Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Gara-gara Corona, 140 Juta Tulip di Belanda Gagal Panen

Gara-gara Corona 140 Juta Tulip di Belanda Gagal Panen

INDOZONE.ID - Akibat dari dampak wabah virus corona saat ini, diperkirakan ada sebanyak 140 juta tulip di Belanda jadi gagal panen atau dimusnahkan begitu saja. Duh!

Direktur JUB Holland, Frank Uittenbogaard yang mengelola pertanian tulip keluarga yang berusia 110 tahun di Noordwijkerhout mengatakan keputusan untuk memusnahkan ratusan ribu tulip lantaran harga jual bunga tersebut yang merosot drastis. Pertanian itu telah menghancurkan setidaknya 200.000 batang tulip.

"Itu sangat menyakitkan," ungkap Frank yang dikutip dari laporan New York Times.

"Ini sangat karena Anda mulai pada bulan Juli dengan menggali umbi dan Anda harus memberi bibit-bibit ini perawatan yang tepat untuk menanamnya pada bulan Oktober, dan kemudian memindahkannya ke rumah kaca. Kami memiliki tulip berkualitas sangat baik tahun ini," lanjut dia.

bunga tulip di belandaSebuah perkebunan tulip di Belanda. (REUTERS)

Frank bukanlah petani tulip satu-satunya yang telah mengorbankan ratusan juta batang tulip selama sebulan terakhir ini. Menurut catatan Royal FloraHolland, produsen tanaman di Belanda mengatakan bahwa permintaan tulip sangat menurun drastis. Hal itu dikarenakan banyak toko-toko bunga di seluruh dunia yang berhenti beroperasi sejak terjadinya wabah virus corona.

"Virus ini menyerang kita tepat di tengah penjualan tulip," kata Fred van Tol selaku Sales Manager Royal FloraHolland.

"Secara total, selama empat minggu terakhir, omset masih 50 persen lebih rendah dari tahun lalu," tambah dia.

Padahal, periode Maret hingga Mei merupakan periode terkuat dari industri bunga tulip di Belanda. Pada periode tersebut biasanya industri tulip mampu menarik pendapatan hingga 7 miliar euro atau sekitar Rp120 triliun, dengan rata-rata penjualan bunga per harinya mencapai 30 juta dolar AS atau sekitar Rp470 miliar.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Komentar