Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Ini Alasan Penyakit Komorbid Dapat Memperburuk Kondisi Pasien Virus Corona

Ini Alasan Penyakit Komorbid Dapat Memperburuk Kondisi Pasien Virus Corona

INDOZONE.ID - Berdasarkan data, penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona baru banyak terjadi pada orang-orang yang berisiko atau masuk kelompok rentan. Kelompok rentan yakni orang yang sudah tua atau geriatri dan orang dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Penyakit Covid-19 sebenarnya dapat disembuhkan terutama pada orang muda yang daya tahan tubuhnya lebih baik. Namun, risiko kematian akibat virus corona baru tetap ada. Terlebih pada orang-orang yang memiliki penyakit komorbid berat seperti diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung, penyakit paru kronik atau PPOK, dan beberapa penyakit lainnya

"Risiko kematian pada orang dengan komorbid berdasarkan data jauh lebih tinggi karena ada penyakit sebelumnya," ujar dokter spesialis paru, DR. dr Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR kepada Indozone saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (21/4/2020).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, Covid-19 merupakan penyakit infeksi yang menyerang paru dan kemudian dapat menyebabkan gangguan pada fungsi utama paru yaitu masuknya oksigen. Komplikasi yang sering terjadi pada pasien adalah kekurangan oksigen sehingga terjadi gagal napas.

"Secara normal saja, kalau orang tanpa penyakit penyerta lalu paru-parunya terkena infeksi dan mengalami gangguan oksigenasi, maka organ-organ lain yang tadinya berfungsi dengan baik juga akan kekurangan oksigen. Pada orang yang punya komorbid, kondisi kekurangan oksigen atau hipoksia dapat menyebabkan organ-organ yang sudah ada gangguan menjadi lebih buruk," kata dr Agus.

Kondisi itulah yang kemudian membuat risiko kematian pada pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta menjadi lebih tinggi. Kendati demikian, pada pasien tanpa komorbid, risiko kematian juga bisa terjadi. Data di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta menunjukkan, sekira 15 persen pasien meninggal tanpa komorbid. Di sisi lain, risiko kematian juga bergantung dengan tingkat keparahan penyakit penyerta.

"Kalau penyakit komorbidnya ringan sebenarnya belum tentu meningkatkan risiko kematian yang lebih tinggi. Tapi kalau penyakit penyertanya seperti diabetes, jantung, ginjal, lalu terkena Covid-19, risiko kematian lebih tinggi," pungkas dr Agus.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar