Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Lebih dari Sepertiga Pasien Corona di Rumah Sakit New York Mengalami Gagal Ginjal

Lebih dari Sepertiga Pasien Corona di Rumah Sakit New York Mengalami Gagal Ginjal

INDOZONE.ID - Berdasarkan laporan dari para peneliti AS pada Kamis (14/5/2020), lebih dari sepertiga pasien yang dirawat karena terinfeksi virus corona di sebuah ruangan medis besar di New York, mengalami gagal ginjal akut.

Selain itu, sebanyak 15% pasien itu memerlukan cuci darah. Data ini didapat dari hasil studi yang dilakukan oleh tim di Northwell Health, penyedia layanan kesehatan terbesar di negara bagian New York.

pasien corona di new yorkPetugas medis di New York membawa pasien ke dalam ruang perawatan. (REUTERS/Mike Segar)

“Kami menemukan pada 5.449 pasien pertama yang dirawat, 36,6 persen mengalami gagal ginjal akut,” kata rekan penulis penelitian Dr. Kenar Jhaveri, kepala nefrologi di Hofstra/Northwell di Great Neck, New York yang dilansir dari Reuters.

Jhaveri menjelaskan, penyakit gagal ginjal sendiri dapat terjadi saat ginjal gagal befungsi dan tak dapat menyaring limbah. Dari pasien- pasien dengan gagal ginjal, 14,3% pasien perlu dialisis atau proses pembuangan limbah berbahaya di dalam tubuh alias cuci darah.

Data dari studi ini menjadi penelitian yang terbesar, bahwa penyakit gagal ginjal bisa menyerang penderita virus corona hingga kini.

Jhaveri menjelaksan, hasil studi itu dinilai bermanfaat, karena rumah sakit lain menghadapi gelombang baru pasien akibat virus corona.

Beberapa kelompok telah mencatat adanya peningkatan penderita gagal ginjal pada pasien corona. Jhaveri bersama dengan rekannya mulai menghitung jumlah tersebut, dengan melakukan penyisiran catatan medis dari 5.449 pasien corona yang dirawat di rumah sakit antara tanggal 1 Maret dan 5 April.

pasien corona di new yorkPetugas medis di New York membawa pasien ke dalam ruang perawatan. (REUTERS/Mike Segar)

Dari hasil penyisiran itu, mereka menemukan bahwa 37,3% yang tiba di rumah sakit sudah menderita penyakit gagal ginjal. Jhaveri menambahkan, dalam beberapa kasus, penyakit gagal ginjal dapat terjadi ketika pasien dalam kondisi sangat parah hingga perlu dipasangkan ventilator.

Dari 1.000 pasien yang perlu dipakaikan ventilator, sekitar 90% pasien mengalami gagal ginjal akut. Angka tersebut dibandingkan dengan 21,7% dari 925 pasien yang terinfeksi, tapi tidak membutuhkan bantuan pernapasan mekanis.

Jhaveri mengungkapkan, pasien yang tergolong sakit parah sering mengalami gagal ginjal, karena kondisinya yang parah.

“Ini tidak spesifik untuk Covid-19. Ini lebih terkait dengan seberapa sakit kamu," jelas Jhaveri.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar