Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Marah saat Mendengar Orang yang Sedang Makan Bersuara, Mungkin Anda Menderita Misophonia

Marah saat Mendengar Orang yang Sedang Makan Bersuara Mungkin Anda Menderita Misophonia

INDOZONE.ID - Tentu pastinya ada seseorang yang merasa kesal dan marah ketika mendengar orang makan, mengunyah permen karet, atau bahkan menyesap air. Misophonia adalah kelainan yang jika dibiarkan dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Apa itu misophonia?

Misophonia adalah gangguan emosi ketika seseorang merasa tidak nyaman mendengar suara-suara yang biasanya tidak mengganggu orang lain. Saat mendengar suara seperti orang makan suara, menghembuskan napas, menguap dan sebagainya; orang dengan misophonia bisa menjadi depresi.

Lebih buruk lagi, kelompok ini bisa berubah menjadi marah atau munculnya keinginan untuk menjauh dari sumber suara. Misophonia biasanya muncul saat seseorang berusia 12 tahun. Namun sayangnya, banyak penderita gangguan ini yang menyembunyikan kondisi mereka karena malu atau merasa gangguan tersebut dianggap tidak masuk akal.

Gangguan ini bisa ringan atau parah dan respons seseorang terhadap suara tertentu juga bervariasi. Tanda-tanda misophonia ringan adalah; merasa gelisah, tidak nyaman, ingin menjauh dari sumber suara sedangkan bagi orang dengan gangguan parah mereka lebih cenderung merasa marah, panik, takut dan merasa tertekan.

marah(Photo/Ilustrasi/Unsplash)

Baca juga: Viral Video Pria Mabuk Dipukuli Karyawan Supermarket Lantaran Tak Memakai Masker

Pada beberapa kasus yang parah, penderitanya bisa saja mengalami serangan kecemasan yang ekstrim (kecemasan) saat mendengar suara yang mengganggu. Akibatnya, orang-orang tersebut biasanya lebih suka makan sendiri atau menolak bersosialisasi karena khawatir emosinya akan terganggu oleh suara tersebut.

Penyebab misophonia

Gangguan kesehatan jiwa ini umumnya lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria dan hingga saat ini penyebab dan penyebabnya masih belum diketahui. Namun, para peneliti sepakat bahwa gangguan tersebut tidak berasal dari telinga, tetapi merupakan masalah mental, yaitu bagaimana suara memengaruhi otak dan memicu respons tertentu.

Salah satu penelitian yang dilakukan menemukan bahwa gangguan ini muncul di bagian penghubung otak yang memproses rangsangan suara dan respons stres.

Cara mengatasi misophonia

Jika tidak ditangani, misophonia dapat menurunkan kualitas hidup dan memengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya. Namun jangan khawatir karena gangguan tersebut bisa diobati.

Pasien dapat mengikuti terapi suara bersama dengan audiologi dan konseling untuk mengelola stres. Selain itu, mereka dapat menggunakan alat bantu dengar yang membantu menghasilkan suara dan suara yang menenangkan. Dengan begitu, fokus atau perhatian mereka menjadi lebih baik.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
1
1 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar