Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Bukan Hanya Paru, Virus Corona Juga Bisa Menyerang Organ Lain

Bukan Hanya Paru Virus Corona Juga Bisa Menyerang Organ Lain

INDOZONE.ID - Kewaspadaan terhadap penularan virus corona baru masih harus terus ditingkatkan. Terlebih angka kasus Covid-19 terus bertambah setiap harinya. Secara umum ada dua mekanisme penularan virus corona baru.

Pertama melalui droplet atau percikan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi virus corona baru batuk, bersin, maupun berbicara keras. Kedua, kontak langsung karena tangan memegang benda yang terkontaminasi virus.

Kemudian tangan tersebut memegang area mata, hidung, dan mulut yang menjadi jalan masuknya virus ke tubuh. Bagi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit, risiko penularan juga bisa terjadi melalui udara.

Hal ini akibat adanya aerosol dari perawatan seperti bronkoskopi, nebulisasi, pelepasan ventilator, dan trakeostomi. Pada awalnya infeksi virus corona baru memiliki gejala batuk, pilek, dan demam.

Untuk kasus yang lebih berat bisa muncul gejala sesak napas. Namun seiring berjalannya waktu, gejala lain mungkin timbul pada mereka yang terinfeksi virus corona baru atau SARS-CoV-2. Sebut saja diare dan ruam-ruam pada kulit.

Dijelaskan oleh spesialis paru, DR. dr Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR, Covid-19, ketika masuk ke tubuh, virus corona akan menempel di reseptor ACE2 sehingga bisa menginfeksi tubuh. Reseptor ACE2 sebagian besar ditemukan di saluran napas sehingga bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Akan tetapi reseptor ini juga ditemukan di tempat lain.

“Organ yang bisa kena (infeksi) bervariasi. Sebagian besar paru, tapi bisa juga ke otak, jantung, pembuluh darah, usus, mata, liver, maupun ginjal karena ada reseptor ACE2 dan penyebaran sistemik,” kata dr Agus dalam diskusi online baru-baru ini.

Tersebarnya reseptor ACE2 di dalam tubuh inilah yang kemudian memicu adanya gejala lain. Gejala yang muncul bergantung dari lokasi reseptor ACE2 pada saat virus corona menempel dan menginfeksi tubuh.

“Reseptor ACE2 bukan cuma di paru sehingga dampaknya bukan hanya gejala respirator (pernapasan) tapi juga yang lain. Contohnya diare, meningitis, stroke, karena ada reseptornya di luar saluran napas,” pungkas dr Agus.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
1
1 none
Komentar