Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Tubuh Pria Ini Dibungkus Plastik karena Diduga Memalsukan Visa

Tubuh Pria Ini Dibungkus Plastik karena Diduga Memalsukan Visa

INDOZONE.ID - Pengusaha dari Kamerun bernama Emmanuel Chedjou ini terpaksa dibungkus plastik yang biasa dipakai untuk membungkus barang-barang bagasi oleh polisi, karena memalsukan visa.

Tak tanggung-tanggung, polisi membungkus Emmanuel dari kepala hingga ujung kaki. Bak jatuh tertimpa tangga, uang milik Emmanuel sebesar 2.400 euro atau setara dengan Rp36,2 juta pun dikabarkan hilang.

emmaEmmnuel Chedjou (france24.com)

Ads in here

Dilansir dari Daily Mail, kejadian ini bermula saat Emmanuel hendak melakukan perjalanan ke Dubai.

Ketika pesawat transit di Bandara Istanbul, Turki, Emmanuel berencana untuk pergi sejenak dari bandara, karena waktu transit cukup lama, yaitu delapan jam.

emmaDokumen milik Emmnuel (france24.com)

Namun, saat Emmanuel hendak keluar dari bandara, ia ditangkap oleh polisi dengan alasan visa transitnya palsu.

Alhasil, Emmanuel ditahan selama beberapa hari oleh polisi sebelum diterbangkan kembali ke negara asalnya dengan menggunakan pesawat Turkish Airlines.

Tapi, Emmanuel menolak keputusan polisi Turki dan bersikukuh untuk melanjutkan perjalanannya ke Dubai.

Pria yang kini berusia 47 tahun itu juga menolak untuk diterbangkan kembali ke Kamerun dengan menggunakan maskapai Turkish Airlines.

tijetyBukti tiket Turkish Airline (france24.com)

Karena Emmanuel menolak ketentuan dari polisi, ia langsung dibungkus dengan plastik dan dibawa ke sebuah ruangan.

"Mereka mengambil gulungan film plastik yang digunakan untuk mengepak koper. Mereka menempatkan saya di ruangan khusus," ujar Emmanuel.

Dalam video yang beredar di Twitter, Emmanuel berteriak dan mengatakan bahwa polisi ingin membunuhnya.

"Mereka mencoba membunuh saya," sambung Emmanuel.

Emmanuel menjelaskan, ada belasan petugas yang menahannya. Pertama, petugas tersebut meletakkan pengikat plastik di bagian kaki dan pergelangannya.

Setelah itu, barulah petugas memborgol Emmanuel dengan memakai logam asli. Mulut Emmanuel juga diisi tisu dan ditutup dengan selotip oleh petugas.

Tak sampai di situ, para petugas juga mengambil dua gulungan besar film plastik dan merekatkannya pada tubuh Emmanuel hingga sulit untuk bernapas.

"Tiga dari mereka menempatkan saya di kursi roda dan membawa saya ke pesawat yang akan berangkat ke Yaounde (ibu kota Kamerun). Di dalam, mereka membawa saya seperti paket ke kursi saya," sambungnya.

Saat di dalam pesawat, para penumpang yang merasa kasihan dengan Emmanuel meminta para petugas melepaskan plastik wrap yang membungkus tubuh Emmanuel.

"Pakaian saya robek ketika saya berkelahi dengan polisi dan saya meminta untuk mengambil tas tangan untuk mengganti pakaian saya. Di saku celana jeans saya yang sobek, yang saya tinggalkan di kursi, ada 2.400 euro yang saya bawa untuk berdagang di Dubai," sambung Emmanuel.

Sayangnya, saat celananya dikembalikan, uang tersebut sudah tidak ada lagi di saku celana. Emmnuel mengungkapkan bahwa petugas mengancam untuk membunuhnya.

"Kamu beruntung, kami akan membunuhmu," ujar seorang petugas kepadanya kala itu.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Artikel dari Indozone ID
Yang mungkin kamu suka
Komentar