Indozone ID Menulis artikel
@indozone

TikTok Bisa Jadi Media Kampanye Anti-Bullying di Sekolah

TikTok Bisa Jadi Media Kampanye Anti-Bullying di Sekolah

INDOZONE.ID - TikTok merupakan platform distribusi video singkat yang kini digandrungi banyak orang  di dunia terutama generasi milenial dan Gen Z. Berdasarkan data dari YouGov, lebih dari 50% anak muda Indonesia di atas 18 tahun memilih format video singkat untuk mencari inspirasi dan mengekspresikan kreativitasnya. Tak hanya untuk menghibur, aplikasi ini juga bisa menjadi sarana edukasi.

Menurut Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Ir. Harris Iskandar, Ph.D, TikTok sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk menyalurkan kreativitas. Selain itu, melalui video berdurasi pendek, banyak pesan yang bisa disampaikan terutama kepada pengguna usia sekolah. Salah satunya anti-bullying di lingkungan pendidikan.

TikTok Bisa Jadi Sarana Kampanye Anti-Bullying di Lingkungan PendidikanPlt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud RI, Ir. Harris Iskandar, Ph.D. (INDOZONE/Maria Adeline Tiara Putri)

"Di pendidikan banyak yang harus dikampanyekan kepada masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z usia sekolah, anak-anak SD, SMP, dan SMA. Di sekolah anak-anak stres dalam dua hal, satu akademik, satu bullying. Peran TikTok dalam edukasi sangat potensial menyampaikan pesan lebih cepat dan potensial, kalau bisa menurunkan kasus bully sukses," ujar Harris kepada Indozone, Jumat (28/2/2020) di Jakarta.

Selain menyampaikan pesan edukatif, Harris mengungkapkan jika platform ini dapat menurunkan stres dan mengasah kreativitas tanpa batas pada anak-anak usia sekolah. Terlebih penggunaan platform sangat mudah. Hanya dengan bermodalkan ponsel dan dapat dilakukan kapan saja, di mana saja.

"Saya kira bagus banget. Tinggal bagaimana mengawal dalam koridor aman, nyaman, dan menghilangkan konten radikal, ekstrem. Ini perlu bersama-sama dan mengedepankan nilai-nilai Pancasila," kata Harris.

Tak hanya sebagai sarana edukasi dan mengasah kreativitas, platform ini turut memberikan kontribusi untuk literasi digital. Harris mengungkapkan, kemajuan teknologi di era 4.0, digital memiliki peran yang sangat penting. Literasi tidak terbatas pada membaca dan menulis saja.

"Ada 6 literasi yang terus digaungkan pemerintah termasuk di dalamnya meliterasi digital, keuangan, sains, budaya, dan global citizenship. Kehadiran TikTok sama dengan kebijakan untuk meningkatkan literasi digital di seluruh Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa," ucap Harris.

TikTok Bisa Jadi Sarana Kampanye Anti-Bullying di Lingkungan PendidikanHead of Public Policy TikTok Indonesia, Donny Eryastha. (INDOZONE/Maria Adeline Tiara Putri)

Di sisi lain, untuk mendukung program pemerintah dalam hal literasi digital dan edukasi, TikTok meluncurkan konten #SamaSamaBelajar. Head of Public Policy TikTok Indonesia, Donny Eryastha mengatakan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan sejumlah prioritas untuk mendukung literasi digital. Terutama agar generasi muda dapat berinternet dengan aman dan nyaman.

"Kami ingin mendorong pengguna lebih kreatif dalam membuat konten digital untuk tujuan positif. Konten edukasi dalam waktu dekat akan diluncurkan, dalam rangka kerja sama dengan Kemendikbud di bidang literasi digital," pungkas Donny.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Komentar