Di Balik Kehidupan Glamor dan Hip Hip Hura, Idol K-Pop Rentan Terserang Penyakit Mental

Di Balik Kehidupan Glamor dan Hip Hip Hura  Idol K-Pop Rentan Terserang Penyakit Mental - Indahhikma bunuh,diri,sudah,bukan,umum,lagi,korea,ironinya,idol,k-pop,rentan,akan,lantas,bagaimana,mental,illness,mempengaruhi,kehidupan,selebriti
Bunuh diri sudah bukan hal umum lagi di Korea. Ironinya, idol K-Pop rentan akan hal ini. Lantas bagaimana mental illness mempengaruhi kehidupan selebriti?

Di awal tahun ini, Korea Foundation melaporkan bahwa ada hampir 90 juta penggemar Hallyu (Korean Wave). Dari hasil survey, penggemar K-Pop jauh lebih besar bahkan hingga mencakup area internasional. Hal tersebut juga bisa dibuktikan melalui subscriber dan like dari channel Youtube group idol.

Sebagai penggemar, kamu akan melihat para bintang idol selalu energik menari, dengan suara power, tampilan prima dan selalu tersenyum di depan kamera. Namun di balik itu semua, kita tidak tahu bagaimana para bintang mengelola kesehatan mental. Faktanya membahas tentang mental illness adalah hal yang tabu di Korea. 

1. Fakta meninggalnya Jonghyun SHINee
Fakta meninggalnya Jonghyun SHINee
www.nst.com.my

Sesungguhnya membahas hal tersebut sangatlah penting, utamanya untuk para idol K-Pop. Para ahli psikologi mencatat keterlibatan selebriti dalam kegiatannya dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk bertatap di depan publik, jumpa fans, hingga di panggung sesungguhnya membuat mereka rentan.

Pada tahun 2017, meninggalnya Jonghyun dari SHINee ternyata disebabkan oleh penyakit mental yang dideritanya selama bertahun-tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa tekanan yang dihadapi oleh selebriti sangatlah besar. Mereka harus bergelut dengan persaingan, kritik publik, proaktif dan lain sebagainya, sehingga dengan demikian jelas bahwa menjadi idol K-Pop bukan hanya sekadar menerima cinta dari penggemar dan tampil glamor di panggung megah.

Jonghyun pernah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa sulit baginya untuk mendiskusikan perasaan krena takut dihakimi secara tidak adil oleh publik. Dia berpikir tidak ada orang yang benar-benar ingin tahu tentang dirinya yang sebenarnya. Sebenarnya personil SHINee itu tidaklah sendirian, sebab selebriti lain juga menghadapi banyak tantangan yang sama. Meskipun mereka berada di zona rawan akan penyakit mental, namun para idol K-Pop memiliki gerak terbatas dan tidak sempat menangani kesehatan mereka, utamanya akan mengubah stigma sosial. 

2. Kesadaran akan pentingnya perawatan
Kesadaran akan pentingnya perawatan
bcheights.com

Namun beberapa selebriti K-Pop telah sangat terbuka untuk membahas kesehatan mental. Jumlah pekerja di dunia hiburan yang mengungkapkan perjuangan akan depresi sudah meningkat pesat. Suga BTS merupakan salah satu bintang yang mendukung kesadaran kesehatan mental dan secara terbuka membahas masalah mental illness selama bertahun-tahun. Dalam sebuah wawancara bersama dengan Yonhap News, ia mengatakan, "Kecemasan dan kesepian tampaknya bersamaku seumur hidup. Aku memberi banyak arti tentang bagaimana harus menyelesaikannya, tetapi sepertinya aku harus mengerjakan sepanjang hidupku.”

Selebritis bukanlah satu-satunya yang berjuang dan speak-up tentang penyakit mental. Walau bagaimana pun stigma terhada penyakit ini adalah bagian yang paling meresap di masyarakat Korea dan telah bertahun-tahun menjadi hal yang tabu. Namun dalam beberapa tahun belakangan, mereka sudah menunjukkan usaha untuk mengatasi hambatan terhadap perawatan mental illness, salah satunya dengan membentuk National Center for Mental Health pada tahun 2016.

3. Korea, negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi
Korea  negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi
newroadstreatment.org

Korea merupakan negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi selama dua dekade menurut OECD. Layanan asuransi di negara tersebut menemukan bahwa sekitar 5 juta orang dewasa mengalami depresi atau berisiko tinggi mengalami depresi. Namun hanya 22,2 persen yang melewati proses perawatan. Selain itu, sebuah studi yang dilakukan oleh pemerintah baru-baru ini menemukan bahwa sebagian besar korban bunuh diri justru nggak mencari penyembuhan mental illness, tapi lebih kepada perawatan gejala fisik. Lantas tingkat bunuh diri di Negeri Gingseng menurun sejak tahun 2010.

Oleh sebab itu, jika ada bintang K-Pop mengalami penurunan performa dan stamina selama tampil, ingatlah bahwa mereka juga manusia biasa. Di balik pesonanya itu, mereka menyimpan masalahnya sendiri. Mereka bahkan rentan terluka dan tertekan. Sebagai fans yang baik, dukung terus bintang idola dan kuatkan mereka bahwa hidup terlalu indah untuk dilalui. 

Lanjut membaca lebih mudah dengan mengunduh Aplikasi Kwikku
6 bulan 4 minggu lalu
0
Boost!
Bagikan


SARAN DARI DISCOVER
Menghabiskan Banyak Uang. . . Budaya Fansite dalam Kpop Fandom
Resmi Pindah Agensi, Jongup Berniat Luncurkan Karya
Paul Pogba Ekspresikan Cinta Untuk BTS Saat Berkunjung ke Korea
Dikabarkan Cedera Otak, Begini Kabar Kyla PRISTIN Setelah Memutuskan Mundur Dari Dunia Hiburan
WINNER Dikabarkan Segera Rilis Album Comeback Sebelum Tur Keliling Asia
Toner 101: Mengapa Dibutuhkan Dan Bagaimana Cara Memilih Satu Yang Tepat Untuk Kalian
8 Idol Cewek Paling Cocok Dapat Gelar Princess
Orgel, Kata Asing yang Punya Makna Lebih Dari Sekadar Benda
Nggak Mau Kalah, Pimpinan JYP Rilis Lagu Baru!
Son Ye Jin Jatuh Cinta Pada Hyun Bin Dalam Petualangan di Korea Utara
Bak Tinkerbel: Seperti Ini Potret Ayu Kim Go Eun Aktris Pendatang Baru yang Bikin Gemes
Selamat Jalan: Kecantikan Sulli Eks F(X) Tinggal Kenangan Menawan