J_astor Menulis artikel
@jastor

Penelitian Soal Ketawa, Cari Tau Yuk!

Penelitian Soal Ketawa Cari Tau Yuk
Suka ketawa? selamat kamu bakalan sehat, ini dia ulasan tentang fakta ketawa berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan beberapa kalangan akademis.
Cocok buatmu

Ketawa itu bikin sehat, juga banyak manfaatnya. Pasti tau dong jargon warkop DKI 'tertawalah sebelum tertawa itu dilarang' itu perlu benar-benar diaplikasikan loh. sebab, banyak fakta tentang tertawa yang telah diuji dan di teliti oleh beberapa akademisi dunia. Salah satunya oleh Universitas Oxford di Inggris. Mau tau nggak nih?

1. Tertawa itu menular

Kwikku, Tertawa itu menular
Sumber: dreamers.com

Sophie Scott, Peneliti dari University of College London melalui penelitiannya membuktikan bahwa tertawa itu menular. Ketika seseorang melihat orang lain tertawa, maka otaknya yakni pada bagian korteks promotor akan otomatis menarik otot wajah sehingga membentuk senyuman dan meniru orang yang dilihatnya. Hal ini bahkan terjadi tanpa disadari.

Pernah nggak sih kalian tiba-tiba ikut tertawa ketika melihat orang yang tak dikenal tertawa terbahak-bahak? padahal kalian tidak tau apa alasannya tertawa. Itu adalah salah satu bukti bahwa ketawea itu menular.

2. Tertawa bikin imun tubuh meningkat

Kwikku, Tertawa bikin imun tubuh meningkat
Sumber: bmacwallpapers.blogspot.com

Ini dia yang paling penting, tertawa itu bikin tubuh makin sehat. asal nggak berlebihan aja sih, ketawa bisa meningkatkan sistem imun di tubuh seseorang. Ketika seseorang tertawa, hormon endorfin akan meningkat, hormon kortisol pun akan ditekan produksinya, sehingga aliran darah ke otak pun menjadi lancar. Selain itu, denyut jantung akan mengalami peningkatan, kinerja pembuluh darah menjadi lancar, sehingga efeknya juga bagus ke sistem kardiovaskular di tubuh. Tak hanya itu, pembakaran kalori juga akan terjadi ketika seseorang tertawa. Wah sekalian deh diet pake candaan hehe.

3. DNA mempengaruhi selera tawa

Kwikku, DNA mempengaruhi selera tawa
Sumber: youtube.com

Alel merupakan variasi gen yang berkaitan dengan ekspresi emosi seseorang. Hubungan gen dengan emosi tertawa ini terletak pada alel. Orang-orang dengan alel pendek cenderung sangat receh, ia akan mudah tertawa hanya dengan candaan ringan. Berbeda dengan orang yang memiliki alel panjang, mereka lebih sulit untuk tertawa. Sekarang paham kan, kalau ada orang yang dingin dan nggak ketawa meskipun menurut kita itu adalah hal yang lucu, mungkin alel mereka panjang. Sifat ini bisa juga karena sifat turunan dari gen ibu bapaknya.

4. Tertawa mengurangi rasa sakit

Kwikku, Tertawa mengurangi rasa sakit
Sumber: kapanlagi.com

Kalau kalian lagi sakit, coba deh nonton video lucu. Rasa sakit itu akan berkurang, nggak percaya? hal ini sudah dibuktikan oleh profesor Rubin Dunbar dari Universitas Oxford di Inggris. Ketika seseorang tertawa, maka tubuhnya akan mengeluarkan hormon endorfin. hormon ini akan membantu tubuh mengurangi rasa sakit dan menimbulkan perasaan bahagia. Dalam penelitiannya, mereka yang teretawa terbahak bahkan dapat mengurangi rasa sakit 10% lebih dibanding yang tidak.

5. Sering tertawa dengan pasangan bikin hubungan harmonis

Kwikku, Sering tertawa dengan pasangan bikin hubungan harmonis
Sumber: storynotch.com

Mereka pasangan yang berdiskusi dengan senyuman dan tertawa akan lebih merasakan emosi yang lebih baik. ini juga berdampak pada kepuasan hubungan asmara keduanya. penelitian yang telah membuktikannya dilakukan oleh Robert Levinson dari University of California Berkeley.

0
0 none
Yang mungkin kamu suka
Komentar