Inilah Beragam Tradisi Pemakaman di Tana Toraja, Berani Lihat?

Inilah Beragam Tradisi Pemakaman di Tana Toraja  Berani Lihat  - I D Pran tana,toraja,memang,punya,kebudayaan,yang,unik,bahkan,untuk,tradisi,pemakaman,mereka,punya,beragam,macamnya
Tana Toraja memang punya kebudayaan yang unik. Bahkan untuk tradisi pemakaman pun, mereka punya beragam macamnya.
Sumber foto header: nydailynews.com

Tidak habis-habis jika kita membicarakan tentang kebudayaan asli masyarakat Indonesia. Mulai dari tradisi di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatra, Papua dan juga tentu saja Sulawesi. Di Sulawesi sendiri, tepatnya Sulawesi Selatan ada sebuah kabupaten bernama Kabupatern Toraja Utara. Masyarakatnya, yang lebih dikenal sebagai masyarakat Tana Toraja, punya beragam tradisi unik dan sangat tidak biasa. Akan tetapi, dari berbagai tradisi tersebut, ada satu yang menarik perhatian masyarakat dunia, yaitu tradisi pemakaman Tana Toraja yang sangat berbeda dari yang lain.

Memangnya, tradisi pemakaman seperti apa sajakah itu? Berikut ini daftarnya.

1. Passiliran
Passiliran
newshub.id
Tradisi pemakaman pada masyarakat Tana Toraja, ada yang diberi nama Passiliran, yaitu sebuah cara untuk memakamkan bayi di dalam sebuah pohon yang disebut pohon Tarra. Para bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi atau usianya sekitar kurang dari 6 bulan, akan disemayamkan di dalam batang pohon Tarra. Masyarakat akan membuat lubang di pohon yang usianya sudah ratusan tahun tersebut, lalu bayi yang meninggal akan dimasukkan dalam kondisi tidak berpakaian sama sekali. Setelah itu lubang akan ditutup memakai anyaman ijuk. Tidak lupa, bayi yang kastanya lebih tinggi, maka letaknya juga lebih tinggi daripada yang kastanya lebih rendah. Tujuannya, supaya kelak jika ada bayi yang lahir lagi, bayi tersebut dihindarkan dari kematian. Selain itu, pohon Tarra yang bergetah banyak pun dianggap sebagai rahim ibu, sedangkan getah tersebut dianggap sebagai pengganti air susu ibu.

2. Tau Tau
Tau Tau
superadventure.co.id
Sebagian besar dari kamu pasti tahu bahwa masyarakat Tana Toraja biasanya memakamkan jasad di dalam peti mati lalu diletakkan di lubang-lubang goa di dinding batu. Setelah kematian tersebut, keluarga akan membuatkan sebuah boneka replika yang dibuat mirip dengan keluarga yang meninggal tersebut. Boneka itu kemudian diletakkan di dekat makam. Nah, boneka inilah yang disebut Tau Tau, yang dibuat dari tiga jenis kayu berbeda, sesuai kasta masing-masing. Tau Tau dari bambu adalah untuk kasta paling renda, kayu randu untuk kasta menengah dan kayu nangka untuk kalangan atas.

3. Ma’Nene
Ma  Nene
infotoraja.com
Masyarakat Tana Toraja juga punya kebiasaan untuk memumikan anggota keluarga yang meninggal. Kemudian, mumi-mumi ini akan dikeluarkan dalam waktu tiga tahun sekali untuk melakukan tradisi Ma'Nene, yaitu sebuah prosesi adat untuk mengganti pakaian dari jasad orang yang sudah meninggal. Pertama, kuburan akan dibongkar, jasad akan dibawa ke rumah lalu dibersihkan. Setelah itu pakaian jasad akan diganti yang baru dengan yang lebih bagus seperti jas bahkan diberi kaca mata hitam.

Lanjut membaca lebih mudah dengan mengunduh Aplikasi Kwikku
1 tahun 1 bulan lalu
0
Boost!
Bagikan


SARAN DARI DISCOVER
Deretan Makanan Ringan Zaman Old Buat Kangen Masa SD Era 90-an
Deretan Lukisan Paling Mahal Sepanjang Sejarah, Harganya Bikin Tercengang
14 Potret Jemaah Haji Zaman Dahulu, Bikin Terenyuh
Seram! 5 Pembunuh Berantai dari Indonesia Ini Paling Kejam dan Sadis
Cintamu Tak Seberat Muatanku! 9 Foto Ini Di Jamin Bikin Kalian Melongo
Marak Adanya Pelakor, Meme Tentang Selingkuh Ini Ampun Lucunya
Dipoles Ulang, 15 Barang Usang Ini Seperti Baru Lagi
15 Foto Ini Juga Jadi Bukti Supermarket Bisa Bercanda
Mistis Banget, 5 Tempat Ini Dipercaya sebagai Gerbang Kesukaan Nyi Roro Kidul
Antara si Cantik Raisa dan Isyana, Pilih yang Mana Mblo?
Transformasi Superhero Ini Bikin "Tercengang" ! Kok Bisa Pakai Itu Di luar ?
Habiskan Ratusan Nazi Dalam Sekali Tembak, Potret Lady Death ini Tampak Nyata Setelah Diwarna Ulang