Indozone ID Menulis artikel
@indozone

6 Film Terbaik Indonesia Kontroversial, Raih Penghargaan Bergengsi

6 Film Terbaik Indonesia Kontroversial Raih Penghargaan Bergengsi

INDOZONE.ID - Dunia perfilman Indonesia terus berkembang pesat hingga hari ini. Terbukti dari produksi film terbaik Indonesia yang semakin meningkat.

Para insan sineas Indonesia pun bekerja keras memperkenalkan karya terbaiknya kepada pecinta film di tengah gempuran film asing.

Namun di sisi lain, tak sedikit pula dari film-film Indonesia tersebut yang menuai kontroversi dengan beragam alasan.

Salah satunya karena alur cerita film yang mengangkat isu sensitif masyarakat seperti orientasi seksual, pornografi, unsur SARA, pemberontakan, sejarah, dan penerapan norma yang dianggap menyimpang.

Meski kontroversial dan dicekal di negeri sendiri, film Indonesia ini nyatanya sukses meraih sejumlah penghargaan bergengsi di tingkat dunia.

Film Indonesia yang Sempat Menuai Kontroversi

Inilah beberapa film terbaik Indonesia yang kontroversial namun sukses di mancanegara, dirangkum Indozone dari berbagai sumber:

1. Dua Garis Biru (2019)

Gina S Noer yang selama ini dikenal sebagai penulis skenario seperti pada ‘Posesif’ kini beralih menjadi seorang penulis skenario. 

Kali ini, ia menggarap cerita bertema remaja dan keluarga bertajuk 'Dua Garis Biru'. Berkisah tentang sepasang remaja SMA yang terjebak dilema karena masalah hamil di luar nikah.

Dua Garis Biru sempat menjadi kontroversi karena dianggap mengkampanyekan hubungan seks bebas.

Padahal, bila diperhatikan film tersebut lebih kental dengan tema keluarga yang penuh dengan simbol metafora di dalamnya.

Film ini menempati posisi kedua sebagai film paling banyak ditonton tahun 2019 dengan total 2.538.473 penonton.

Lalu, Dua Garis Biru juga berkibar di Festival Film Indonesia (FFI) 2019 dengan membawa dua Piala Citra untuk 'Penulis Skenario Terbaik' dan 'Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.'

Di Festival Film Bandung 2019, film ini pun memboyong tiga piala sekaligus untuk Film Bioskop Terpuji, Penulis Skenario Terpuji, serta Penata Artistik Terpuji.

2. Kucumbu Tubuh Indahku (2018)

Kucumbu Tubuh Indahku merupakan film garapan sutradara Garin Nugroho. Bercerita tentang Juno, si penari lengger yang memiliki sisi maskulin dan feminisme dalam dirinya. 

Film yang dirilis September 2018 ini sempat menuai kontroversi karena dianggap mengumbar adegan homoseksual dan mengkampanyekan isu LGBT.

Kontroversi itu pun berlanjut dengan munculnya petisi yang mengajak warganet beramai-ramai memboikot film tersebut di Indonesia.

Terakhir, petisi yang ditujukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia itu telah ditandangani lebih dari 53 ribu orang.

Namun di sisi lain, film yang diperankan oleh Muhamad Khan tersebut berhasil mendulang prestasi internasional.

Di Festival Film Indonesia kemarin, film ini berhasil memboyong 8 Piala Citra. Di antaranya penghargaan Film Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik.

Lalu, penghargaan Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Penata Musik Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, dan Penata Busana Terbaik.

Sebelum itu, film ini telah meraih sejumlah penghargaan internasional, seperti Cultural Diversity Under The Patronage of UNESCO (Asia Pacific Screen Awards 2018), Best Film (Festival Des 3 Continents 2018), dan Bisato D’Oro Award Venice Independent Awards.

Sempat dikabarkan masuk nominasi Oscar 2020 sebagai ‘Film Berbahasa Asing Terbaik’. Tapi, setelah pihak Oscar merilis daftar nominasi terbaru, Kucumbu Tubuh Indahku tidak ada di dalam daftar tersebut.

3. Salawaku (2016)

Film Indonesia kontroversial berikutnya adalah Salawaku, tayang 26 Oktober 2016. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan film ini.

Hanya saja, film garapan sutradara Pritagita Arianegara ini dianggap tidak layak tayang karena rumah produksi Kamala Films masih tergolong baru.

Meski tak bisa tayang di Tanah Air, Salawaku membuktikan kualitasnya dengan meraih prestasi internasional.

Salawaku berhasil diputar pertama kali dalam ajang Tokyo International Film Festival (TIFF) 2016.

Selain itu, penghargaan yang diperoleh seperti Piala Dewantara kategori 'Film Cerita Panjang Bioskop' dalam Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016.

4. Battle of Surabaya (2015)

Berikutnya, datang dari film animasi Indonesia berjudul 'Battle of Surabaya'. Film karya anak bangsa ini mendapat penghargaan internasional dalam ajang 'Milan International Filmmaker Festival 2017' di Italia.

Sempat menjadi buah bibir, Battle of Surabaya memang hanya sebentar tayang di layar bioskop Indonesia.

Cerita dalam film animasi ini sendiri mengambil latar sejarah pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Dengan melibatkan 180 animator Indonesia, film 'Battle of Surabaya' menjadi bukti bahwa karya kreatif anak bangsa mampu bersaing di dunia global.

5. Makmum (2019)

Film horor 'Makmum' sempat menuai kritikan usai penayangan trailer-nya. Menurut sejumlah pihak, film ini membuat orang takut salat sendirian, terlebih di malam hari.

Namun, pihak produksi film tetap menayangkan film 'Makmum' di bioskop sesuai dengan jadwal semula.

Di Indonesia sendiri, Makmum sukses mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Selain itu, film Makmum karya sutradara Hadrah Daeng ini laris manis di Malaysia sepanjang 2018-2019. Bahkan, meraup keuntungan hingga 7,15 juta ringgit (sekitar Rp 19.5 miliar) selama 25 hari penayangan.

6. The Act of Killing (2012)

The Act of Killing atau Jagal merupakan film terbaik Indonesia yang memicu perdebatan dari berbagai kalangan.

Padahal, film ini hanya ditayangkan di beberapa kampus dan lembaga-lembaga tertentu saja. Ada apa sebenarnya dengan film dokumenter ini?

Sejumlah pihak menganggap The Act of Killing berusaha membangkitkan jiwa-jiwa komunisme. Apalagi, di dalamnya memperlihatkan kisah pelaku pembunuhan anti-PKI.

Pada akhirnya, film ini ditentang, dicekal, dan diboikot. Namun hal itu nampaknya tak menjadi penghalang film Jagal menunjukkan prestasi.

Walaupun dianggap kontroversial, The Act of Killing nyatanya masuk dalam nominasi Academy Award dan memenangkan penghargaan British Academy Film Awards (BAFTA) 2014.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar