Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Rumah Sakit Menolak Periksa Pasien Ingin Periksa Covid-19, Ini Sanksinya

Rumah Sakit Menolak Periksa Pasien Ingin Periksa Covid-19 Ini Sanksinya

INDOZONE.ID - Beredar video singkat terkait pasien dalam pantauan yang ingin memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Namun respons rumah sakit justru seolah menelantarkan pasien tersebut. 

Apakah rumah sakit bisa kena sanksi? Dalam video yang diunggah Deddy Corbuzier di akun Youtubenya, Juru bicara pemerintah untuk kasus Covid-19, Achmad Yurianto memberi tanggapan mengenai video yang viral itu. 

"Rumah sakit menjaga citranya jangan sampai ketahuan kalau dia merawat pasien Covid-19. Kalau ketahuan nanti semua pasien enggak mau datang berobat," ungkapnya dalam video tersebut. 

Menyikapi kasus ini, Yurianto menyayangkan aksi rumah sakit tersebut mengapa bisa menelantarkan pasien dalam pantauan Covid-19. Padahal masih banyak cara jika memang rumah sakit tidak memiliki fasilitas lengkap untuk menangani pasien Covid-19. 

Achmad YuriantoAchmad Yurianto, Jubir kasus Covid-19 di Indonesia (Youtube/Deddy Corbuzier)

Seharusnya ada langkah yang lebih tepat dari rumah sakit dalam menangani pasien tersebut. Misalnya dengan memberi tinjauan melalui pemeriksaan atau pengambilan spesimen, kemudian jika memang fasilitas terbatas bisa mengeluarkan surat rujukan pasien bahkan hingga diantar ke rumah sakit rujukan pemerintah terkait Covid-19. 

"Ini jadi PR besar kita, karena sekarang rumah sakit tidak lagi mengemban misi sosial, tapi ada unsur bisnisnya," kata Yurianto. 

Mengenai kasus tersebut, adakah sanksi untuk pihak rumah sakit jika terbukti mengabaikan pasien di tengah pandemi global ini? 

Yurianto menyebut, kasus ini bisa diimbau ke Asosiasi Rumah Sakit untuk tindakan lebih lanjut. 

"Kalau memang terbukti akan ada kartu kuning, ada kartu merah. Di Undang-Undang rumah sakit jelas kok ada mekanismenya. Memang tidak semua rumah sakit harus menerima semua pasien, tentu ada kapasitasnya. Ini masalahnya ada prosedur yang harus dipertanyakan. Sebenarnya pasien tidak menuntut untuk dirawat, tapi dia ingin diberikan alternatif," kata Yurianto.

Artikel Menarik Lainnya:


 

Sumber: indozone.id
0
0 none
Komentar