GenPi.co Menulis artikel
@genpico

FHUI Dorong Pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber

FHUI Dorong Pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber

GenPI.co - Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) mendorong Pemerintah Indonesia segera mengesahkan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber, juga RUU Perlindungan Data Pribadi.

Hal itu disampaikan Dosen FHUI Abdul Salam dalam diskusi online Diseminasi Kertas Kebijakan Keamanan dan Ketahanan Siber Indonesia, Kamis (30/6).

Abdul mengatakan pengguna internet Indonesia per Februari 2022 berjumlah 204,7 juta orang. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia menjadi pengguna internet terbanyak nomor empat di dunia.

Dengan jumlah pengguna internet yang besar, kata Abdul, Indonesia pun menjadi negara yang punya risiko keamanan siber fantastis.

<[kwik-adsinhere]>

Data Interpol pada 2020 mengungkap Indonesia jadi target serangan phising tertinggi di Asia pada 2019.

“Dibutuhkan perancangan kebijakan keamanan siber untuk memitigasi hal tersebut,” ujar Abdul.

Menurut dia, Indonesia perlu memiliki kebijakan yang jelas tentang keautentikan hukum dengan memperhatikan aspek confidentiality, integrity, authorization, authenticity, dan non-repudiation.

Abdul juga menuturkan Indonesia perlu kebijakan yang dapat mengakomodasi atau mengatasi permasalahan terkait keamanan dan ketahanan siber seluas dan sekomprehensif mungkin.

Namun, imbuhnya, hal itu tetap harus dibarengi simplifikasi dari pengaturan pelaksanaan.

“Kebijakan yang dikeluarkan harus sejalan dan integratif dengan kebijakan lainnya. Harapannya, dapat memberikan arah dan kepastian hukum bagi berbagai pihak,” tuturnya.

Abdul mengingatkan strategi keamanan siber nasional mesti mempertimbangkan berbagai aspek, seperti teknis, teknologi, sosial, dan ekonomi.

“Perlu juga adanya kebijakan kriptografi nasional yang disepakati secara nasional yang ditetapkan instansi berwenang. Dalam hal ini tentu BSSN yang berhak,” ucap dia.

Dalam tata kelola keamanan dan ketahanan siber, kata Abdul, kolaborasi quad-helix juga perlu digaungkan, yakni gabungan antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat.(*)

Heboh..! Coba simak video ini:

Sumber: genpi.co
0
0 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar