Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Peneliti Amerika: Isu Viral Virus Corona Jilid 2 Bikin Kesal

Peneliti Amerika Isu Viral Virus Corona Jilid 2 Bikin Kesal

INDOZONE.ID - Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan kasus virus corona tertinggi di dunia, yaitu 2.356.715 kasus, dan 122.248 angka kematian.

Tenaga kesehatan di Amerika Serikat pun tengah berjuang untuk mengatasi kasus Covid-19. Belum juga selesai, isu virus corona jilid 2 sudah banyak beredar luas.

Apalagi, sejak Tiongkok yang sempat menyebutkan angka virus corona menurun drastis, justru ditemukan kasus baru.

Isu viral mengenai virus corona jilid 2 membuat peneliti Amerika Serikat kesal. Adalah Dr Anthony Fauci dari Institut Kesehatan Nasional menyebutkan, virus corona yang saat ini menyebar harus diatasi dulu.

"Bila Anda memiliki 20.000 infeksi per hari, bagaimana Anda bisa berbicara tentang gelombang kedua?" katanya, seperti Indozone lansir dari Strait Times, Senin (22/6/2020).

"Kami berada di gelombang pertama. Mari kita keluar dari gelombang pertama sebelum Anda memiliki gelombang kedua," tambahnya.

virus corona.Gunakan masker sebagai pencegahan virus corona.(freepik)

Tetap Waspada

Para ilmuwan di Amerika Serikat setuju negara yang dipimpin Donald Trump itu masih dalam gelombang pertama infeksi Covid-19. Jumlahnya pun masih meningat.

"Virus ini menyebar di sekitar Amerika Serikat dengan intensitas yang berbeda pada waktu yang berbeda, " kata Dr Richard Besser, Chief Executive dari Robert Wood Johnson Foundation yang bertindak Direktur Pusat Pengendalian dan pencegahan penyakit ketika pandemi flu menghantam AS di 2009.

Beberapa khawatir gelombang besar coronavirus mungkin terjadi musim gugur ini atau musim dingin, setelah sekolah dibuka kembali. Cuaca berubah lebih dingin dan lembab. Dalam penelitian, virus corona bisa bertahan lama di cuaca yang dingin.

Dr. Arnold Monto, seorang ahli flu Universitas Michigan, Amerika Serikat, menjelaskan mengenai gelombang virus corona jilid 2. Biasanya terjadi saat masyarakat merasa aman.

"Ini sangat sulit untuk membuat prediksi. Kami tidak tahu sejauh mana virus ini berlangsung. Biasanya kejadian tak terduga terjadi saat masyarakat merasa aman atau mulai lengah," sebutnya.

Artikel Menarik Lainnya:


Sumber: indozone.id
0
0 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar