Indozone ID Menulis artikel
@indozone

8 Jenis Kerontokan Rambut yang Kamu Harus Tau

8 Jenis Kerontokan Rambut yang Kamu Harus Tau

INDOZONE.ID - Penampilan menarik tidak hanya dilihat dari fisik dan rupa yang terawat, tapi juga soal kesehatan rambut. 

Bagi kebanyakan orang, rambut rontok mungkin terdengar sepele dan jadi masalah yang sering diabaikan.

Tapi, masalah ini jangan dianggap biasa loh. Jika dibiarkan terus-menerus, rambut rontok berlebihan bisa mengakibatkan kebotakan.

Rambut rontok bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti faktor genetik, terapi pengobatan tertentu, terlalu sering pergi ke salon, dan lainnya.

Selain itu, jenis-jenis rambut rontok sebenarnya ada beberapa, dan masing-masing dibagi berdasarkan penyebabnya.

Jenis-jenis Rambut Rontok

Taukah kamu, Alopecia adalah istilah medis untuk rambut rontok. Jenisnya pun ternyata beragam.

Nah kali ini, Indozone akan membahas beberapa jenis rambut rontok beserta penjelasannya. Simak sampai selesai ya!

1. Alopecia Areata

Alopecia Areata adalah jenis kerontokan rambut pada area tertentu di bagian kepala. Diperkirakan penyebabnya karena si penderita mengalami stres berat.

Alopecia Areataphoto/Florida Today

Jenis rambut rontok ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja berusia 20-an.

Alopecia areata terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut.

Adapun gejala yang tampak seperti rambut rontok berlebihan, muncul titik kebotakan (biasanya berbentuk lingkaran), kuku kasar dan lebih rapuh.

2. Alopecia Involutional

Tipe rambut rontok alopecia involutional, termasuk jenis kerontokan rambut yang paling sering terjadi. Penyebab utamanya karena faktor usia, baik pada pria maupun wanita.

Alopecia Involutionalphoto/Ilustrasi/thisquarterly.sg

Gejala yang sangat terlihat seperti jumlah rambut makin sedikit terutama di bagian dahi, dan pola penipisan rambut menyerupai huruf M.

Kerontokan rambut alami ini terjadi secara bertahap seiring banyaknya jumlah folikel rambut yang masuk ke fase istirahat (telogen).

3. Alopecia Androgenik

Ketidakseimbangan kadar hormon pada pria maupun wanita bisa menyebabkan rambut rontok atau disebut alopecia androgenik.

Alopecia Androgenikphoto/pcds.org.uk

Karakteristik yang terlihat di antaranya, garis rambut menipis, rambut rontok di kulit kepala depan dan tengah, muncul jerawat dan haid tidak teratur.

Biasanya, gejala alopecia androgenik muncul ketika masa pubertas pada pria atau awal usia 20-an. Sementara pada wanita, dialami di usia sekitar 40 sampai 50-an.

4. Alopecia Universalis

Jenis kerontokan rambut ini termasuk yang sangat parah dan mengerikan. Lah, kok bisa begitu ya?

Alopecia Universalisphoto/medicalnewstoday.com

Jadi, kondisi itu dinamakan Alopecia Universalis yaitu kondisi di mana seluruh rambut yang ada di seluruh tubuh mengalami kerontokan. Mulai dari kulit kepala, alis, ketiak, punggung, dada, dan kaki.

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menjelaskan apakah kerontokan rambut ini punya kemungkinan untuk tumbuh lagi.

5. Alopecia Traksi

Rambut terlalu sering diikat atau ditarik dalam waktu lama, bisa menyebabkan rambut rontok yang disebut alopecia traksi.

Alopecia Traksiphoto/Ilustrasi/greenangelica.store

Adapun tanda-tanda alopecia traksi meliputi, benjolan kecil berwarna putih atau merah di sekitar folikel rambut.

Kemudian, area rambut yang diikat terasa sangat gatal, muncul sisik pada kulit kepala, rambut rontok secara simetris.

6. Trikotilomania

trikotilomaniaphoto/Ilustrasi/Oliva Clinic

Trikotilomania terjadi karena faktor kesengajaan, akibat penderita mencabuti rambutnya sendiri.

Ini berkaitan dengan gangguan psikologis yang dialami si penderita. Biasanya, paling sering terjadi pada anak-anak.

7. Telogen Effluvium

Telogen Effluviumphoto/Alliance 4 hair

Menipisnya rambut di atas kulit kepala dalam jumlah banyak termasuk tanda-tanda dari telogen effluvium.

Kondisi ini disebabkan oleh kelainan pada siklus pertumbuhan rambut. Karena gejalanya tanpa disertai peradangan, kerontokan rambut ini sering tidak disadari.

8. Scarring Alopecia

Terakhir, kerontokan rambut ini disebut scarring alopecia atau alopecia cicatricial.

Scarring Alopeciaphoto/donovanmedical.com

Umumnya, terjadi akibat peradangan atau kelainan pada kulit meliputi folikulitis, seluit, lichen planus, dan lupus. 

Tanda-tanda yang muncul seperti kulit bersisik, perubahan warna kulit, hingga muncul luka yang kadang disertai nanah di bagian rambut rontok.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Komentar