Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Psikolog Tekankan Pentingnya Peran Keluarga untuk Pasien Bipolar Saat Ini

Psikolog Tekankan Pentingnya Peran Keluarga untuk Pasien Bipolar Saat Ini

INDOZONE.ID - Di tengah kasus penyebaran virus corona (Covid-19), beberapa penyakit kesehatan kejiwaan menjadi kurang diperhatikan. Pasalnya, banyak tenaga medis dan perawat diprioritaskan untuk menangani virus corona.

Pasien bipolar termasuk yang kurang diperhatikan. Hal ini diyakini bakal membuat mereka justru semakin stres karena kurang diprioritaskan.

Namun, jangan khawatir. Meskipun tidak mendapatkan perawatan medis yang intensif dari tenaga kesehatan, penderita bipolar bisa mendapatkan treatment yang sama dari keluarga. Hal itu sangat diperlukan di saat menjalani karantina mandiri seperti sekarang ini.

Menurut Psikolog Tika Bisono, keluarga harus memiliki peran yang penting sebagai sumber kesembuhan untuk pasien bipolar tersebut.

"Justru sekarang waktunya. Artinya, saatnya sekarang keluarga itu menjadi sumber kesembuhan dari si pasien, yang kebetulan anggota keluarganya," ucap Tika kepada Indozone, Selasa (7/4/2020).

"Kalau selama ini sumber kesembuhan itu kan perawat, obat, tenaga kesehatan. Keluarga? Ya insya Allah lah kalau ada waktu. Nah sekarang di balik," sambungnya.

Maka dari itu, Tika berharap peran keluarga terhadap anggota keluarganya yang mengalami bipolar dapat dilakukan dengan baik. Caranya dengan belajar mengerti fenomena-fenomena yang harus dihadapi dengan seseorang penderita bipolar.

"Karena tiba-tiba dia akan berhadapan dengan fenomena-fenomena yang dia enggak pernah tahu, misalnya fenomena meledak, diam seribu bahasa, ribet, musingin, enggak dingertiin, bosenin. Keluarga mesti belajar," papar Tika.

Jadi sekarang tinggal diuji niatan dari pihak keluarga. Apakah mereka serius menolong anggota keluarga yang bipolar. Caranya dengan menjaga emosi dari pasien. 

"Selain itu ada komunikasi, komunikasi yang selevel. Bukan komunikasi yang normatif, pokoknya bisa lebih banyak dengar daripada nyelak. Misalnya gitu," tutup sang psikolog.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Komentar