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Jangan Rebahan! Ahli Sarankan Jalan Kaki 2 Menit usai Makan untuk Cegah Risiko Diabetes

Namun, dalam 6 bulan-12 bulan terakhir, ia mengaku lalai dengan gaya hidupnya hingga akhirnya terjadilah masalah serius. Selama beberapa bulan terakhir ini, ia sering makan banyak seperti biasa namun jarang nge-gym.

Kemudian, ia juga lebih sering membeli kopi kemasan yang gulanya tinggi saat sedang perjalanan jauh. Banyak pikiran membuatnya jadi sedikit bergerak.

Seiring berjalannya waktu, kondisinya semakin drop karena makanan manis yang ia konsumsi semakin tak terkontrol.

Pada Juli kemarin, berat badannya mendadak turun 7 kg dalam seminggu, kemampuan angkat bebannya berkurang drastis karena lemas dan merasa haus terus-terusan serta mengalami muntah-muntah.

Hingga akhirnya, ia pun harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah dicek, ternyata gula darahnya mencapai 500 lebih. Setelah opname, dia justru tidak bisa mengingat apa-apa.

Ternyata, ia mengalami koma selama 5 hari. Selama penanganan dokter, gula darahnya ternyata sempat naik ke 667 dan trombositnya turun sampai ke 20 ribu.

Kemudian, nafas sempat sesak sampai butuh bnatuan oksigen. Kondisi tersebut membuatnya mengigau. Bahkan, saat itu keluarga sudah berkumpul karena dikira akan berpulang ke Rahmatullah.

Namun, ia akhirnya siuman dan kondisinya berangsur mulai membaik meski tubuhnya masih merasa lemas.

"Lalu pas hari Selasa setelah sadar, kayaknya kondisi sudah membaik. Tapi masih lemah banget. Jalan ga kuat, segala macam smasih susah. Bahkan gerak doang aja otot kaya sobek semua rasanya," ujar Kurnia.

Kembali melanjutkan gaya hidup sehat

Setelah mengalami kejadian luar biasa hingga membuatnya tak sadarkan diri, Kurnia pun kembali menjalankan gaya hidup sehatnya. Tak ada pantangan dari dokter, hanya saja ia diminta untuk menjaga makanan dan memonitor gula darah.

Meski sempat depresi karena rumor bahwa penyakit diabetes tidak bisa disembuhkan, namun ia berhasil bangkit setelah menemukan secercah harapan untuk sembuh setelah membaca berbagai riset mengenai diabetes. Kini, ia terus rutin berolahraga dan menjaga asupan makanannya.

Menurutnya, berdasarkan anjuran dari paper kesehatan yang ia baca, pasien diabetes disarankan untuk berolahraga minimal 3 kali seminggu untuk membantu manajemen gula darah.

Kurnia pun memperlihatkan beberapa progres gula darahnya dari tinggi menjadi normal.

Meski demikian, ia tetap meminta agar penderita diabetes lainnya tidak serta merta mengikuti penanganan medis yang dilakukannya. Disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli nutrisi.

"Sebanyak-banyaknya saya baca paper, jurnal, artikel tentang diabetes, ini bukan bidang keahlian saya. Jadi bisa jadi salah. Konten ini sifatnya sharing dan sedikit edukasi dan hiburan.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar