Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Begini Pembagian Ring di Pulau Sebaru Kecil untuk Observasi WNI ABK

Begini Pembagian Ring di Pulau Sebaru Kecil untuk Observasi WNI ABK

INDOZONE.ID - Para WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) di World Dream akan mulai menjalani masa observasi kesehatan lusa mendatang. Masa observasi kesehatan sendiri berlangsung selama 14 hari. Nantinya para WNI ditempatkan di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Ada beberapa alasan yang membuat Pulau Sebaru Kecil dipilih sebagai lokasi observasi kesehatan. Pertama, di sana ada 8 bangunan yang sudah berdiri sejak 2008. Pada awalnya bangunan tersebut ditujukan sebagai tempat rehabilitasi pecandu narkoba, namun tidak digunakan hingga sekarang.

Alasan lainnya adalah pulau tersebut tidak berpenghuni, hanya dirawat oleh petugas kebersihan. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Achmad Yurianto, alasan-alasan tersebut membuat Pulau Sebaru Kecil ideal sebagai lokasi observasi kesehatan.

Akan tetapi, walaupun Pulau Sebaru Kecil tidak berpenghuni, Kemenkes tetap melakukan pembagian ring. Pembagian itu dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan observasi kesehatan.

"Seluruh bagian dari Pulau Sebaru Kecil yang dibatasi laut adalah ring 1. Kemudian ring 2-nya kapal yang berada di sekitar pulau tersebut," ujar Yurianto dalam keterangannya melalui telekonferensi kemarin, Selasa (25/2/2020).

Dirinya menambahkan, ring 2 merupakan lokasi untuk kendali administrasi. Hingga kemarin, belum ada keputusan kapal yang akan digunakan sebagai lokasi observasi. Ada kemungkinan KRI Soeharso atau pun kapal lain.

Sekadar informasi, KRI Soeharso digunakan untuk menjemput para ABK di World Dream dan mengantar ke Pulau Sebaru Kecil. Usai mengantar, kapal tersebut akan bersandar di dekat pulau dan difungsikan sebagai rumah sakit.

"Ada alasan kenapa ring 2 untuk kendali administrasi adalah kapal, sebab pulau lain terlalu jauh. Memang ada pulau yang dekat dengan Sebaru Kecil, tapi fasilitas enggak ada, nanti repot. Sebab untuk kendali administrasi harus ada pasokan rutin logistik setiap hari, BBM untuk genset, bahan makanan berkaitan dengan layanan, dan lainnya," pungkas Yurianto.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Komentar