Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Mengulik Fakta Tentang Seberapa Berbahayanya Virus Corona

Mengulik Fakta Tentang Seberapa Berbahayanya Virus Corona

INDOZONE.ID - Seiring dengan berjalannya hari, jumlah pasien virus corona terus berjatuhan. Tak hanya dari korban meninggal, tapi juga korban yang terinfeksi.

Dilansir dari Worldometers Sabtu, (21/3/2020), kasus infeksi corona telah mencapai lebih dari 276.113 dengan jumlah kematian lebih dari 11.402 jiwa, dan jumlah orang yang dinyatakan sembuh mencapai lebih dari 91.952 jiwa.

Banyaknya jumlah korban meninggal akibat virus corona, membuat orang-orang semakin takut. Banyak yang berpikir bahwa virus ini sangat berbahaya hingga berakhir pada kematian.

bahaya virus coronaDokter memberi perawatan pada pasien corona. (REUTERS/Flavio Lo Scalzo)

Nyatanya, virus yang berasal dari Wuhan ini tak seberbahaya seperti yang dipikir orang-orang.

Para ahli menilai bahwa sebenarnya virus ini tidak terlalu berbahaya bagi sebagian orang, apalagi bagi kalangan anak muda yang memiliki sistem imun kuat.

Sebaliknya, virus ini menjadi sangat berbahaya bagi mereka yang telah memasuki usia lanjut alias lansia. Selain itu, virus corona terbilang berbahaya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.

Hasil studi dari Chinese Center for Disease Control and Prevention membuktikan, kasus terberat virus corona terjadi pada orang-orang dengan riwayat masalah kesehatan.

bahaya virus corona,Ilustrasi staf medis membawa pasien corona. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansya)

Dalam studi itu juga menunjukkan bahwa risiko kematian karena virus corona akan semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia seseorang.

Sampai saat ini, banyak pasien corona yang meninggal karena memiliki riwayat penyakit lain, seperti hipertensi, diabetes atau penyakit kardiovaskular.

Dr. Isaac Bogoch, seorang dokter spesialis penyakit menular di Toronto General Hospital menjelaskan bahwa mayoritas penderita hanya mengalami infeksi ringan.

“Infeksi ringan ini mirip dengan flu biasa, dimana mereka hanya menderita batuk dan demam, bagi pasien dengan infeksi ringan ini, mereka akan diminta untuk tinggal dirumah, mereka diperkirakan akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari,” ujarnya.

Untuk kasus infeksi ringan virus corona, pasien akan mendapat metode pengobatan yang sama dengan virus influenza pada umumnya.

Dokter juga merekomendasikan untuk banyak mengonsumsi air dan elektrolit serta mengkonsumsi obat penurun demam.

bahaya virus coronaPotret warga saat mengisolasi diri di rumah. (REUTERS/Yves Herman)

Selain itu juga, untuk meminimalisir penyebaran virus corona, dokter menganjurkan orang-orang untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Lain halnya dengan kasus infeksi berat. Kasus ini terjadi ketika virus corona telah menyerang paru-paru.

"Ketika anda mengalami sesak nafas dan kesulitan bernafas, anda tidak akan sembuh dengan diam dirumah, anda harus dirawat di rumah sakit," jelas Bogoch.

Untuk kasus infeksi corona berat, pihak rumah sakit akan memberi pengobatan yang sama dengan kasus infeksi ringan. Hanya saja, rumah sakit akan menyediakan alat bantu oksigen untuk membantu proses penyembuhan.

Jason Kindrachuk, seorang dokter dari University of Manitoba menjelaskan untuk semua penderita, baik penderita infeksi ringan maupun berat, satu-satunya cara untuk bisa sembuh dari infeksi virus corona ialah dengan memperkuat sistem imun.

“Kemudian jika anda mulai merasakan gejala infeksi virus corona, maka disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter walau gejala masih ringan," ujar Kindrachuk.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Komentar